fbpx
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
RIAU24JAM.COM
  • Home
  • Riau24jam
  • Lifestyle
  • Review
  • Entertainment
  • DPRD Bengkalis
23 °c
Duri
26 ° Ming
26 ° Sen
26 ° Sel
27 ° Rab
Tidak ada hasil
Lihat seluruh hasil
  • Home
  • Riau24jam
  • Lifestyle
  • Review
  • Entertainment
  • DPRD Bengkalis
23 °c
Duri
26 ° Ming
26 ° Sen
26 ° Sel
27 ° Rab
Tidak ada hasil
Lihat seluruh hasil
RIAU24JAM.COM
Home Riau24jam

Sejarah dan Perkembangan Zapin Api, Menghidupkan Tradisi yang Pernah Mati

oleh Leon
Jumat, 23 Sep 2022 | 13:30 WIB
dalam Riau24jam, Rupat Utara
69 2
0
Sejarah dan Perkembangan Zapin Api, Menghidupkan Tradisi yang Pernah Mati
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsappBagikan ke Telegram

Riau24jam.com – Bunyi gendang kompang menghidupkan malam. Irama tabuhan begitu dinamis, hingga mengentak jiwa. Di langit, bulan tidak penuh, hanya samar memunculkan cahaya.

Debur ombak terdengar di lapangan kecil lokasi pertunjukan tarian zapin api, di tepian pantai Lapin, Pulau Rupat, Desa Tanjung Medang, Kecamatan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis, Riau.

Tari zapin api ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia tahun 2017 dari Provinsi Riau. Tarian ini penuh magis dan mistik. Sajian tarian ini hanya ada di Pulau Rupat Utara.

Apa sisi menariknya, Tari zapin merupakan salah satu budaya Riau berupa tarian yang diiringin musik melayu. Jika hal ini cukup mainstream, maka berbeda dengan budaya Riau yang satu ini.

Berita Terkait

Idul Adha 1447 H, Lapas Bengkalis Salurkan Hewan Kurban untuk Warga Binaan dan Masyarakat

Idul Adha 1447 H, Lapas Bengkalis Salurkan Hewan Kurban untuk Warga Binaan dan Masyarakat

28 Mei 2026
36
Foto: Penyerahan hewan kurban berupa sapi kepada pengurus salah satu masjid di area Petapahan-Kotabatak, Kecamatan Tapung, Kampar.

Gema Takbir di Zona Rokan: Ratusan Hewan Kurban PHR Alirkan Kebahagiaan hingga ke Pelosok Desa

28 Mei 2026
44
Salat Idul Adha Bersama Warga, Wabup Bengkalis Serukan Semangat Pengorbanan dan Kebersamaan

Salat Idul Adha Bersama Warga, Wabup Bengkalis Serukan Semangat Pengorbanan dan Kebersamaan

27 Mei 2026
30

Zapin api, mengharuskan para penarinya untuk bergoyang ditengah bara api. Menariknya, para penari sama sekali tidak merasa panas. Mereka justru terlihat begitu menikmati tarian dan seolah sedang bermain ditengah api yang semakin membara. Memang, kondisi ini tidak dapat dicerna logika, terlebih api yang panas itu tidak mampu melukai kulit penarinya.

Tarian Zapin Api sarat akan nuansa mistik. Pasalnya sebelum atraksi dimulai, para penari yang terdiri dari lima orang bertelanjang dada ini mengintari dupa kemenyan yang dibakar. Di tengah lapangan sudah disiapkan sabut kelapa yang dibakar untuk pertunjukan.

Pertunjukan ini dipimpin oleh seorang khalifah. Sang khalifah kemudian membacakan doa-doa. Semua pengunjung diinstruksikan agar tidak menyalakan api dalam bentuk apapun. Diiringi oleh musik yang berasal dari petikan dawai gambus, gendang, dan marwas seolah menjadi mantra pemanggil arwah.

