fbpx
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
RIAU24JAM.COM
  • Home
  • Riau24jam
  • Lifestyle
  • Review
  • Entertainment
  • DPRD Bengkalis
23 °c
Duri
26 ° Ming
26 ° Sen
26 ° Sel
27 ° Rab
Tidak ada hasil
Lihat seluruh hasil
  • Home
  • Riau24jam
  • Lifestyle
  • Review
  • Entertainment
  • DPRD Bengkalis
23 °c
Duri
26 ° Ming
26 ° Sen
26 ° Sel
27 ° Rab
Tidak ada hasil
Lihat seluruh hasil
RIAU24JAM.COM
Home Duri

Dari Lahan Mati Jadi Apotek Hidup: Kisah Murni Menjaga Warisan Kesehatan Dunia di Duri

oleh Leon
Selasa, 3 Mar 2026 | 14:45 WIB
dalam Duri
6 0
0
Foto: Murni (36), Ketua Kelompok Dasawisma Bumi Hijau RW 29 (kiri), menunjukkan hasil panen di kebun ketahanan pangan dan TOGA (Jahe Merah, Jahe Putih, Kunyit, dan Terong) yang dikelola.

Foto: Murni (36), Ketua Kelompok Dasawisma Bumi Hijau RW 29 (kiri), menunjukkan hasil panen di kebun ketahanan pangan dan TOGA (Jahe Merah, Jahe Putih, Kunyit, dan Terong) yang dikelola.

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

DURI, RIAU24JAM.COM – Di sudut pekarangan rumah warga, aroma rimpang jahe yang baru dipangkas menyeruak di udara pagi yang lembap. Bagi banyak orang, ini hanyalah aroma bumbu dapur. Namun bagi Murni (37), Ketua Kelompok PKK setempat, aroma itu adalah wangi kemandirian. Baginya, tanaman liar yang sering disepelekan sejatinya adalah penjaga nyawa manusia.

Tepat hari ini, dunia merayakan Hari Kehidupan Liar Sedunia (World Wildlife Day) dengan tema “Tanaman Obat dan Aromatik: Melestarikan Kesehatan, Warisan, dan Mata Pencaharian.” Tema global ini secara kebetulan memotret persis denyut nadi perjuangan Murni dan para ibu di Program Puteri Proklim Melayu Lestari.

Bagi masyarakat Melayu di Bengkalis, jahe merah, kunyit, dan rimpang lainnya adalah tabungan kesehatan warisan turun-temurun. Jahe dikenal membantu menghangatkan tubuh, meredakan gejala flu ringan, serta menjaga daya tahan saat cuaca tak menentu. Sementara kunyit kerap dimanfaatkan sebagai ramuan tradisional untuk membantu menjaga kesehatan pencernaan dan kebugaran tubuh. Namun, seiring modernisasi, pengetahuan tradisional ini perlahan memudar, tergerus oleh ketergantungan pada produk instan dan apotek kimia.

Foto: Anggota Dasawisma RW 29 Bumi Hijau melakukan panen tanaman ketahanan pangan di kebun fasum serta mengelola budidaya TOGA terong, jahe putih, jahe merah, dan kunyit untuk panen pada siklus berikutnya.
Foto: Anggota Dasawisma RW 29 Bumi Hijau melakukan panen tanaman ketahanan pangan di kebun fasum serta mengelola budidaya TOGA terong, jahe putih, jahe merah, dan kunyit untuk panen pada siklus berikutnya.

Peringatan World Wildlife Day mengingatkan kita bahwa 1 dari 4 obat-obatan modern bermula dari flora liar. Melalui inisiatif menanam kembali Jahe Putih, Jahe Merah, hingga Ompu Kunyit di lahan Fasilitas Umum (Fasum), Murni dan kelompoknya sebenarnya sedang melakukan aksi konservasi skala mikro. Mereka menyelamatkan ekosistem tanaman aromatik, sekaligus menyambung kembali rantai pengetahuan tradisional agar tidak putus di generasi mereka.

Baca Juga:   Satresnarkoba Polres Bengkalis Ringkus Terduga Pengedar Sabu di Mandau

Berita Terkait

Oknum Wartawan Terlibat Narkoba? Robby Leonardo: Itu Noda Besar bagi Dunia Pers

Oknum Wartawan Terlibat Narkoba? Robby Leonardo: Itu Noda Besar bagi Dunia Pers

5 Maret 2026
225
Satresnarkoba Polres Bengkalis Ringkus Terduga Pengedar Sabu di Mandau

Satresnarkoba Polres Bengkalis Ringkus Terduga Pengedar Sabu di Mandau

4 Maret 2026
334
THR Wajib Dibayar Penuh dan Tepat Waktu, Disnakertrans Bengkalis Buka Posko Pengaduan 2026

THR Wajib Dibayar Penuh dan Tepat Waktu, Disnakertrans Bengkalis Buka Posko Pengaduan 2026

4 Maret 2026
89

Perjalanan ini bermula dari keresahan. Lahan kosong di RW 29 Bumi Hijau, Kelurahan Air Jamban, dahulu hanya menjadi area tak bertuan yang ditumbuhi semak liar. Ada keinginan besar untuk memiliki kebun Tanaman Obat Keluarga (TOGA), namun keraguan selalu menang. Mereka cemas bibit dan tenaga akan mati sia-sia di atas tanah yang keras.

“Dulu lahan ini membisu melihat keraguan kami. Niat mandiri itu ada, tapi nyali kami ciut sebelum mencoba,” kenang Murni dengan senyum tipis, Selasa (3/3/2026).

