PEKANBARU, RIAU24JAM.COM – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menegaskan kesiapsiagaan penuh dalam menjaga kelancaran operasional Objek Vital Nasional (Obvitnas) dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Komitmen tersebut diwujudkan melalui peran aktif sebagai tuan rumah Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Satuan Tugas Pengendalian Kebakaran Lahan di Lapangan Upacara Rumbai, Sabtu (25/4/2026).
General Manager PHR Zona Rokan, Andre Wijanarko, menegaskan bahwa stabilitas ekosistem lingkungan merupakan fondasi utama bagi keandalan produksi migas nasional. Menurutnya, karhutla bukan sekadar isu lingkungan, melainkan risiko operasional nyata yang berdampak langsung terhadap infrastruktur energi dan keselamatan publik.
“Penurunan visibilitas, gangguan kesehatan pekerja, hingga ancaman bagi masyarakat sekitar adalah risiko yang harus dimitigasi secara komprehensif sejak fase awal. Kesiagaan personel Fire Brigade dan armada alat berat hari ini mencerminkan komitmen tegas PHR dalam melindungi aset negara sekaligus menjaga ruang hidup masyarakat,” ujar Andre.
Kesiapan korporasi tersebut selaras dengan strategi Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) dalam merespons tantangan hidrometeorologis 2026. Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq, yang bertindak sebagai pembina apel, menekankan pentingnya aktivasi early fire response atau respons dini di tingkat tapak.
Ia mengapresiasi kesiapan armada dan personel dalam apel siaga karhutla yang digelar di kawasan Rumbai. Menurutnya, langkah antisipatif sejak dini krusial untuk menekan potensi kebakaran, khususnya di wilayah rawan dengan karakteristik lahan gambut.
“Pengendalian karhutla menuntut sinergi lintas sektor yang terpadu. Kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan dunia usaha menjadi kunci dalam mewujudkan lingkungan yang aman, bebas karhutla, serta menjamin keberlanjutan ekosistem dan kesehatan masyarakat,” tegas Hanif di hadapan ratusan peserta apel.
Keterlibatan PHR dalam penanggulangan bencana lingkungan tidak hanya bersifat preventif di wilayah operasional, tetapi juga responsif pada skala regional. Pada periode siaga Idulfitri 1447 H, tim penanggulangan kebakaran PHR turut diterjunkan untuk mendukung operasi pemadaman karhutla di Dumai, dengan mengerahkan personel dan peralatan taktis bersama Satgas Gabungan TNI, Polri, dan Manggala Agni guna melokalisasi titik api di lahan gambut.
Apel Kesiapsiagaan Karhutla 2026 melibatkan lebih dari 500 personel gabungan dari unsur TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, serta perwakilan dunia usaha. Kolaborasi ini menjadi indikator kesiapan Provinsi Riau dalam menghadapi potensi anomali cuaca ekstrem sekaligus memperkuat sistem mitigasi berbasis sinergi multipihak.**
Tentang PHR Zona Rokan
PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan anak perusahaan PT Pertamina (Persero) yang bergerak di sektor hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream PT Pertamina Hulu Energi (PHE). Perusahaan ini berdiri pada 20 Desember 2018 dan dipercaya pemerintah untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021.
PHR menjalankan proses alih kelola dari operator sebelumnya dengan prinsip keselamatan, keandalan, dan keberlanjutan. Mandat pengelolaan Zona Rokan berlangsung selama 20 tahun, hingga 8 Agustus 2041.
Wilayah operasi Zona Rokan mencakup area seluas sekitar 6.200 km² yang tersebar di tujuh kabupaten/kota di Provinsi Riau, dengan 80 lapangan aktif, sekitar 11.300 sumur, dan 35 stasiun pengumpul. Produksi dari wilayah ini berkontribusi signifikan, yakni sekitar seperempat produksi minyak mentah nasional.
Selain menjalankan fungsi produksi energi, PHR juga mengembangkan program tanggung jawab sosial dan lingkungan yang berfokus pada sektor pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta pelestarian lingkungan.








Kolom Komentar post