DURI, RIAU24JAM.COM – Malam yang biasanya diterangi seberkas lampu berubah menjadi pekat di rumah sederhana milik Ismaniar, seorang nenek lanjut usia di Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis. Sejak meteran listrik dicabut dan aliran listrik diputus, rumah yang dihuni bersama anaknya yang merupakan penyintas stroke itu hanya diselimuti gelap.
Tak ada cahaya yang menyala. Tak ada kipas angin yang berputar. Yang tersisa hanyalah kesunyian, ditemani kecemasan sebuah keluarga yang mengaku tidak menyangka rumah mereka akan kehilangan akses listrik.
Di sudut rumah yang kini gulita, Ismaniar harus menjalani malam dalam keterbatasan. Di rumah yang sama, anaknya yang tengah berjuang melawan penyakit stroke juga ikut merasakan dampak pemutusan aliran listrik tersebut.
Jeri, cucu Ismaniar, mengaku tak mampu menyembunyikan kesedihannya saat menceritakan kondisi rumah sang nenek kepada wartawan.
“Gelap-gelapan malam ini, Bang,” ucap Jeri lirih saat dikonfirmasi Riau24jam.com, Rabu (5/8/2026).
Kalimat singkat itu menggambarkan kondisi yang tengah dihadapi keluarga tersebut. Rumah yang sebelumnya masih memiliki penerangan, kini berubah menjadi ruang yang diselimuti kegelapan.
Peristiwa ini merupakan lanjutan dari polemik yang sebelumnya mencuat, ketika keluarga mengeluhkan pencabutan meteran listrik yang disebut dilakukan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Keluhan itu pun mengundang perhatian masyarakat dan memunculkan perbincangan mengenai sisi kemanusiaan dalam pelaksanaan penertiban pelanggan listrik, terutama ketika yang terdampak adalah seorang nenek renta dan anaknya yang merupakan penyintas stroke.
Di sisi lain, pihak PLN ULP Duri telah memberikan penjelasan bahwa tindakan tersebut dilakukan sesuai ketentuan dan prosedur yang berlaku. Namun, di balik penjelasan administratif itu, realitas yang dihadapi keluarga Ismaniar malam ini tak terbantahkan: sebuah rumah yang tenggelam dalam gelap, dihuni seorang lansia dan anak yang sedang sakit.
Hingga berita ini diterbitkan, aliran listrik di rumah Ismaniar belum kembali menyala. Malam itu, keluarga hanya bisa bertahan dalam kegelapan, berharap ada jalan keluar yang mampu menghadirkan kembali cahaya di rumah sederhana mereka.(*)






Kolom Komentar post