DURI, RIAU24JAM.COM – Suasana di Pudu Field, Duri, Kabupaten Bengkalis, Kamis (25/6/2026), dipenuhi antusiasme masyarakat. Sejak pagi, ratusan warga dari Kelurahan Pematang Pudu dan Desa Buluh Manis telah memadati lokasi penyelenggaraan pasar murah yang digelar PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). Di tengah tekanan ekonomi yang masih dirasakan sebagian masyarakat, program tersebut menjadi angin segar bagi ratusan keluarga.
Wajah-wajah penuh harap tampak menghiasi barisan warga yang tertib mengantre. Dengan membawa kupon, setiap keluarga cukup menebus satu paket sembako senilai Rp150 ribu hanya dengan Rp20 ribu. Paket tersebut berisi beras, minyak goreng, serta sejumlah kebutuhan pokok lainnya.
Sebanyak 400 keluarga menerima manfaat dari kegiatan tersebut, terdiri atas 300 keluarga di Kelurahan Pematang Pudu dan 100 keluarga di Desa Buluh Manis. Nilai sosial kegiatan ini semakin terasa karena seluruh dana hasil penebusan paket sembako akan disalurkan kembali kepada rumah-rumah ibadah, baik masjid maupun gereja, di wilayah setempat.
Tidak hanya menghadirkan bantuan kebutuhan pokok, kegiatan itu juga membawa kabar yang dinantikan masyarakat. Di hadapan warga, disampaikan bahwa rencana perbaikan Jalan Main Road Simpang Tegar–Simpang Pematang Bow sepanjang sekitar lima kilometer kini tengah berproses. Infrastruktur tersebut diharapkan semakin memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus menunjang aktivitas ekonomi dan pendidikan.
Camat Mandau, Riki Rihardi, S.STP., M.Si., mengapresiasi kepedulian PHR yang dinilai konsisten hadir melalui berbagai program sosial maupun pembangunan infrastruktur.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada PHR atas kepeduliannya melalui program pasar murah ini. Kami juga mengapresiasi perhatian PHR terhadap perbaikan jalan yang selama ini menjadi kebutuhan masyarakat. Dulu, ketika kondisi jalan rusak, aktivitas warga terganggu. Anak-anak kesulitan menuju sekolah, guru pun mengalami hambatan untuk mengajar. Kini akses tersebut mulai membaik dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Kehadiran PHR telah memberikan kontribusi nyata bagi warga Mandau,” ujar Riki.
Menurutnya, hubungan harmonis antara perusahaan dan masyarakat menjadi modal penting dalam membangun wilayah yang tumbuh secara berkelanjutan. Sinergi tersebut, kata dia, telah menghadirkan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Manager Field Operations SL North PHR, Azumar Ridwan, mengatakan pasar murah merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus hadir dan tumbuh bersama masyarakat di sekitar wilayah operasi. Kegiatan tersebut juga menjadi bentuk apresiasi atas dukungan masyarakat terhadap program pengeboran sumur baru yang dijalankan perusahaan.
“Kami berharap pasar murah ini dapat membantu meringankan kebutuhan pokok masyarakat. Di saat yang sama, kami juga memohon doa dan dukungan seluruh masyarakat agar kegiatan operasional PHR dalam menjaga ketahanan energi nasional dapat berjalan dengan aman, lancar, dan terus memberikan manfaat yang luas bagi daerah maupun masyarakat,” kata Azumar.
Momentum tersebut juga dimanfaatkan PHR untuk mengedukasi masyarakat mengenai aspek keselamatan di sekitar area operasi migas. Melalui sosialisasi langsung, warga diingatkan agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak serta menghindari aktivitas di kawasan operasional perusahaan.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di area wellpad, termasuk di sekitar kanal maupun jalur pipa produksi. Kawasan tersebut memiliki potensi bahaya sehingga keselamatan harus menjadi tanggung jawab bersama. Kami berharap seluruh masyarakat ikut menjaga diri dan keluarganya demi mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” jelas Azumar.
Sebagai penguat edukasi, PHR juga memasang sejumlah spanduk peringatan di titik-titik strategis di sekitar area operasi. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan dalam membangun budaya keselamatan sekaligus memastikan aktivitas operasional berjalan berdampingan dengan keamanan masyarakat.
TENTANG PHR ZONA ROKAN
PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018.
Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan WK Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041.
Daerah operasi WK Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). WK Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.







Kolom Komentar post