Foto repro geolog Richard Hopper (kanan) saat melakukan eksplorasi minyak di Sumatera Bagian Tengah, yang kini Provinsi Riau. (ANTARA/HO-PT CPI
PEKANBARU – Menyibak Sejarah Sumatera Tengah. Begitu tema acara bedah buku karya Richard H. Hopper. Dilaksanakan melalui aplikasi zoom meeting, pada Rabu (31/3/2021), pukul 08.30 hingga 12.30 WIB.
Hopper adalah seorang geolog atau ahli batuan asal AS yang berjasa besar menemukan ladang minyak di Riau. Meskipun profesinya sebagai geolog, ia juga mencintai tanah Sumatera, sehingga tertarik untuk menulis buku yang berjudul Ribuan Tahun Sumatera Tengah ~ Sejarah Manusia, Rempah, Timah & Emas Hitam (2016).
Acara bedah buku ini diikuti 476 peserta. Berasal dari sejumlah daerah dan negara, di antaranya, Riau,Ternate, Banyumas, Purwokerto, Mojokerto, dan Bantul. Kemudian, negara Australia, Malaysia, dan Thailand.
Kegiatan ini ditaja oleh Fakultas Ilmu Budaya Universitas Lancang Kuning (Unilak), dengan menggandeng Dinas Kebudayaan Provinsi Riau, dan SKK Migas PT. Chevron Pasific Indonesia (CPI).
Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Lancang Kuning, M. Kafrawi, S.S., M.Sn mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka membangun ruang-ruang diskusi dan literasi budaya.
“Keberadaan buku ini ditulis oleh orang luar (WNA), berdasarkan sudut pandang dan kenyataan yang ia temui di lapangan tentang Sumatra Tengah yang dahulunya Riau adalah bagian darinya,” kata Kafrawi, Kamis (1/4/2021).
“Tentunya ini menarik untuk kita ketengahkan. Mengukur dan menakar kedalamannya dari berbagai perspektif kemungkinan. Maka FIB Unilak tertarik menaja kegiatan ini dengan mengundang pakar-pakar sejarah dan budayawan Riau,” katanya lagi.
Dekan yang juga merupakan seniman Riau ini menambahkan, dengan adanya ruang diskusi ini diharapkan menjadi pemercik untuk mendedahkan kembali sejarah Sumatra dan Riau.
Ia menyebutkan, ramainya peserta yang bergabung pada bedah buku tersebut, dari lintas kota, provinsi dan negara. Ini menandakan bahwa Sumatra dan Riau memiliki nama besar.
“Untuk provinsi dan kota di Sumatera hampir semua mewakili. Jumlah pendaftar yang kami tampung melalui google form berjumlah 476 peserta. Itu belum yang bergabung langsung tanpa pendaftaran” jelasnya.
Adapun pakar-pakar sejarah dan budaya yang menjadi narasumber adalah Prof. Suwardi MS (sejarahwan), Taufik Ikram Jamil (budayawan), Dr. Junaidi (akademisi budaya) dan Prof. Samsul Nizar (akademisi pemerhati budaya).
Dipandu oleh Jefrizal, S.Hum, M.Sn selaku WD III FIB Unilak, juga dihadiri oleh General Manager Corporate Affairs Sumatera PT CPI, Sukamto Tamrin.
(mcr/yan)










Kolom Komentar post