DURI, RIAU24JAM.COM — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto kembali menuai sorotan. Di Duri, Kabupaten Bengkalis, sebuah dapur penyedia MBG diduga menyalurkan makanan dan buah tidak layak konsumsi, bahkan ditemukan belatung pada bahan makanan yang disiapkan untuk penerima manfaat.
Temuan ini mencuat dari postingan warga di media sosial dan dokumentasi visual yang beredar, memperlihatkan kondisi buah yang diduga telah membusuk dan terkontaminasi larva. Jika benar, kondisi ini bukan sekadar kelalaian teknis, melainkan ancaman langsung terhadap kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak sebagai sasaran utama program MBG.
“Ini program negara, bukan proyek coba-coba. Kalau makanannya seperti ini, sangat berbahaya,” ujar Robby Ardi salah satu tokoh pemuda, Jumat (23/1/2026).
Program MBG sejatinya dirancang untuk meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan generasi muda. Namun, dugaan ini justru membuka celah persoalan serius pengawasan yang longgar, standar yang diabaikan, dan potensi pelaksanaan yang asal jadi.
Robby menilai, bila dugaan ini terbukti, maka persoalannya bukan hanya pada dapur penyedia, tetapi juga pada rantai pengawasan pemerintah daerah dan pelaksana teknis program. “Program besar dengan anggaran besar tidak boleh dikerjakan dengan mental proyek murahan,” tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola dapur MBG terkait belum memberikan klarifikasi resmi. Upaya konfirmasi kepada dinas terkait juga masih berlangsung. Media ini membuka ruang hak jawab secara proporsional.
Publik mendesak agar dilakukan audit menyeluruh, investigasi independen, serta sanksi tegas bila ditemukan pelanggaran. Program MBG tidak boleh berubah menjadi bom waktu kesehatan, apalagi mencederai kepercayaan publik terhadap agenda strategis nasional.
Program Presiden Prabowo Subianto tidak boleh dikotori oleh kelalaian di lapangan. Makan bergizi gratis harus benar-benar bergizi, higienis, dan manusiawi bukan sekadar gratis, apalagi berbahaya.(*)








Kolom Komentar post