MANDAU – Komisi IV, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bengkalis, Selasa (12/4) mendatangi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mandau. Selain silaturrahmi ke manajemen, Komisi IV tersebut juga melakukan monitoring terkait keluhan – Keluhan masyarakat.
Kehadiran Komisi IV DPRD Bengkalis tersebut disambut oleh Direktur RSUD Mandau dr Chairiah Hafid didampingi Kabid Pelayanan drg Armen S Sihotang dan juga Stafnya.
Ketua Komisi IV DPRD Bengkalis Septian Nugraha menyampaikan tujuan kedatangan Komisi IV DPRD di RSUD Mandau untuk melakukan monitoring pengawasan tentang pelayanan kesehatan, karna banyaknya keluhan-keluhan masyarakat. Juga terkait kehadiran Pegawai RSUD Mandau dan kurangnya disiplin para pegawai terutama di front office dalam melayani pasien.
“Sebelumnya kami mohon maaf akan kehadiran mendadak ini, tujuannya silaturrahmi dan monitoring. Banyak pengaduan yang kami terima, terutama masalah disiplin dan layanan. Ini yang harus dibenahi,” ungkap Ketua Komisi IV DPRD Bengkalis, Septian Nugraha saat membuka mukadimah.
Dikatakan Septian Nugraha, adanya laporan itu sangat membuat pihaknya merasa harus mempertanyakannya.
“Bagaimana rumah sakit ini mau maju kalau atasan dan pegawainya tidak displin masuk kerja. Berikanlah contoh yang baik. Dan juga kepada petugasnya, layani masyarakat dengan sepenuh hati. Jika masih berkelanjutan, sampaikan kekami, biar kami rekomendasikan agar dilakukan evaluasi,” tegas Septian.
Terkait masalah terobosan tentang program SIMPONI, Septian juga berharap agar benar-benar direalisasikan.
“Jangan hanya seremonial saja. Dan kami sangat mendukung program serta siap membantu demi kepentingan masyarakat,” harapnya.
Menanggapi perihal tersebut, Direktur RSUD Mandau, dr Chairiah mengaku telah memasang Finger Print dan seluruh karyawan harus sampai paling lambat pukul 08.15 WIB.
“Sudah kita pakai sistem Finger Print khusus untuk mengontrol disiplin karyawan. Terkait pelayanan, terimakasih Pak atas masukannya, kami akan terus berbenah sedikit demi sedikit. Insya Allah kedepannya akan lebih baik,” janjinya.
Terkait program SIMPONI lanjut Chairiah mengatakan, bahwa saat ini masih terbatas bagi pasien yang usia 60 tahun keatas, itupun jumlahnya hanya 12 orang dalam sehari. Hal ini dikarenakan keterbatasan armada dan driver. Pihaknya akan memprogramkan jemputan bagi pasien dari simpang Jalan Stadion menuju RSUD dan sebaliknya.
“Kasihan pasien harus menambah biaya untuk bayar ojek dari simpang Jalan Stadion menuju RSUD. Dan juga rencana awal pembangunan halte yang dilengkapi armada masih terjadi kendala, apalagi kunjungan pasien ke RSUD Mandau yang perhari nya mencapai 500 orang. Kami berharap agar hal ini dapat segera diakomodir kedepanya,” keluh kesah Chairiah.
Sekretaris Komisi IV DPRD Bengkalis Irmi Syakip Arsalan juga menyampaikan agar alat CT Scan dapat digunakan secara maksimal. Dan ia mendukung segala program RSUD Mandau yang tujuannya peningkatan pelayanan, terutama anggaran berbasis kerja.
Sementara itu, Giyatno selaku anggota Komisi IV juga berusaha akan membantu semaksimal mungkin memenuhi kebutuhan itu dengan dukungan rekan sekomisi lainnya.
Tampak hadir dalam monitoring dan silaturrahmi tersebut, Sekretaris Komisi IV, Irmi Syakip Arsalan, Syafroni Untung, Andi Fahlevi, dr Morison Bationg Sihite, Rosmawati Sinambela, Zahraini dan juga hadir Camat Mandau Riki Rihardi.
(rb)








Kolom Komentar post