BENGKALIS, RIAU24JAM.COM – Ketahanan pangan tidak lagi dipandang semata sebagai urusan sektor pertanian, melainkan telah menjadi bagian dari strategi pertahanan negara. Berangkat dari semangat itu, Tentara Nasional Indonesia (TNI) terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, Polri, dan masyarakat dalam menjaga kedaulatan pangan sebagai fondasi ketahanan nasional.
Komitmen tersebut tercermin dalam Panen Raya TNI Mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional yang digelar di Desa Sepotong, Kecamatan Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis, Jumat (17/7/2026). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Staf Kodam (Kasdam) XIX/Tuanku Tambusai Brigadir Jenderal TNI Rudi Hermawan, didampingi jajaran pejabat TNI-Polri, Pemerintah Provinsi Riau, Pemerintah Kabupaten Bengkalis, serta ratusan masyarakat dan kelompok tani.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolda Riau Brigjen Pol Dr. Hengki Haryadi, S.I.K., M.H., Kasrem 031/Wira Bima Kolonel Inf Tri Aji Santoso, M.Han., Dandim 0303/Bengkalis Letkol Inf Haris Nur Priatno, S.Sos., M.I.P., Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar, S.I.K., Wakil Bupati Bengkalis Dr. H. Bagus Santoso, serta sejumlah pejabat TNI, Polri, Forkopimda, OPD, dan unsur pemerintah lainnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyambutan adat kompang, dilanjutkan penyerahan bantuan dari Kementerian Pertanian dan Pemerintah Kabupaten Bengkalis kepada kelompok tani, pelaksanaan panen raya, penyerahan cendera mata berupa beras hasil panen petani kepada Kasdam XIX/Tuanku Tambusai, hingga mengikuti Panen Raya Nasional bersama Presiden Republik Indonesia dan Panglima TNI melalui konferensi video.
Dalam sambutannya, Brigjen TNI Rudi Hermawan menegaskan bahwa keberhasilan sektor pertanian tidak hanya ditentukan oleh hasil panen, tetapi juga oleh komitmen seluruh elemen bangsa menjaga keberlangsungan lahan pertanian.
“Hari ini kita melaksanakan panen raya di Desa Sepotong. Atas nama pribadi dan Kodam XIX/Tuanku Tambusai, saya menyampaikan dukungan penuh terhadap program ketahanan pangan ini. Saya berharap pemerintah daerah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan terus menjaga serta melanjutkan program ini. Jangan sampai lahan pertanian beralih fungsi. Kalau bisa diperluas, jangan dikurangi, karena inilah salah satu kekuatan Kabupaten Bengkalis dalam mendukung ketahanan pangan nasional,” tegas Kasdam.
Menurutnya, lahan pertanian merupakan aset strategis bangsa yang harus dijaga bersama. Di tengah berbagai tantangan global, kemampuan daerah dalam memenuhi kebutuhan pangan menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan nasional.
Kasdam juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh peserta karena tidak dapat mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai. Hal itu disebabkan kondisi cuaca yang kurang bersahabat sehingga rombongan harus segera kembali menggunakan helikopter.
“Kami mohon maaf tidak bisa mendampingi hingga seluruh rangkaian acara selesai karena harus menyesuaikan penerbangan helikopter. Kondisi cuaca dan angin cukup kencang sehingga kami harus segera kembali demi faktor keselamatan,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Brigjen TNI Rudi Hermawan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat semangat gotong royong dalam membangun daerah dan menjaga kemandirian pangan Indonesia.
“Mari kita terus bergotong royong dan bekerja sama membangun negeri ini. Semoga apa yang kita lakukan hari ini mendapat ridho Allah SWT, membawa keberkahan, kemakmuran, dan kesejahteraan bagi masyarakat. Ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab petani, tetapi tanggung jawab kita bersama sebagai anak bangsa,” pungkasnya.
Panen Raya TNI di Kabupaten Bengkalis menjadi simbol kuat sinergi antara TNI, Polri, pemerintah, dan masyarakat dalam mendukung program strategis nasional. Lebih dari sekadar memanen hasil pertanian, kegiatan ini menegaskan bahwa menjaga sawah tetap produktif berarti menjaga kedaulatan bangsa, memperkuat ekonomi rakyat, dan memastikan Indonesia tetap berdiri kokoh di atas ketahanan pangannya sendiri.(*)








Kolom Komentar post