fbpx
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
RIAU24JAM.COM
  • Home
  • Riau24jam
  • Lifestyle
  • Review
  • Entertainment
  • DPRD Bengkalis
23 °c
Duri
26 ° Ming
26 ° Sen
26 ° Sel
27 ° Rab
Tidak ada hasil
Lihat seluruh hasil
  • Home
  • Riau24jam
  • Lifestyle
  • Review
  • Entertainment
  • DPRD Bengkalis
23 °c
Duri
26 ° Ming
26 ° Sen
26 ° Sel
27 ° Rab
Tidak ada hasil
Lihat seluruh hasil
RIAU24JAM.COM
Home Riau24jam Pekanbaru

Ketika Algoritma Bertemu Intuisi Insinyur: Kisah PHR Mengelola Defisit Energi di Blok Rokan

oleh Leon
Selasa, 3 Feb 2026 | 23:26 WIB
dalam Pekanbaru
7 1
0
Foto: Pekerja PHR tengah melakukan peninjauan di salah satu fasilitas produksi di WK Rokan.

Foto: Pekerja PHR tengah melakukan peninjauan di salah satu fasilitas produksi di WK Rokan.

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

PEKANBARU, RIAU24JAM.COM – Di dunia migas, ketangguhan sebuah perusahaan tidak diuji saat semua berjalan lancar, melainkan saat krisis menghantam. Ketika pasokan gas dari pihak ketiga (TGI) terhenti awal Januari lalu, sumber energi untuk pembangkit listrik fasilitas produksi pun anjlok.

PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) dihadapkan pada matematika yang pelik. Beban listrik normal yang dibutuhkan untuk mengoperasikan Blok Rokan adalah 435 Megawatt (MW). Namun akibat gangguan suplai gas eksternal, daya yang dapat dibangkitkan merosot tajam, memaksa sistem turun ke level survival 100 MW.

Ada defisit 335 MW. Sebagai gambaran, daya sebesar itu cukup untuk menerangi sebuah kota kecil. Kehilangan daya sebesar itu di blok migas tersibuk di Indonesia bisa berarti bencana: produksi berhenti total, peralatan rusak, dan target negara melayang.

Namun yang terjadi di Rumbai bukanlah kepanikan, melainkan eksekusi presisi dari sebuah sistem pertahanan yang telah disiapkan bertahun-tahun. Publik mungkin hanya melihat “lampu yang meredup” atau produksi yang terkoreksi sesaat. Namun di balik layar, sebuah orkestrasi rumit sedang dimainkan antara sistem otomatisasi canggih dan ketajaman analisa para insinyur.

Berita Terkait

Bripda Al Amin Harumkan Brimob Polda Riau, Sabet Emas Riau National Taekwondo Championship 2026

Bripda Al Amin Harumkan Brimob Polda Riau, Sabet Emas Riau National Taekwondo Championship 2026

31 Januari 2026
64
PDC Resmi Buka Bulan K3 2026 Secara Daring, Tekankan Akuntabilitas Kepemimpinan dan Kepatuhan Pekerja

PDC Resmi Buka Bulan K3 2026 Secara Daring, Tekankan Akuntabilitas Kepemimpinan dan Kepatuhan Pekerja

28 Januari 2026
47
Foto: Salah satu unit turbin yang beroperasi di fasilitas pembangkit listrik, Minas, Riau. Fasilitas ini berfungsi sebagai penunjang utama kebutuhan energi untuk kegiatan operasi PHR di WK Rokan.

Malam Tanpa Tidur: Kisah Para ‘Penjaga Energi’ Selamatkan Ribuan Sumur dari Mati Suri

28 Januari 2026
100

Pertahanan Kokoh: Protokol 10 Level

“Sistem kelistrikan PHR dibangun dengan lapisan pertahanan yang kokoh,” ungkap Winarto, Senior Manager Power Generation & Transmission (PGT), menjelaskan arsitektur pertahanan energi di Blok Rokan.

PHR memiliki Sistem Manajemen Beban yang ditinjau secara ketat setidaknya setiap tiga tahun sekali. Sistem ini memiliki protokol otomatis yang disebut 10 Level Pemadaman (Load Shedding).

Ketika sistem mendeteksi power shortage (kekurangan daya) seperti yang terjadi saat suplai gas drop sistem secara otomatis memutus beban berdasarkan prioritas. Dimulai dari Level 1 (beban non-esensial) hingga bertahap ke Level 10 (beban paling kritis). Level tertinggi (Level 10) adalah benteng terakhir: Gathering Station (GS) dan sumur-sumur dengan produksi tertinggi.

