DURI, RIAU24JAM.COM — Kemajuan sebuah kota tidak hanya diukur dari jalan yang mulus, gedung yang menjulang atau lampu yang menerangi malam. Di tengah derasnya transformasi digital, jaringan internet telah menjadi bagian penting dari infrastruktur perkotaan. Namun, ketika kabel fiber optik tumbuh tanpa penataan, menjuntai dan menumpang pada tiang listrik milik PLN, kemajuan digital berpotensi berubah menjadi persoalan keselamatan dan wajah kota.
Pemandangan kabel internet yang berseliweran di sejumlah ruas jalan di Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, menjadi sorotan. Infrastruktur yang semestinya menopang kebutuhan masyarakat terhadap konektivitas digital itu, di sejumlah titik justru terlihat tidak tertata dan menggunakan tiang listrik PLN sebagai media pemasangan.
Persoalannya bukan sekadar soal estetika. Kabel yang dipasang tanpa penataan berpotensi menjuntai rendah, mengganggu aktivitas masyarakat, serta meningkatkan risiko keselamatan apabila berada terlalu dekat dengan jaringan kelistrikan.
Di tengah pertumbuhan jumlah penyedia layanan internet, kondisi tersebut juga menyoroti pentingnya tata kelola infrastruktur telekomunikasi. Semakin banyak jaringan dibangun, semakin besar pula kebutuhan terhadap penataan ruang udara kota agar tidak berubah menjadi belantara kabel yang mengganggu ketertiban dan keselamatan publik.
Manager ULP PLN Duri, Andri Van Anugrah, menegaskan PLN mendukung peningkatan akses internet bagi masyarakat. Namun, ekspansi konektivitas digital harus berjalan beriringan dengan ketertiban pembangunan, perizinan dan standar keselamatan.
“PLN mendukung pengembangan konektivitas internet bagi masyarakat. Kami mengimbau penyedia jasa agar pembangunan jaringan fiber optik dilakukan melalui infrastruktur yang sesuai, dengan tetap memperhatikan perizinan dan ketentuan penataan jaringan yang berlaku. Koordinasi dengan pemerintah daerah juga diperlukan agar pembangunan dapat berlangsung secara tertib dan tidak mengganggu infrastruktur lainnya,” ujar Andri, Rabu (19/8/2026) kepada Riau24jam.com.
Menurut Andri, penyedia jasa internet semestinya membangun jaringan fiber optik melalui infrastruktur khusus sesuai dengan provider masing-masing. Dengan pola tersebut, jaringan telekomunikasi dapat tertata tanpa menjadikan tiang listrik PLN sebagai tempat bergantungnya kabel komunikasi.
PLN pun mengingatkan agar tiang listrik tidak digunakan sebagai media pemasangan jaringan fiber optik.
“Penempatan kabel yang tidak sesuai dapat menyebabkan kabel menjuntai rendah, mengganggu keselamatan masyarakat, serta meningkatkan risiko tiang miring atau patah yang pada akhirnya dapat menyebabkan gangguan dan pemadaman listrik,” tegasnya.
Peringatan tersebut menunjukkan bahwa persoalan kabel internet bukan sekadar urusan teknis antarpenyedia layanan. Ketika pemasangannya bersinggungan dengan infrastruktur kelistrikan, dampaknya dapat merembet kepada kepentingan publik, keselamatan warga, keandalan jaringan listrik hingga estetika kawasan perkotaan.
Karena itu, Andri mengajak seluruh penyedia jasa internet dan pemangku kepentingan tidak memandang penataan jaringan hanya sebagai persoalan administratif. Infrastruktur telekomunikasi yang tumbuh tanpa tata kelola justru berpotensi melahirkan persoalan baru di kemudian hari.
“Karena itu, kami mengajak seluruh penyedia jasa dan pemangku kepentingan untuk bersama-sama menjaga keselamatan, ketertiban infrastruktur, dan keandalan pasokan listrik,” lanjut Andri.
Pesan tersebut menjadi relevan bagi Duri yang terus berkembang sebagai kawasan perkotaan dan pusat aktivitas ekonomi. Digitalisasi merupakan kebutuhan zaman dan tak mungkin dibendung. Namun, kemajuan teknologi tidak semestinya dibayar dengan ruang publik yang semrawut ataupun keselamatan masyarakat yang dipertaruhkan.
Internet boleh menjalar hingga ke setiap rumah. Tetapi kabelnya tetap membutuhkan jalur, infrastruktur dan aturan yang jelas.
Sebab, kota modern bukan sekadar kota yang terkoneksi. Kota modern adalah kota yang mampu menata konektivitasnya dengan tertib, aman dan bertanggung jawab tanpa menjadikan keselamatan publik sebagai ongkos dari sebuah kemajuan.
(Rb/R24j)










Kolom Komentar post