Suasana semakin mencengkam ketika sang khalifah mengeraskan hafalan doa-doa. Sementara itu lima orang yang sudah bersiap dihadapan dupa kemudian mengitari piring kemenyan, dan mengambil posisi bersila.

Baca Juga:   Polsek Mandau Bongkar Jaringan Sabu, Dua Pelaku Dibekuk dan Bandar DPO Diburu

Kelimanya melakukan gerak layaknya orang tengah membasuh tubuh. Kedua tangannya meraih asap kemenyan dan menyapunya ke seluruh tubuh. Seolah ingin menelan asap kemenyan, kelima orang ini mendekatkan wajah mereka, mendekati piring berisi dupa tersebut.

Di tengah lapangan, api sudah mulai menyeruak dari sabut kelapa kering yang dibakar. Tanpa komando, salah satu dari lima orang tersebut kemudian berdiri dan bergerak perlahan mengikuti alunan gendang. Pada tahap ini mereka sudah terlihat kerasukan.

Apa yang terjadi selanjutnya, ternyata ia mendekati kobaran api yang sudah disiapkan. Ia mengambil sabut kelapa yang terbakar dengan kedua tangannya dan melemparkannya ke udara. Sontak saja, bunga api bertebaran kemana-mana dan akan sangat menyakitkan jika terkena kulit.

Namun tidak demikian dengan penari ini, ia layaknya tengah mengambil air di sungai disiramkan ke tubuhnya untuk mandi. Tanpa kepanasan, atau luka sedikitpun.

Tidak lama berselang penari yang sudah bercengkrama dengan api ini kemudian memanggil empat temannya yang lain. Salah satu dari mereka kemudian melebur ke dalam api layaknya melebur ke dalam sungai. Masih tanpa sakit atau terluka kepanasan sedikitpun.

Meksi terkesan simpel, namun ada banyak aturan dalam pergelaran ini. Alunan musik harus terus bersuara untuk mempertahankan penari agar tetap dalam kondisi tidak sadar. Jika musik berhenti, maka para pemain akan kembali sadar. Terlebih jika ada yang menyalakan api, maka pertunjukan bisa tidak dilanjutkan lagi.

Setelah sadar, pemain terlihat terkulai lemas tanpa tenaga. Salah satu penari mengatakan jika Ia tidak mengingat aktivitas sebelum menari. Yang ia ingat hanya bertemu dengan seorang putri cantik dan menari mengelilingi taman bunga.

Dia mengikuti putri itu sambil menari juga. Ketika ia mengambil bunga dan melemparkan ke atas, yang dilihatnya bunga beterbangan, sementara di mata penonton adalah percikan bunga api. Mungkin, inilah proses dimana penari melemparkan api saat pertunjukan. Budaya Zapin Api memang sulit di jumpai. Jumlah khalifah atau pemimpin pertunjukan juga hanya berjumlah dua orang. Itupun usianya sudah lanjut dan membutuhkan penerus agar budaya ini tetap eksis.

Baca Juga:   Polsek Mandau Bongkar Jaringan Sabu, Dua Pelaku Dibekuk dan Bandar DPO Diburu

Sejarah

Sejarah adanya Tari Zapin Api, dimulai sebelum Zapin Api ini bernama Zapin Api di Rupat pernah ada sebuah tari, yaitu Tari Api. Tari Api bermula dari keberadaan Suku Akit yang datang dari Malaka untuk melakukan Bele Kampong (jaga kampung). Untuk memperpadukan empat unsur kehidupan dialam yaitu api, air, tanah dan angin.

Namun setelah pengaruh Islam masuk ke pulau Rupat yang dibawa oleh bangsa Aceh keturunan Arab, tari api dirubah menjadi sebuah tari.

Tari Zapin Api merupakan paduan antara Tari Api dan Zapin pada masa pra-Islam. Ada juga yang mengatakan berkaitan erat dengan budaya dari daerah Kubu, Rokan Hilir. Yakni adanya temuan di daerah Rokan Hilir bahwasanya ada tradisi pengobatan yang menggunakan media percikan api yakni Tari Burung Kuayang dari suku Bonai.

