MANDAU, RIAU24JAM.COM – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bengkalis menggelar Rapat Kordinasi (Rakor) bersama seluruh Pendamping Kesejahteraan Sosial (PKS) se-Kabupaten Bengkalis.
Kegiatan yang diikuti sebanyak 41 PKS bersama Korda dan Korcam tersebut dibuka oleh Kepalas Dinas (Kadis) Sosial Dra. Hj. Martini, MH diwakili Sekretaris Drs. H. Zakaria, MH, Senin (12/12/22) bertempat di hotel Surya Duri.
Sebelum membuka kegiatan Sekretaris Dinsos Drs. H. Zakaria, MH menyampaikan bahwa rakor PKS dilaksanakan di akhir tahun sekaligus temu ramah, temu wicara dan dialog untuk menyampaikan kesan dan pesan yang ditemukan dilapangan.
Para PKS yang diberi nama pejuang sosial sebagai pemegang tombak di lapangan sesuai dengan tujuan yaitu sasaran keluarga Penerima Manfaat (KPM) di daerah kita.
“Tugas dilapangan tak lain adalah tepat sasaran, tetap kualitas, harga musti dieveluasi dan dipantau, termasuk penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang sasaran utamanya adalah keluarga miskin atau tidak mampu. Selain itu juga dapat merespon segala keluhan di tengah masyarakat terkait penerima BPNT,” Kata Zakaria, Sekdis Sosial Kabupaten Bengkalis.
Kepada pejuang sosial juga diharapkan mempunyai catatan penting terkait keluhan-keluhan di lapangan. Dan juga data yang tidak menerima bantuan serta alasan bagi warga yang tidak hadir menerima bantuan BPNT tersebut.
“Dan selain itu, pejuang sosial harus dapat melakukan kontrol kondisi warga di lapangan walau dibidang lain. Ini nantinya dapat disampaikan kepada pihak terkait, misalnya anak cacat dan terlantar. Hal ini guna membantu masyarakat sesuai dengan program unggulan Bupati Bengkalis Kasmarni, ‘Bermarwah, Maju dan Sejahtera’ (Bermasa),” terangnya.
Ditambahkannya, bahwa tujuan program BPNT otonom mengurangi beban pengeluaran KPM melalui kebutuhan pangan.
“Sehingga harus tepat sasaran, tepat waktu
tepat jumlah, tepat kualitas, tepat harga dan tepat administrasi. Juga memberikan lebih banyak pilihan dan kendali kepada PKM dalam memenuhi kebutuhan pangan serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerah, terutama usaha mikro kecil di bidang perdagangan,” pungkasnya.
Turut hadir dalam Rakor tersebut, Kabid PFM Andri Hamzah, Staf Dinsos Martias, Jasni dan peserta Pendamping kesejahteraan Sosial se-Kabupaten Bengkalis.**










Kolom Komentar post