“Secara sistem, prioritas pemadaman otomatis ini bekerja hingga level feeder (jaringan). Sistem langsung memilah mana jaringan dengan produktivitas terendah yang harus dilepas duluan demi menyelamatkan jaringan vital. Ini pertimbangan safety dan ekonomi yang berjalan dalam hitungan detik,” tambah Winarto.

Namun, mesin hanya bisa bekerja sesuai algoritma. Ketika krisis berkepanjangan dan variabel lapangan berubah dinamis, di sinilah “otak manusia” mengambil alih.

Aktivasi IMT dan “Otak” Strategi PRIME

Segera setelah indikator pasokan gas menunjukkan penurunan drastis pada awal Januari, manajemen PHR langsung mengaktifkan IMT (Incident Management Team). Aktivasi struktur komando darurat ini adalah prosedur standar untuk memastikan seluruh lini operasi tunduk pada satu komando terpusat, sehingga keputusan dapat diambil secara cepat dan terukur di tengah situasi yang berubah hitungan menit.

Di bawah payung IMT inilah strategi pemulihan dijalankan. Jika sistem otomatis adalah “autopilot”, maka Fungsi PRIME (Production Reliability & Innovation Management) bertindak sebagai ATC (Air Traffic Control), dirigen yang mengorkestrasi operasi agar tetap berproduksi secara optimal.

Dipimpin oleh Senior Manager Desy Kurniawan, tim ini menjadi pusat syaraf (nerve center) dari seluruh operasi Zona Rokan dan penyelamatan produksi selama krisis berlangsung. Desy menekankan bahwa keberhasilan mengelola operasi adalah hasil kolaborasi tanpa sekat fungsi vital di bawah komando IMT: PRIME, Productions & Operations (PO), Power Generation & Transmission (PGT) yang mengelola transmisi listrik, dan Hydrocarbon Transportation (HCT) yang mengelola aliran minyak di pipa pengiriman.

Mereka harus menghitung Loss of Production (LPO) setiap harinya, memantau status fasilitas, dan menyusun puzzle ketersediaan gas yang terbatas untuk hasil minyak yang maksimal.

Menghindari Mimpi Buruk: Congeal & Overflow

Kenapa Gathering Station (GS) dan sumur prioritas harus dijaga mati-matian? Jawabannya ada pada satu kata yang ditakuti setiap insinyur perminyakan: Titik Kritis (Criticality).

Minyak di Blok Rokan memiliki karakteristik unik yang mudah membeku (congeal) jika suhu turun. Jika aliran berhenti total, minyak di pipa akan mengeras seperti lilin. Selain itu, jika daya di Stasiun Pengumpul (Gathering Station) mati, risiko overflow (meluapnya fluida produksi) mengintai, yang bisa berakibat fatal bagi lingkungan dan keselamatan.

“Di sinilah peran PRIME menyusun strategi ramp-up. Mereka melakukan kalkulasi perkiraan produksi berdasarkan ketersediaan gas yang ada. Ini seperti mengatur lalu lintas udara yang sangat padat dengan bahan bakar terbatas,” jelas Desy.

Sebuah orkestrasi rumit menyeimbangkan frekuensi listrik dengan beban pompa yang tersebar di wilayah kerja seluas 6.200 kilometer persegi.

Kalkulasi di Tengah Tekanan

Dengan kalkulasi engineering yang matang, keputusan pahit namun strategis diambil: aliran listrik ke fasilitas pendukung dan sumur-sumur marginal (berproduksi rendah) harus “diistirahatkan” sementara. Energinya dialihkan sepenuhnya untuk menjaga denyut nadi sumur-sumur prioritas.

Hasilnya? Data IMT menunjukkan sebuah fenomena ketahanan yang luar biasa. Meski kehilangan daya setara satu kota kecil, PHR berhasil menjaga lebih dari 7.000 sumur prioritas tetap beroperasi tanpa henti.

“Kami kehilangan sebagian potensi produksi, itu fakta yang tak terelakkan. Tapi strategi ini berhasil mencegah kerugian yang jauh lebih masif. Kami menyelamatkan aset vital negara dari kerusakan permanen,” tambah Desy.

Dedikasi Senyap, Resiliensi Kelas Dunia

Incident Commander (IC) IMT, Endah Rumbiyanti, menegaskan bahwa apa yang terjadi di Blok Rokan awal tahun ini membuktikan ketahanan energi tidak hanya dibangun di atas mesin-mesin canggih, tapi juga di atas kompetensi sumber daya manusianya.