Dengan bentuk kegiatan paham sufi di daerah Rokan Hilir dengan membacakan syair para guru atau khalifah dan catatan mantra yang sama dengan dinyanyikan oleh khalifah tari Zapin Api di Rupat Utara.

Tari Zapin Api ini memang belum dikenal luas di Riau. Hanya orang-orang yang ada di Pulau Rupat dan orang-orang yang sudah pernah ke Pulau Rupat yang tahu tentang Zapin Api. Orang luar Pulau Rupat biasanya hanya mendapat cerita bagaimana tarian tari Zapin Api itu dimainkan.

Ada beberapa hal yang membuat Zapin Api di Rupat menarik, tentunya berdasarkan atraksi yang tergambar yaitu eksistensi tari Zapin Api. Tari zapin tentunya bukanlah hal yang asing bagi kita.Tari Zapin lekat dengan Melayu di mana saja di Nusantara. Bahkan tari ini banyak disukai etnis lain.

Namun Zapin Api adalah sesuatu yang berbeda meskipun sama-sama mengandalkan gerakan kaki dan pengaruh dari Arab. Zapin Api dimainkan dengan mantra-mantra yang dibacakan oleh dukun atau lebih dikenal dengan sebutan pawang. Ada sebuah ritual mistis sebelum melakukan adegan tari di atas api itu.

Perkembangan

Zapin Api ini ada dua priode atau dua zaman yaitu pada masa masyarakat mempercayai animisme dan dinamisme dan Islam. Tidak dipungkiri bahwa kepercayaan animisme dan dinamisme masih banyak, sekarang Islam tetap Islam tetapi keyakinan masyarakat tetap tidak bisa kita rubah.

Baca Juga:   Polsek Mandau Bongkar Jaringan Sabu, Dua Pelaku Dibekuk dan Bandar DPO Diburu

Unsur Islamnya yaitu Zapinnya sedangkan ditambah api karna masih menggunakan kebudayaan turun temurun, sama juga dengan Tari Piring yang ada di Sumatera Barat, pelakunya yang tidak luka memijak-mijak beling atau kaca karena ada pawang atau pemimpin yang membacakan mantra-mantra dan tidak lepas dari unsur magis bahwa kita percaya adanya dukun, pawang, bomo, atau zaman sekarang disebut dengan kolaborasi.

Zapin Api ini merupakan hasil kolaborasi antara dua zaman yaitu antara Animisme dan Dinamisme dengan Islam yang ada di Pulau Rupat. Ketika Islam datang dan masuk mengenalkan kebudayaanya dan kemudiaan kebudayaan setempat menerima dengan terbuka tetapi tidak menghilangkan tradisi kebudayaan yang sudah ada. Jadi, mereka kawinkan agar penampilan tontonan menjadi lebih seru dan menarik penonton.

Zapin Api Tidak lepas dari unsur magic bahwa masyarakat tetap menganut Islam tetapi kepercayaan Animisme masih banyak dan kepercayaan adanya Pawang, Bomo, Dukun masih dipercayai sampai saat ini.

Perkembangan yang terjadi didalam tradisi Tari Zapin Api sudah dimulai sejak masuknya Isam ke Pulau Rupat. Pada awalnya tarian ini digunakan hanya untuk tolak bala atau jaga kampung, setelah Islam masuk dan menambahkan musik nama Tari Api berubah menjadi Tari Zapin Api.

Periode pekembangan tari Zapin Api terbagi atas lima bagian yaitu, Periode Awal Kemunculan, Periode Masuknya Islam, Periode Masa Keemasan, Periode Masa Kemunduran, Periode Masa Kemunculan Kembali.

