DURI, RIAU24JAM.COM – Di tengah tren penurunan alami produksi di lapangan minyak tua, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) bersama SKK Migas membuktikan bahwa Wilayah Kerja (WK) Rokan masih menyimpan potensi signifikan yang belum sepenuhnya tergarap.
Sumur pengembangan terbaru, TOPI-002, yang berada di struktur Karangan sekitar 20 kilometer dari Kota Duri mencatatkan produksi awal (initial production) sebesar 795 barel minyak per hari (BOPD). Capaian ini menjadi tambahan penting bagi upaya menjaga target lifting migas nasional.
Produksi tersebut diperoleh dari hasil uji pada lapisan Bekasap (BK2800 Lower) di kedalaman relatif dangkal, yakni 937–939 meter. Temuan ini menegaskan bahwa strategi pengeboran terarah di WK Rokan masih efektif untuk mengoptimalkan potensi lapangan mature.
Dari sisi operasional, proyek ini juga mencerminkan efisiensi yang kuat. Pengeboran dilakukan menggunakan metode directional drilling tipe J dengan dukungan Rig ACS#23 (750 HP), dan berhasil diselesaikan dalam 25 hari hingga mencapai kedalaman akhir 1.136 meter measured depth (MD).
Tak hanya cepat, proyek ini juga hemat biaya. Total investasi tercatat sebesar USD 935 ribu, atau sekitar 76 persen dari anggaran yang direncanakan. Dengan demikian, efisiensi biaya mencapai 24 persen dari pagu awal.
General Manager Zona Rokan PHR, Andre Wijanarko, menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari perencanaan presisi dan eksekusi lapangan yang disiplin.
“Keberhasilan sumur TOPI-002 membuktikan bahwa optimasi di lapangan mature masih sangat memungkinkan. Kami tidak hanya mengejar volume produksi, tetapi juga memastikan seluruh proses berjalan efektif, efisien, dan selamat,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).
Ke depan, operator akan melanjutkan uji produksi untuk menentukan laju alir optimal. Langkah ini penting guna menjaga keseimbangan reservoir serta mengantisipasi tingginya kadar air (water cut), yang menjadi tantangan umum di lapangan migas matang.
Sementara itu, Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyambut positif capaian tersebut. Ia menilai sumur TOPI-002 berpotensi memberikan kontribusi signifikan terhadap ketahanan energi nasional.***
Tentang PHR Zona Rokan
PT Pertamina Hulu Rokan merupakan anak usaha Pertamina yang bergerak di sektor hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream PT Pertamina Hulu Energi. PHR berdiri pada 20 Desember 2018 dan resmi mengelola WK Rokan sejak 9 Agustus 2021.
Wilayah operasi WK Rokan mencakup sekitar 6.200 km² yang tersebar di tujuh kabupaten/kota di Provinsi Riau. Saat ini terdapat sekitar 80 lapangan aktif dengan lebih dari 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul. WK Rokan menyumbang sekitar seperempat produksi minyak mentah nasional.
Selain berkontribusi pada produksi energi nasional, PHR juga menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan yang berfokus pada sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat, dan pelestarian lingkungan.






Kolom Komentar post