SIAK, RIAU24JAM.COM – Kabar baik bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Siak. Pemerintah Kabupaten Siak memastikan Tunjangan Hari Raya (THR) tahun ini tetap dibayarkan secara penuh meskipun kondisi keuangan daerah tengah menghadapi berbagai penyesuaian.
Kepastian tersebut disampaikan Bupati Siak, Afni Zulkifli, saat memberikan arahan dalam pelantikan sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Siak. Ia menegaskan bahwa THR ASN akan dibayarkan 100 persen melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Siak.
“THR ASN tetap kita bayarkan 100 persen dari APBD Kabupaten Siak,” tegas Afni di hadapan para pejabat dan ASN yang hadir.
Namun, untuk Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), pemerintah daerah akan menyesuaikannya dengan kemampuan keuangan daerah. Menurut Afni, TPP memiliki karakter berbeda dengan THR karena bersifat tambahan atau insentif atas kinerja pegawai.
“TPP dibayarkan sesuai kemampuan atau kekuatan APBD Siak. Di tengah efisiensi anggaran dan berkurangnya transfer dari pusat, tentu TPP harus menyesuaikan kondisi keuangan daerah,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan para ASN agar tetap menjaga semangat kerja dan meningkatkan kinerja. Sebab, TPP merupakan bentuk penghargaan atas prestasi kerja aparatur.
“Kalau ingin TPP penuh, mari bekerja dengan giat dan sungguh-sungguh. TPP itu penghargaan atas kinerja,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Afni turut menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki kewenangan melakukan evaluasi terhadap kinerja aparatur. Pergantian jabatan maupun perubahan Surat Keputusan (SK) merupakan hal yang lumrah dalam dinamika organisasi pemerintahan untuk meningkatkan kinerja.
Selain itu, Afni juga menegaskan komitmennya bersama Wakil Bupati untuk tidak menambah utang baru bagi Kabupaten Siak. Pemerintah daerah saat ini lebih memprioritaskan penyelesaian kewajiban yang telah ada, termasuk pembayaran kepada para kontraktor yang telah menyelesaikan pekerjaan pembangunan.
“Kami bersama Wakil Bupati berikhtiar tidak menambah utang. Fokus kita sekarang adalah menyelesaikan kewajiban yang sudah ada,” katanya.
Ia mengakui, sejumlah kontraktor telah menyampaikan keluhan terkait pembayaran pekerjaan yang belum tuntas. Karena itu, pemerintah daerah tengah berupaya mencari solusi agar kewajiban tersebut dapat dipenuhi secara bertahap.
“Kasihan kontraktor kita. Mereka sudah bekerja dan mengeluh, bahkan ada yang datang langsung ke kantor,” ungkap Afni.
Bupati Siak itu juga mengingatkan bahwa APBD Kabupaten Siak saat ini menanggung pembiayaan ribuan pegawai, baik ASN, PPPK, tenaga kontrak maupun BHL.
Karena itu, ia berharap seluruh aparatur pemerintah dapat memahami kondisi keuangan daerah dan tetap bekerja maksimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“APBD ini juga digunakan untuk membiayai sekitar 5 ribu ASN di Kabupaten Siak, termasuk PPPK, tenaga kontrak dan BHL. Karena itu anggaran harus dikelola dengan hati-hati agar pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan,” tutupnya.**










Kolom Komentar post