PEKANBARU, RIAU24JAM.COM – Wajah Alun-Alun Desa Tanjung Sawit, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, kini berubah drastis. Kawasan yang dahulu dipenuhi gerobak kayu dan tenda sederhana milik pedagang kaki lima, kini tampil tertata rapi sebagai pusat kuliner dan ekonomi kreatif masyarakat desa.
Transformasi tersebut bukan sekadar perubahan fisik atau estetika kawasan. Lebih dari itu, Alun-Alun Tanjung Sawit menjelma menjadi simbol kebangkitan ekonomi warga pasca hadirnya program pengembangan UMKM dari PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).
Ketua Kelompok UMKM Alun-Alun Tanjung Sawit, Pariana (50), mengungkapkan bahwa sebelum adanya pembenahan, para pelaku usaha kerap menghadapi persoalan klasik yang membatasi pertumbuhan ekonomi mereka.
“Dulu para pedagang berjualan dengan fasilitas seadanya. Saat hujan turun, pengunjung langsung berkurang drastis karena area berjualan tidak nyaman. Potensi ekonomi yang sebenarnya besar di kawasan ini jadi tidak tergarap maksimal,” ujar Pariana, Jumat (8/5/2026).
Padahal, kawasan alun-alun tersebut memiliki fasilitas publik seperti jogging track dan taman bermain yang berpotensi menjadi magnet aktivitas masyarakat. Namun keterbatasan sarana membuat geliat ekonomi warga belum berkembang optimal.
Perubahan mulai terlihat ketika PHR hadir melalui program pemberdayaan masyarakat dengan menyediakan 15 booth UMKM yang lebih layak dan representatif, sekaligus memperkuat kapasitas para pelaku usaha melalui berbagai pelatihan.
Meski demikian, Pariana menilai tantangan terbesar bukan terletak pada pembangunan fisik, melainkan mengubah pola pikir para pedagang yang telah lama terbiasa dengan sistem lama. Standar kebersihan dan higienitas sempat dianggap rumit dan membebani sebagian anggota kelompok.
“Dulu kami jualan seadanya saja. Kalau hujan, pembeli hampir tidak ada. Sekarang tempatnya lebih rapi, nyaman, dan membuat kami lebih semangat serta percaya diri menjalankan usaha,” katanya.
Melalui pendekatan persuasif, pendampingan intensif, serta pelatihan higienitas dan sanitasi makanan yang diberikan PHR, para pedagang perlahan mulai beradaptasi. Mereka didorong untuk meningkatkan kualitas produk sekaligus berinovasi agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
Hasilnya terlihat nyata. Pasca implementasi program, omzet rata-rata pelaku UMKM meningkat signifikan hingga mencapai Rp4 juta sampai Rp5 juta per bulan. Aktivitas ekonomi di kawasan tersebut juga tetap berjalan stabil meski kondisi cuaca kurang bersahabat.
Manager Community Involvement & Development (CID) PHR, Iwan Ridwan Faizal, menilai keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa pemberdayaan masyarakat yang dilakukan secara terarah mampu menciptakan dampak ekonomi berkelanjutan.
“Transformasi Alun-Alun Tanjung Sawit membuktikan bahwa dukungan yang tepat, disertai semangat perubahan dari masyarakat, mampu melahirkan kemandirian ekonomi desa yang kuat dan berkelanjutan,” ujar Iwan.
Sinergi antara masyarakat, Pemerintah Desa, dan PHR pun membawa dampak yang lebih luas terhadap tata kelola desa. Berkat perkembangan sektor ekonomi dan penguatan UMKM, Desa Tanjung Sawit berhasil dinobatkan sebagai Desa Terbaik Provinsi Riau Tahun 2025 melalui SK Gubernur Riau Nomor: Kpts 597/V/2025.
Keberhasilan tersebut menjadi penanda bahwa pembangunan desa tidak selalu lahir dari proyek besar bernilai fantastis, melainkan dari keberanian mengubah ruang sederhana menjadi pusat harapan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Tentang PHR Zona Rokan
PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021.
Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan Zona Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041.
Daerah operasi Zona Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). Zona Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina.
Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.








Kolom Komentar post