Titik balik terjadi saat mereka mengikuti pelatihan dan pendampingan berkelanjutan dari PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). Lewat sentuhan tangan para ibu ini, lahan yang semula mati kini “berbicara” lewat tunas-tunas hijau yang bermunculan. Murni dan kelompoknya mulai berani mengotori tangan. Mereka berjibaku dengan lumpur, belajar menyemai Jahe Putih, Jahe Merah, hingga Ompu Kunyit, serta merawat sayuran hortikultura dengan pupuk organik.

Baca Juga:   Operasi Skala Besar Digelar, Balap Liar dan Knalpot Brong Digulung, Puluhan Motor Diamankan

Hasilnya luar biasa. Secara kesehatan, warga kini memiliki akses cepat ke tanaman obat berkualitas tanpa harus pergi ke pasar. Secara ekonomi, pengeluaran rumah tangga berhasil ditekan, terutama saat harga rempah melambung tinggi. Lebih dari itu, anak-anak di lingkungan tersebut kembali mengenal wujud fisik tanaman obat yang dulu hanya mereka dengar dari cerita nenek moyang.

“Dulu lahan ini hanya tanah kosong yang kami lewati setiap hari, sekarang setiap tunas yang tumbuh di sini seperti mengingatkan bahwa kami juga bisa tumbuh dan berubah bersama,” ujar Murni penuh haru.

Manager Community Involvement & Development (CID) PHR, Iwan Ridwan Faizal, mengaku tersentuh melihat ketangguhan para ibu di Bumi Hijau. Bagi Iwan, melihat Murni dan kawan-kawan berdaya adalah esensi pemberdayaan tertinggi: kemandirian pola pikir.

“Menyaksikan perjuangan Ibu Murni dan kawan-kawan adalah pelajaran tentang ketangguhan. Mereka membuktikan bahwa dari sepetak lahan jahe dan kunyit, kita bisa menjaga kesehatan keluarga sekaligus melestarikan warisan leluhur,” ungkap Iwan.

Baca Juga:   Gasak Pengedar Sabu, Satresnarkoba Polres Bengkalis Ringkus Dua Tersangka

Peringatan World Wildlife Day mengingatkan bahwa melestarikan flora liar dan obat-obatan adalah upaya menjaga napas kehidupan manusia. Di Bumi Hijau, Murni telah memulainya. Di tangan para perempuan yang gigih, sebatang tanaman obat memegang nilai yang jauh lebih tinggi dari sekadar harga jual di pasar; ia adalah warisan dan harga diri yang terus bertunas.***

TENTANG PHR ZONA ROKAN

PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018.

Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan WK Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041.

Daerah operasi WK Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). WK Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.

Tags: PHRPKKPT Pertamina Hulu RokanWorld Wildlife Day
Post Selanjutnya
Reskrim Polsek Mandau Gasak Pengedar Narkoba, 12 Paket Sabu Diamankan

Reskrim Polsek Mandau Gasak Pengedar Narkoba, 12 Paket Sabu Diamankan

Gasak Pengedar Sabu, Satresnarkoba Polres Bengkalis Ringkus Dua Tersangka

Gasak Pengedar Sabu, Satresnarkoba Polres Bengkalis Ringkus Dua Tersangka

Kolom Komentar post

Sosial Media

  • 3.9k Fans
  • 199 Subscribers

BeritaTerbaru

Oknum Wartawan Terlibat Narkoba? Robby Leonardo: Itu Noda Besar bagi Dunia Pers

Oknum Wartawan Terlibat Narkoba? Robby Leonardo: Itu Noda Besar bagi Dunia Pers

5 Maret 2026
225
Satresnarkoba Polres Bengkalis Ringkus Terduga Pengedar Sabu di Mandau

Satresnarkoba Polres Bengkalis Ringkus Terduga Pengedar Sabu di Mandau

4 Maret 2026
334
THR Wajib Dibayar Penuh dan Tepat Waktu, Disnakertrans Bengkalis Buka Posko Pengaduan 2026

THR Wajib Dibayar Penuh dan Tepat Waktu, Disnakertrans Bengkalis Buka Posko Pengaduan 2026

4 Maret 2026
89
Foto: Ilustrasi/Rb/R24j.

Carut-Marut Menu MBG di Duri, Pelaksana Diminta Jangan Cederai Program Presiden

4 Maret 2026
188
kitty core gangbang LetMeJerk tracer 3d porn jessica collins hot LetMeJerk katie cummings joi simply mindy walkthrough LetMeJerk german streets porn pornvideoshub LetMeJerk backroom casting couch lilly deutsche granny sau LetMeJerk latex lucy anal yudi pineda nackt LetMeJerk xshare con nicki minaj hentai LetMeJerk android 21 r34 hentaihaen LetMeJerk emily ratajkowski sex scene milapro1 LetMeJerk emy coligado nude isabella stuffer31 LetMeJerk widowmaker cosplay porn uncharted elena porn LetMeJerk sadkitcat nudes gay torrent ru LetMeJerk titless teen arlena afrodita LetMeJerk kether donohue nude sissy incest LetMeJerk jiggly girls league of legends leeanna vamp nude LetMeJerk fire emblem lucina nackt jessica nigri ass LetMeJerk sasha grey biqle
RIAU24JAM.COM

Dapatkan informasi terkini seputar Riau, Nasional dan Dunia di riau24jam.com - Berita dalam genggaman

Ikuti Kami

  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy

© 2021 RIAU24JAM - Bagian dari PT Karya Bangun Siberkom

Tidak ada hasil
Lihat seluruh hasil
  • Home
  • Riau24jam
  • Lifestyle
  • Review
  • Entertainment
  • DPRD Bengkalis

© 2021 RIAU24JAM - Bagian dari PT Karya Bangun Siberkom

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Sign Up with Google
OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In