MUARA BASUNG, RIAU24JAM.COM — Kemerdekaan tidak selalu dirayakan dengan seremoni yang megah. Di Desa Muara Basung, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, semangat kemerdekaan justru dirawat melalui sesuatu yang sederhana, tetapi fundamental: bergerak bersama untuk hidup lebih sehat.
Suasana itu terasa dalam kegiatan Senam Pagi Kemerdekaan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, yang digelar Pemerintah Desa Muara Basung bersama masyarakat, Sabtu (22/8/2026).
Lapangan Sepak Bola Proyek, Dusun II Sialang Rimbun, berubah menjadi ruang kebersamaan. Masyarakat, para kepala sekolah, majelis guru, serta berbagai unsur pemerintahan dan kelembagaan desa larut dalam suasana yang meriah, penuh kegembiraan dan keakraban.
Bagi masyarakat Muara Basung, olahraga pagi itu bukan sekadar agenda memeriahkan bulan kemerdekaan. Ada pesan yang lebih panjang di balik keringat yang jatuh: bahwa membangun masyarakat juga berarti membangun kesadaran untuk menjaga kesehatan.
Kepala Desa Muara Basung, Akhyar Mukmin, S.IP., M.IP., menyampaikan rasa bangga sekaligus bahagianya dapat kembali memperingati HUT Kemerdekaan bersama berbagai elemen masyarakat.
“Saya bangga dan bahagia bisa kembali melaksanakan kegiatan memeriahkan HUT RI bersama seluruh elemen masyarakat Desa Muara Basung. Saya juga bangga menjadi bagian dari masyarakat yang guyub, kompak dan mandiri,” ujar Akhyar.
Menurutnya, momentum kemerdekaan semestinya tidak berhenti pada pengibaran bendera dan perayaan seremonial. Semangat kemerdekaan harus diterjemahkan menjadi kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari, termasuk kesadaran menjaga kesehatan.
Ia mengajak masyarakat menjadikan olahraga sebagai bagian dari rutinitas keluarga dan lingkungan.
“Mari kita gemar menyuarakan dan melaksanakan pola hidup sehat. Ikhtiar untuk hidup sehat dimulai dari keluarga dan lingkungan masing-masing,” katanya.
Akhyar menegaskan, olahraga tidak harus selalu dilakukan dalam bentuk yang berat. Senam, berlari, bersepeda, bermain sepak bola, futsal, latihan di pusat kebugaran maupun aktivitas fisik lainnya merupakan bagian dari ikhtiar menjaga kebugaran tubuh.
“Memang olahraga tidak untuk memanjangkan umur, karena umur adalah hak Allah SWT. Tetapi kita bisa berikhtiar dengan berolahraga agar di hari tua tetap sehat dan bahagia bersama keluarga,” tuturnya.
Pernyataan itu menjadi semacam penanda bahwa pembangunan desa tidak semata diukur dari infrastruktur yang berdiri atau program yang tersusun di atas kertas. Kualitas pembangunan juga tercermin dari bagaimana masyarakat membangun kebiasaan hidup sehat, saling menjaga dan tumbuh dalam ruang sosial yang guyub.
Semangat tersebut semakin lengkap dengan hadirnya UPT Puskesmas Muara Basung yang membuka layanan pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat. Pemeriksaan ini memberi kesempatan kepada peserta untuk tidak hanya berkeringat bersama, tetapi juga mengetahui kondisi kesehatan mereka secara lebih dini.
Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Riau yang hadir dalam kegiatan tersebut turut mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
“Marilah kita terapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari,” pesannya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri TP-PKK, Pemerintah Desa Muara Basung, Bhabinkamtibmas, Babinsa, BPD, LKMD, para kepala sekolah, Korwilcam Pendidikan Mandau, Sekretaris Perpustakaan Kabupaten Bengkalis, serta jajaran UPT Puskesmas Muara Basung.
Di bawah semangat merah putih, lapangan sepak bola itu akhirnya menjadi lebih dari sekadar tempat berolahraga. Ia menjadi ruang tempat masyarakat bertemu, tertawa, bergerak dan mengingat kembali satu hal penting: kemerdekaan bukan hanya tentang bebas dari penjajahan, tetapi juga tentang kemampuan masyarakat merawat dirinya, lingkungannya dan kebersamaannya.
Dari Muara Basung, kemerdekaan pun dirayakan dengan cara yang sederhana—melalui gerak dan keringat—namun menyimpan pesan yang jauh lebih panjang tentang masa depan masyarakat yang sehat, mandiri dan solid.(*)








Kolom Komentar post