DURI, RIAU24JAM.COM – Di balik dentuman peluru yang biasa memecah keheningan Lapangan Tembak Presisi Polsek Mandau, Selasa (14/7/2026), pagi itu justru mengalir percakapan yang hangat. Tak ada sekat antara seragam kepolisian dan para pewarta. Yang terbangun adalah ruang silaturahmi, tempat gagasan dipertemukan dan kepercayaan dirawat.
Kapolsek Mandau, AKP I Made Pasek Saradahtam Bendesa, S.I.K., M.A., mengundang insan pers di Kota Duri untuk duduk bersama. Bukan sekadar temu ramah, tetapi sebuah ikhtiar memperkuat kemitraan antara kepolisian dan media sebagai dua elemen yang memiliki tanggung jawab berbeda, namun bertemu pada tujuan yang sama: menghadirkan informasi yang benar serta menjaga ruang publik tetap sehat.
Dalam suasana penuh keakraban, dialog mengalir membahas berbagai dinamika keamanan dan ketertiban masyarakat. Sesekali diselingi tawa, sesekali pula lahir diskusi serius mengenai pentingnya komunikasi yang terbuka di tengah derasnya arus informasi yang bergerak begitu cepat.
Bagi AKP I Made Pasek Saradahtam Bendesa, media bukan hanya penyampai kabar, melainkan mitra strategis yang turut membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian. Karena itu, sinergi yang telah terjalin diharapkan terus dipelihara melalui komunikasi yang jujur, terbuka, dan saling menghormati peran masing-masing.
“Polsek Mandau tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi dengan insan pers menjadi bagian penting dalam menyampaikan informasi yang akurat, mengedukasi masyarakat, sekaligus menangkal penyebaran hoaks. Ketika komunikasi terbangun dengan baik, pelayanan kepada masyarakat pun akan semakin optimal,” ungkapnya.
Pertemuan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa kemitraan antara kepolisian dan media bukan sekadar hubungan formal, melainkan kolaborasi yang berpijak pada kepentingan publik. Di satu sisi, kepolisian menjaga keamanan. Di sisi lain, pers mengawal keterbukaan informasi. Keduanya saling melengkapi dalam menjaga denyut demokrasi tetap hidup.
Silaturahmi yang berlangsung sederhana itu meninggalkan pesan yang kuat: kepercayaan publik tidak hanya dibangun melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui komunikasi yang terbuka dan kemauan untuk saling mendengar. Dari ruang dialog seperti inilah lahir sinergi yang diharapkan mampu menghadirkan informasi yang mencerahkan, menjaga kondusivitas wilayah, serta memperkokoh hubungan antara aparat penegak hukum, media, dan masyarakat.(*)








Kolom Komentar post