ROKAN HILIR, RIAU24JAM.COM — PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menyayangkan terjadinya aksi pelemparan kursi yang dilakukan oleh seorang oknum berpakai cokelat dengan logo Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir di area Menggala North (MeNo) pada 20 Oktober 2025 lalu.
Corporate Secretary PT Pertamina Hulu Rokan, Eviyanti Rofraida, menyampaikan bahwa PHR menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat, namun menolak segala bentuk kekerasan.
“Kami sangat menyayangkan aksi tersebut. PHR pada dasarnya menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, namun sebaiknya dilakukan dengan tertib dan tanpa tindakan anarkis,” ujar Eviyanti, Senin (27/10/2025) kepada watawan.
Eviyanti menjelaskan, setelah dilakukan dialog antara PHR dan perusahaan mitra kerja, sejumlah tuntutan warga telah diakomodasi. Salah satu hasilnya adalah penyelesaian pembersihan jalan yang menjadi keluhan utama masyarakat.
“PHR berharap adanya kerja sama yang baik antara perusahaan, masyarakat, dan pemerintah daerah untuk menjaga keamanan fasilitas operasi serta keselamatan kerja di lapangan,” tambahnya.
Sementara itu, menurut keterangan warga bernama Polintanjoeng, insiden tersebut berawal dari aksi protes warga terhadap kondisi jalan di sekitar lokasi proyek yang rusak dan berlumpur akibat aktivitas kendaraan berat perusahaan. Lumpur di jalan bahkan disebut sempat menyebabkan seorang pelajar terjatuh dari sepeda motor.
Namun, saat warga melakukan aksi, tidak ada perwakilan resmi perusahaan yang menemui massa. Kondisi itu memicu emosi warga dan aparat desa yang turut berada di lokasi, hingga terjadi ketegangan yang terekam dalam video viral tersebut.
“Warga hanya ingin agar jalan itu segera diperbaiki dan lumpur dibersihkan,” ujar Polintanjoeng.***










Kolom Komentar post