PINGGIR, RIAU24JAM.COM – Kepala Desa Muara Basung, Akyar Mukmin, S.IP., M.IP., menghadiri peringatan Milad Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) ke-24 yang digelar di Gedung Serba Guna Hj. Nuryah binti Penghulu Sontel. Kegiatan tersebut dihadiri para kepala sekolah dan guru Raudhatul Athfal (RA) dari empat kecamatan, yakni Pinggir, Talang Muandau, Mandau, dan Bathin Solapan.
Dalam sambutannya, Akyar Mukmin menyampaikan ucapan selamat atas peringatan Milad IGRA ke-24. Ia berharap organisasi yang menaungi para pendidik RA tersebut terus konsisten mengabdi melalui penguatan kader, penyatuan gerak, serta melahirkan berbagai karya dan prestasi.
Mengusung semangat Menguatkan Kader, Menyatukan Gerak, Melahirkan Karya dan Prestasi Menuju IGRA Bermartabat dan Bermanfaat, momentum Milad ini diharapkan tidak sekadar menjadi seremoni organisasi, tetapi juga ruang memperkuat dedikasi dan profesionalisme guru dalam membangun fondasi pendidikan anak usia dini.
Akyar menilai, profesi guru, khususnya guru RA, merupakan pengabdian yang membutuhkan kesabaran, ketulusan, dan keikhlasan luar biasa. Sebab, mendidik anak-anak pada usia dini bukan sekadar proses mentransfer pengetahuan, melainkan membentuk karakter, menanamkan nilai moral, serta meletakkan dasar kepribadian generasi masa depan.
“Menurut saya, salah satu pengabdian yang memiliki nilai pahala sangat tinggi adalah menjadi seorang guru. Terlebih guru RA, yang setiap hari harus menghadapi anak-anak dengan penuh kesabaran, ketulusan, dan keikhlasan,” ungkapnya.
Ia bahkan mengakui bahwa tidak semua orang memiliki kemampuan dan ketangguhan untuk menjalani profesi tersebut. Karena itu, para guru RA patut dipandang sebagai sosok istimewa yang memiliki tanggung jawab besar dalam dunia pendidikan.
Untuk menggambarkan bahwa setiap profesi memiliki kemampuan dan perannya masing-masing, Akyar menyampaikan sebuah perumpamaan yang sarat makna.
“Jangan kita katakan silet itu tidak tajam hanya karena tidak mampu memotong batang kelapa. Begitu juga jangan kita katakan kapak itu tumpul hanya karena tidak bisa mencukur kumis. Semuanya memiliki fungsi dan porsinya masing-masing,” tuturnya.
Perumpamaan tersebut menjadi pesan bahwa setiap orang memiliki kelebihan, kapasitas, dan ruang pengabdian yang berbeda. Demikian pula guru RA, yang memiliki kompetensi dan peran khusus dalam mendidik anak-anak sejak usia dini.
Menurutnya, peran guru tidak semestinya diukur hanya dari hasil yang terlihat secara langsung. Sebab, keberhasilan pendidikan juga tumbuh melalui proses panjang, mulai dari pembentukan karakter, penanaman kedisiplinan, hingga pengenalan nilai-nilai kebaikan sejak masa kanak-kanak.
Peringatan Milad IGRA ke-24 ini turut dihadiri para kepala sekolah RA dan tenaga pendidik dari Kecamatan Pinggir, Talang Muandau, Mandau, serta Bathin Solapan, termasuk jajaran pengurus IGRA Kabupaten Bengkalis.
Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa kemajuan pendidikan tidak hanya bertumpu pada kebijakan dan fasilitas, tetapi juga pada kualitas pengabdian para pendidik. Dari tangan guru RA, fondasi generasi berkarakter mulai dibangun.(*)









Kolom Komentar post