BENGKALIS, RIAU24JAM.COM – Komitmen membangun desa dan memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat kembali ditegaskan melalui kunjungan Tim Pengawas dan Evaluasi (Wasev) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Tahun Anggaran 2026 di wilayah Kodim 0303/Bengkalis, Senin (11/5/2026).
Kunjungan yang dipimpin Ketua Tim Wasev Brigjen TNI Dr. Eko Harianto, S.Sos., tersebut disambut langsung Dandim 0303/Bengkalis Letkol Inf Haris Nurpriatno, S.Sos., M.IP di Gedung Serba Guna Hj. Nuryah Binti Shontel, Desa Muara Basung, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimda, perwakilan Pemerintah Kabupaten Bengkalis, jajaran TNI-Polri, tokoh masyarakat, hingga perangkat desa di wilayah pelaksanaan TMMD.
Penyambutan berlangsung penuh nuansa budaya Melayu melalui pemasangan tanjak, pertunjukan calempong dan silat, yang menjadi simbol penghormatan sekaligus memperlihatkan harmonisasi antara TNI dan masyarakat.
Dalam sambutannya, Pemerintah Kabupaten Bengkalis yang diwakili Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Adi Pranoto menegaskan bahwa program TMMD bukan sekadar agenda pembangunan fisik, melainkan bentuk nyata sinergi lintas sektor dalam mempercepat pemerataan pembangunan hingga ke pelosok desa.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bengkalis, kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada jajaran TNI, khususnya Kodim 0303/Bengkalis, yang terus bersinergi bersama pemerintah daerah dalam mendukung percepatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat melalui program TMMD,” ujar Adi Pranoto.
Ia menilai, pelaksanaan TMMD telah memberikan dampak signifikan bagi masyarakat desa, mulai dari terbukanya akses infrastruktur, meningkatnya konektivitas wilayah, hingga tumbuhnya semangat gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Program ini bukan hanya membangun jalan atau fasilitas umum, tetapi juga membangun semangat kebersamaan, wawasan kebangsaan dan kemandirian masyarakat desa,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Tim Wasev Brigjen TNI Dr. Eko Harianto menegaskan bahwa TMMD merupakan program strategis nasional yang dilaksanakan secara kolaboratif dengan melibatkan pemerintah daerah, sektor swasta, akademisi hingga masyarakat.
“TMMD adalah bentuk nyata sinergi lintas sektor dalam menjawab tantangan pembangunan, khususnya di wilayah pedesaan, terpencil, tertinggal dan terisolir. Program ini dirancang agar tepat sasaran dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegas Brigjen TNI Eko Harianto.
Menurutnya, keberhasilan TMMD tidak hanya diukur dari pembangunan fisik semata, tetapi juga dari tumbuhnya partisipasi masyarakat dan meningkatnya kualitas hidup warga desa melalui program nonfisik seperti penyuluhan, edukasi, pemberdayaan masyarakat hingga penguatan nilai kebangsaan.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga hasil pembangunan agar manfaat program TMMD dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Setiap fasilitas yang dibangun merupakan aset bersama. Karena itu, partisipasi masyarakat dalam merawat dan memelihara hasil TMMD menjadi kunci keberlanjutan manfaat pembangunan,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Tim Wasev juga menyerahkan bantuan sembako kepada anak-anak stunting bersama jajaran Forkopimda Bengkalis sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap masyarakat.
Usai kegiatan seremoni, rombongan Tim Wasev melanjutkan peninjauan sejumlah sasaran fisik TMMD ke-128 Kodim 0303/Bengkalis di Desa Tengganau, di antaranya pembangunan sumur bor di Jalan Bunta, program bedah rumah tidak layak huni (RTLH), serta peningkatan jalan dan drainase di Jalan Bunta Ujung.
Program-program tersebut dinilai menjadi bukti konkret kehadiran negara melalui TNI dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat desa, sekaligus memperkuat pemerataan pembangunan di wilayah Kabupaten Bengkalis.
(rb/r24j)








Kolom Komentar post