MANDAU, RIAU24JAM.COM – Pemerintah Kecamatan Mandau menegaskan komitmennya dalam memperkuat fondasi sosial di tingkat akar rumput melalui kegiatan silaturahmi bersama perangkat Kelurahan Duri Timur yang dirangkai dengan penyerahan honor bagi Ketua RT, RW, LPMK, Linmas, dan Satgas, Kamis (30/4/2026).
Kegiatan ini tidak sekadar seremoni administratif, melainkan momentum konsolidasi sosial antara pemerintah kecamatan, kelurahan, dan lembaga kemasyarakatan. Dalam lanskap pembangunan lokal, relasi yang solid di tingkat bawah menjadi determinan utama keberhasilan program-program publik.
Lurah Duri Timur, Mery Haryani, menekankan bahwa silaturahmi tersebut merupakan pertemuan kedua yang berhasil dilaksanakan setelah sebelumnya. Ia menilai kesinambungan interaksi ini mencerminkan terjaganya kohesi sosial, bahkan di luar forum formal.
“Selama kurang lebih tiga tahun saya bertugas, komitmen dan kedisiplinan perangkat sangat luar biasa. Kewajiban dijalankan dengan konsisten, dan ini patut diapresiasi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Mery menjelaskan bahwa penyerahan honor kali ini merupakan bentuk pemenuhan hak perangkat atas kinerja selama tiga bulan terakhir. Meski dilakukan dalam kondisi yang sederhana, ia berharap hal tersebut tetap memberi manfaat dan menjadi bagian dari penghargaan atas dedikasi mereka.
Ia juga menyinggung pentingnya kesinambungan perhatian pemerintah daerah, seraya mengapresiasi langkah Bupati Bengkalis, Kasmarni, yang dinilai tetap hadir melalui berbagai kebijakan meskipun di tengah keterbatasan.
“Sinergi harus terus dijaga, mulai dari kelurahan, kecamatan, hingga kabupaten. Dari situlah kita bisa bergerak maju secara kolektif,” tambahnya.
Sementara itu, Camat Mandau Riki Rihardi yang diwakili Kasi Tata Pemerintahan, Benny Syafrullah, didampingi Kasi Kesosbud Devri Putra Braja, menggarisbawahi bahwa penguatan kelembagaan masyarakat harus diiringi dengan peningkatan kesadaran kolektif terhadap isu-isu mendasar, terutama lingkungan dan kesehatan.
Ia mengungkapkan, hasil kunjungan lapangan ke sejumlah wilayah seperti Kelurahan Duri Barat dan Batang Serosa menunjukkan masih adanya persoalan kebersihan lingkungan yang berpotensi memicu gangguan kesehatan masyarakat.
“Perubahan musim kerap meningkatkan risiko penyakit. Karena itu, gotong royong, edukasi kesehatan, dan langkah pencegahan harus menjadi gerakan bersama, bukan sekadar program formal,” tegasnya.
Selain aspek lingkungan, pemerintah kecamatan juga mendorong penguatan sektor pendidikan sebagai investasi jangka panjang. Menurutnya, membuka akses dan peluang bagi generasi muda menjadi bagian integral dari strategi pembangunan berkelanjutan.
Kegiatan ini menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya bertumpu pada kebijakan makro, tetapi juga pada konsistensi merawat relasi sosial di tingkat mikro. Di tengah dinamika tantangan daerah, kebersamaan dan gotong royong tetap menjadi modal sosial yang tak tergantikan.
(rb/r24j)







Kolom Komentar post