Pengembangan tradisi kesenian Zapin Api ini sangat perlu dilakukan karena sangat berpotensi dan mempunyai ciri khas tersendiri yang unik dibandingkan dengan tradisi-tradisi lainya yang berada di Pulau Rupat.

Tradisi Tari Zapin Api yang sudah menjadi khasanah budaya yang ada di Pulau Rupat yang perlu dilestarikan karna mengandung nilai-nilai yang baik terhadap kehidupan masyarakat, sekarang tari Zapin Api ini menjadi salah satu objek wisata budaya bahari yang ada di Pulau Rupat dan mulai di kembangkan upaya-upaya pelestarianya.

R

Tags: bengkalisriauriau24jamRupat UtaraTeluk rhuWarisan budayaZapin api
Post Selanjutnya
Camat Mandau Serahkan Bantuan Bagi Korban Banjir di Kelurahan Gajah Sakti

Camat Mandau Serahkan Bantuan Bagi Korban Banjir di Kelurahan Gajah Sakti

HUT Lalu Lintas Bhayangkara Ke-67, Bupati dan Dandim Senam Bersama dan Lepaskan Latber Trail Adventure Duri

HUT Lalu Lintas Bhayangkara Ke-67, Bupati dan Dandim Senam Bersama dan Lepaskan Latber Trail Adventure Duri

Kolom Komentar post

Sosial Media

  • 3.9k Fans
  • 199 Subscribers

BeritaTerbaru

PDC Raih Tiga Penghargaan di TOP CSR Awards 2026, Program MALIKA Jadi Sorotan

PDC Raih Tiga Penghargaan di TOP CSR Awards 2026, Program MALIKA Jadi Sorotan

29 Mei 2026
32
Momentum Idul Adha, RSU Mutia Sari Duri Hadirkan Makna Pengorbanan dan Solidaritas

Momentum Idul Adha, RSU Mutia Sari Duri Hadirkan Makna Pengorbanan dan Solidaritas

28 Mei 2026
59
Idul Adha 1447 H, Lapas Bengkalis Salurkan Hewan Kurban untuk Warga Binaan dan Masyarakat

Idul Adha 1447 H, Lapas Bengkalis Salurkan Hewan Kurban untuk Warga Binaan dan Masyarakat

28 Mei 2026
36
Sambut Iduladha 1447 H, PDC Distribusikan Hewan Kurban ke Seluruh Wilayah Operasional

Sambut Iduladha 1447 H, PDC Distribusikan Hewan Kurban ke Seluruh Wilayah Operasional

28 Mei 2026
38
kitty core gangbang LetMeJerk tracer 3d porn jessica collins hot LetMeJerk katie cummings joi simply mindy walkthrough LetMeJerk german streets porn pornvideoshub LetMeJerk backroom casting couch lilly deutsche granny sau LetMeJerk latex lucy anal yudi pineda nackt LetMeJerk xshare con nicki minaj hentai LetMeJerk android 21 r34 hentaihaen LetMeJerk emily ratajkowski sex scene milapro1 LetMeJerk emy coligado nude isabella stuffer31 LetMeJerk widowmaker cosplay porn uncharted elena porn LetMeJerk sadkitcat nudes gay torrent ru LetMeJerk titless teen arlena afrodita LetMeJerk kether donohue nude sissy incest LetMeJerk jiggly girls league of legends leeanna vamp nude LetMeJerk fire emblem lucina nackt jessica nigri ass LetMeJerk sasha grey biqle
RIAU24JAM.COM

Dapatkan informasi terkini seputar Riau, Nasional dan Dunia di riau24jam.com - Berita dalam genggaman

Ikuti Kami

  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy

© 2021 RIAU24JAM - Bagian dari PT Karya Bangun Siberkom

Tidak ada hasil
Lihat seluruh hasil
  • Home
  • Riau24jam
  • Lifestyle
  • Review
  • Entertainment
  • DPRD Bengkalis

© 2021 RIAU24JAM - Bagian dari PT Karya Bangun Siberkom

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Sign Up with Google
OR

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In