“Kemampuan para insinyur PHR dalam melakukan manuver beban (load shedding) berbasis data, dan bergelut dengan dinamika kondisi pasokan gas serta memastikan tetap memberikan lifting membuktikan bahwa Rokan dikelola oleh tangan-tangan yang paham betul apa yang mereka pertaruhkan,” ujar Rumbi.

Bagi orang awam, grafik produksi mungkin terlihat sekadar angka. Namun bagi para insinyur di WK Rokan, angka 7.265 sumur yang tetap hidup itu adalah bukti kemenangan strategi. Sebuah dedikasi senyap untuk memastikan bahwa dalam kondisi terburuk sekalipun, kontribusi Rokan untuk APBN—untuk Merah Putih—tetap terjaga seoptimal mungkin.

Kini, seiring pulihnya pasokan gas, strategi defensif itu telah berubah menjadi agresif. PHR tengah melakukan ramp-up cepat, membuktikan bahwa raksasa energi ini tidak hanya kuat menerima pukulan, tapi juga cepat untuk bangkit kembali.***

Tentang PHR Zona Rokan

PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021.

Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan Zona Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041.

Daerah operasi Zona Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). Zona Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina.

Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.

Tags: PHRPT Pertamina Hulu RokanWK Rokan
Post Selanjutnya
Polres Bengkalis Bongkar Dugaan TPPO di Sepahat, 12 Orang Diamankan

Polres Bengkalis Bongkar Dugaan TPPO di Sepahat, 12 Orang Diamankan

Polsek Mandau Gempur Peredaran Ganja, 1,9 Kg Disita, Satu Pelaku Dicokok

Polsek Mandau Gempur Peredaran Ganja, 1,9 Kg Disita, Satu Pelaku Dicokok

Kolom Komentar post

Sosial Media

  • 3.9k Fans
  • 199 Subscribers

BeritaTerbaru

Perselisihan PUK SPTI PT PAA Rampung, Kesepakatan 30 Persen Jadi Titik Temu

Perselisihan PUK SPTI PT PAA Rampung, Kesepakatan 30 Persen Jadi Titik Temu

18 Februari 2026
98
Konflik Kepengurusan PUK-SPTI di Simpang Bangko Memuncak, Aktivitas PT PAA Mandek

Konflik Kepengurusan PUK-SPTI di Simpang Bangko Memuncak, Aktivitas PT PAA Mandek

18 Februari 2026
105
Karhutla di Kawasan HPK, Polres Bengkalis Tetapkan Tersangka

Karhutla di Kawasan HPK, Polres Bengkalis Tetapkan Tersangka

17 Februari 2026
83
Hak 30 Persen Tenaga Kerja Dipertanyakan, PUK-SPTI Simpang Bangko Menanti Kepastian Hasil Mediasi

Hak 30 Persen Tenaga Kerja Dipertanyakan, PUK-SPTI Simpang Bangko Menanti Kepastian Hasil Mediasi

16 Februari 2026
64
kitty core gangbang LetMeJerk tracer 3d porn jessica collins hot LetMeJerk katie cummings joi simply mindy walkthrough LetMeJerk german streets porn pornvideoshub LetMeJerk backroom casting couch lilly deutsche granny sau LetMeJerk latex lucy anal yudi pineda nackt LetMeJerk xshare con nicki minaj hentai LetMeJerk android 21 r34 hentaihaen LetMeJerk emily ratajkowski sex scene milapro1 LetMeJerk emy coligado nude isabella stuffer31 LetMeJerk widowmaker cosplay porn uncharted elena porn LetMeJerk sadkitcat nudes gay torrent ru LetMeJerk titless teen arlena afrodita LetMeJerk kether donohue nude sissy incest LetMeJerk jiggly girls league of legends leeanna vamp nude LetMeJerk fire emblem lucina nackt jessica nigri ass LetMeJerk sasha grey biqle
RIAU24JAM.COM

Dapatkan informasi terkini seputar Riau, Nasional dan Dunia di riau24jam.com - Berita dalam genggaman

Ikuti Kami

  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy

© 2021 RIAU24JAM - Bagian dari PT Karya Bangun Siberkom

Tidak ada hasil
Lihat seluruh hasil
  • Home
  • Riau24jam
  • Lifestyle
  • Review
  • Entertainment
  • DPRD Bengkalis

© 2021 RIAU24JAM - Bagian dari PT Karya Bangun Siberkom

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Sign Up with Google
OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In