RIAU24JAM.COM – Bak pepatah ‘Mati Satu Tumbuh Seribu’, ‘perlawanan’ masyarakat melalui mural tampaknya justru semakin marak terjadi.
Usai mural diduga sosok Jokowi dengan tulisan ‘404 Not Found’ viral, berbagai mural lain yang menyindir Pemerintah pun bermunculan.
Akan tetapi, mural di kolong jembatan layang Jalan Pembangunan 1, Batujaya, Batuceper, Kota Tangerang tersebut telah dihapus oleh aparat.
Tidak lama setelah itu, kembali ditemukan mural bertuliskan “Wabah sesungguhnya adalah kelaparan” di Jalan dr. Cipto Mangunkusumo, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, Banten, yang juga dihapus oleh aparat.
Mural lainnya bertuliskan “Telemovement Geram” dan “Hapus Korupsi Boekan Muralnya” juga muncul di Kota Tangerang.
Sama seperti nasib dua mural di Kota Tangerang sebelumnya, mural itu pun juga dihapus oleh aparat Satpol PP.
Kemudian yang terbaru, mural bertuliskan ‘Dipenjara Karna Lapar’ muncul di Jl. Gatot Subroto, Kolong Fly Over Taman Cibodas, arah menuju Jatiuwung, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang.

Lagi-lagi, mural tersebut juga dihapus dan ditimpa oleh cat berwarna putih. Namun, masih terlihat samar-samar tulisan mural tersebut jika dilihat dari kejauhan.
Terbaru, mural bertuliskan “DIBUNGKAM” di sebuah tembok di Yogyakarta juga dihapus oleh aparat pada Minggu, 22 Agustus 2021 oleh aparat, bahkan sebelum 24 jam dibuat.
Seakan ‘perang’ yang belum berakhir, sebuah mural baru yang dibagikan di media sosial kembali viral.
Mural bertuliskan “Urus Saja Moralmu, Jangan Urus Muralku!” tersebut dibuat di sebuah tembok yang lokasinya sengaja dirahasiakan.
Di samping mural tersebut, terdapat gambar orang yang memegang kuas yang dilumuri oleh cat berwarna hitam.
Sementara di bagian samping lainnya, terlihat gambar orang yang tengah memegang stik PS lengkap dengan gambar kode cheat.
Mural dengan latar belakang bunga-bunga dengan berbagai warna tersebut pun sampai saat ini belum diketahui di mana keberadaan.
Sepertinya, lokasi pembuatan mural tersebut sengaja dirahasiakan, agar tidak mudah dihapus oleh aparat.
Tidak hanya mural tersebut, ada juga mural sindiran kasus korupsi bantuan sosial di sebuah tembok berwarna hitam yang juga dirahasiakan lokasinya.
Dalam mural tersebut, terlihat sosok seorang pria yang sebelah kakinya dirantai dan kepala serta tangannya dipasung oleh uang Rp10.000.
Di bagian tengah mural, terdapat gambar seekor monyet di dalam kardus dengan pita merah di tangan kirinya.
Kemudian di bagian bawah, terdapat sembilan kantung paket bansos berwarna putih dan bagian sampingnya berwarna merah.
Sumber: Pikiran Rakyat










Kolom Komentar post