PINGGIR, RIAU24JAM.COM — Kemerdekaan tak selalu dirayakan dengan panggung megah. Di Desa Muara Basung, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, semangat itu justru tumbuh dari swadaya, gotong royong dan kekompakan warga.
Sekitar 900 peserta dari berbagai sekolah, pondok pesantren, yayasan dan kelompok majelis taklim tumpah dalam Pawai Keakraban dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Republik Indonesia. Kegiatan berlangsung di Dusun 2 Sialang Rimbun dan Dusun 3 Sialang Muda, Desa Muara Basung.
Pawai tersebut menjadi ruang perjumpaan masyarakat sekaligus panggung kebersamaan. Anak-anak sekolah berjalan dan tampil membawa semangat kemerdekaan, sementara masyarakat dari berbagai unsur ikut menghidupkan suasana dengan kreativitas masing-masing.
Peserta berasal dari Ponpes Albahjah, YPI Al Muhajirin, SDN 9 Pinggir, SMPN 3 Pinggir, TK Cahaya Bunda, TK Harapan Bangsa, Yayasan Muhajirin Darul Amin serta majelis taklim.
Kepala Desa Muara Basung, Akhyar Mukmin, S.IP., M.IP., mengapresiasi partisipasi seluruh peserta yang dinilainya telah menunjukkan wajah kebersamaan masyarakat desa.
Menurutnya, pelaksanaan kegiatan di tengah kondisi fiskal yang menuntut efisiensi justru memperlihatkan bahwa semangat merayakan kemerdekaan tidak harus bergantung sepenuhnya pada besarnya anggaran.
“Apresiasi dan rasa bangga kami sampaikan kepada seluruh sekolah dan peserta pawai yang telah berpartisipasi serta berkolaborasi mengikuti kegiatan ini. Meskipun kondisi fiskal sedang efisiensi, semangat swadaya dan gotong royong dari masing-masing kelompok peserta cukup tinggi,” ujar Akhyar, Selasa (18/8/2026).
Ia mengatakan, kekompakan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi pemerintah desa.
“Bangga rasanya sebagai pemimpin di Desa Muara Basung ini melihat masyarakat kompak dan guyub,” katanya.
Pawai tidak berhenti pada barisan peserta yang melintas. Sejumlah penampilan turut mengisi rangkaian kegiatan, mulai dari lagu-lagu kebangsaan hingga tarian kreasi yang dibawakan anak-anak TK, SD, pondok pesantren dan yayasan.
Di tangan anak-anak, kemerdekaan tampil dalam bentuk yang sederhana tetapi penuh makna. Lagu kebangsaan dinyanyikan, tarian dipentaskan, dan kreativitas menjadi bahasa yang mempertemukan berbagai lapisan masyarakat.
Suasana semakin semarak dengan pembagian doorprize bagi peserta.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Desa Muara Basung, Ketua TP-PKK, Sekretaris Desa, BPD, Babinsa, para kepala dusun, RW, RT, mahasiswa KKN serta kepala sekolah dari satuan pendidikan yang ikut berpartisipasi.
Bagi Muara Basung, pawai keakraban bukan sekadar agenda peringatan HUT RI. Ia menjadi semacam cermin sosial: bahwa ketika anggaran harus dihemat, kebersamaan justru tidak boleh ikut dipangkas.
Sebab kemerdekaan tidak hanya dirayakan dengan seremoni. Ia hidup dalam gotong royong, tumbuh dalam partisipasi dan menemukan maknanya ketika masyarakat bergerak bersama.
Dari Sialang Rimbun hingga Sialang Muda, sekitar 900 peserta menunjukkan satu pesan sederhana: semangat kemerdekaan akan selalu menemukan jalannya, selama masyarakat masih memiliki kemauan untuk berjalan bersama.(*)








Kolom Komentar post