DURI, RIAU24JAM.COM – Kepolisian di wilayah Kabupaten Bengkalis terus mengintensifkan pemberantasan jaringan narkotika. Mulai dari tingkat Polres hingga Polsek, penindakan dilakukan secara konsisten dan masif, tercermin dari pengungkapan kasus yang nyaris terjadi setiap hari di wilayah hukum Kecamatan Mandau.
Apresiasi datang dari unsur adat. Hulubalang Tameng Adat Lembaga Adat Melayu Riau Kecamatan Mandau, Handana, menilai kinerja Kapolres Bengkalis Fahrian Saleh Siregar menunjukkan progres signifikan meski baru menjabat.
“Ini kinerja yang luar biasa. Dalam waktu relatif singkat, sudah banyak jaringan narkotika yang berhasil diungkap. Kami berharap penindakan ini terus berlanjut hingga benar-benar memutus mata rantai peredaran narkoba, khususnya di Mandau,” ujar Handana, Selasa (21/4/2026).
Ia menambahkan, langkah represif tersebut diimbangi dengan upaya preventif, termasuk penyisiran di sejumlah tempat hiburan malam (THM). Dari hasil pemeriksaan, aparat menemukan sejumlah pengunjung yang positif menggunakan narkotika berdasarkan tes urine.
“Ini menunjukkan pendekatan yang tidak hanya penindakan, tetapi juga pencegahan. Fakta di lapangan membuktikan ancaman narkoba masih nyata dan menyasar berbagai lapisan,” katanya.
Handana optimistis, di bawah kepemimpinan AKBP Fahrian Saleh Siregar, pemberantasan narkotika di Bengkalis akan semakin sistematis, meski diakuinya tantangan di lapangan tidak ringan.
“Kami meyakini, dengan konsistensi dan integritas, mata rantai narkotika dapat diputus. Memang tidak mudah, tetapi capaian saat ini menunjukkan arah yang tepat,” tegasnya.
Lebih jauh, pihaknya menegaskan dukungan penuh terhadap langkah kepolisian, seraya mengingatkan pentingnya penegakan hukum tanpa pandang bulu.
“Siapa pun yang terlibat harus ditindak. Narkotika adalah ancaman serius bagi masa depan generasi bangsa,” ujarnya.
Sebagai bagian dari kontribusi sosial, Tameng Adat LAMR Kecamatan Mandau juga berencana menginisiasi program penyuluhan bahaya narkoba di sekolah-sekolah, khususnya tingkat SMA, dengan menggandeng jajaran Polres Bengkalis.
“Edukasi menjadi kunci. Pencegahan sejak dini harus diperkuat agar generasi muda tidak terjerumus,” tutup Handana.**








Kolom Komentar post