DURI, RIAU24JAM.COM — Di tengah derasnya arus informasi yang kerap tak terverifikasi, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menegaskan satu sikap: wartawan bukan sekadar penyampai kabar, melainkan benteng akal sehat publik sekaligus mitra strategis dalam menjaga ketahanan energi nasional.
Penegasan itu disampaikan Head of Relations Zona Rokan North PHR, Hardianto, dalam agenda Safari Ramadan yang dirangkai dengan silaturahmi, santunan anak yatim, dan buka puasa bersama insan pers, Selasa (17/3/2026), di Hotel Grand Zuri Duri.
Dalam suasana hujan yang menyelimuti acara, Hardianto memaknainya sebagai tanda keberkahan terlebih kegiatan tersebut tak hanya menjadi ruang temu antara industri dan media, tetapi juga menghadirkan kepedulian sosial melalui pemberian santunan kepada anak-anak yatim.
“Alhamdulillah, kita masih bisa berkumpul. Ini bukan hanya silaturahmi, tetapi juga penguatan kolaborasi yang memiliki dampak luas bagi masyarakat, sekaligus berbagi dengan anak-anak yatim yang menjadi bagian dari tanggung jawab sosial kita,” ujarnya.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa di era media sosial yang serba cepat di mana informasi kerap beredar tanpa filter peran wartawan menjadi semakin krusial sebagai penjaga akurasi dan penyeimbang narasi publik.
“Ketika informasi melenceng, di situlah wartawan hadir untuk meluruskan. Ini bukan sekadar kerja jurnalistik, tapi kontribusi nyata terhadap stabilitas sosial dan ketahanan energi,” tegasnya.
Menurut Hardianto, fokus PHR tidak hanya berkutat pada produksi migas, tetapi juga menyentuh dimensi sosial. Kegiatan santunan anak yatim, menurutnya, merupakan bagian dari komitmen tersebut bahwa keberadaan industri harus memberi dampak nyata bagi masyarakat sekitar.
“Energi yang kami hasilkan harus sejalan dengan energi kepedulian. Kehadiran kita harus dirasakan, terutama oleh mereka yang membutuhkan,” katanya.
Kegiatan ini juga menjadi titik temu penting bagi para wartawan yang selama ini bekerja di lapangan dengan intensitas tinggi, namun minim ruang interaksi. Di sisi lain, PHR memanfaatkan momentum ini untuk menegaskan komitmennya dalam membangun hubungan yang sehat dan produktif dengan insan pers.
“Pemberitaan yang akurat dan berimbang dari rekan-rekan wartawan secara tidak langsung ikut menopang operasional kami. Ini kontribusi yang tidak bisa dianggap kecil,” ujarnya.
Ia juga menyinggung fenomena menjamurnya pihak-pihak yang mengatasnamakan profesi wartawan tanpa standar profesional yang jelas. Dalam konteks ini, ia menekankan pentingnya integritas dan kredibilitas sebagai fondasi utama dunia jurnalistik.
“Kami percaya, wartawan yang hadir di sini adalah mereka yang bekerja dengan standar profesional dan telah teruji dalam menjaga kualitas informasi publik,” ucapnya.
Menutup sambutannya, Hardianto berharap sinergi yang telah terbangun tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi terus berkembang menjadi kemitraan strategis yang mampu menghadirkan manfaat nyata baik bagi industri, masyarakat, maupun mereka yang membutuhkan perhatian sosial.
“Dengan kerja keras dan kolaborasi, PHR akan terus maju, menghadirkan energi untuk negeri sekaligus memberi dampak bagi masyarakat luas,” pungkasnya.
(rb/r24j)









Kolom Komentar post