DURI, RIAU24JAM.COM – Upaya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mengantisipasi potensi banjir terus digencarkan Pemerintah Kelurahan Duri Barat. Dipimpin langsung oleh Lurah Duri Barat, Rahmawati, SH, kegiatan gotong royong massal dilaksanakan di Gang Hidayah I, Jalan Dewi Sartika, Kelurahan Duri Barat, Kecamatan Mandau, Sabtu (16/5/2026) pagi.
Kegiatan tersebut difokuskan pada normalisasi drainase yang mengalami penyumbatan di sejumlah titik gorong-gorong, sehingga menghambat aliran air dan berpotensi menimbulkan genangan saat curah hujan tinggi.
Dalam kegiatan itu, Rahmawati turun langsung bersama jajaran staf Kelurahan Duri Barat, perangkat RT dan RW, LPMK, Satgas, Linmas, AMPD, serta mendapat dukungan dari tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kecamatan Mandau.
Dengan semangat kebersamaan, seluruh unsur bergotong royong membersihkan saluran drainase, mengangkat material penyumbat, hingga melakukan penyemprotan menggunakan tekanan air dari armada Damkar Mandau untuk membuka saluran gorong-gorong yang tersumbat.
Lurah Duri Barat Rahmawati, SH menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, gotong royong merupakan budaya yang harus terus dijaga sebagai bentuk kepedulian sosial dan tanggung jawab bersama terhadap lingkungan.
“Persoalan drainase bukan hanya tugas pemerintah semata, tetapi menjadi tanggung jawab bersama. Ketika saluran air tersumbat, dampaknya dirasakan masyarakat luas. Karena itu, budaya gotong royong harus tetap hidup sebagai kekuatan sosial dalam menjaga lingkungan,” ujar Rahmawati.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Damkar Kecamatan Mandau yang telah membantu melakukan penyemprotan menggunakan tekanan air untuk membuka drainase yang tersumbat.
“Kami sangat mengapresiasi bantuan dari Damkar Mandau. Dengan peralatan yang dimiliki, proses normalisasi drainase dapat dilakukan lebih maksimal sehingga aliran air kembali lancar,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Rahmawati mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan ke saluran drainase, karena menjadi salah satu penyebab utama terjadinya penyumbatan.
“Kesadaran masyarakat sangat dibutuhkan. Lingkungan yang bersih bukan hanya menciptakan kenyamanan, tetapi juga mencegah banjir dan penyakit. Jangan sampai kelalaian kecil justru merugikan banyak orang,” tegasnya.
Kegiatan gotong royong tersebut mendapat respons positif dari warga sekitar. Selain memperlancar aliran drainase, kegiatan itu juga dinilai memperkuat sinergi antara pemerintah kelurahan dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.**





Kolom Komentar post