BENGKALIS, RIAU24JAM.COM — Keheningan subuh di Sungai Pakning, Kecamatan Bukit Batu, pecah oleh kobaran api yang melalap sedikitnya 10 unit rumah toko (ruko), Kamis (19/3/2026) sekitar pukul 04.00 WIB. Peristiwa itu terjadi saat warga tengah bersiap menjalani sahur Ramadan 1447 H mengubah suasana ibadah menjadi kepanikan massal dalam hitungan menit.
Api pertama kali terlihat dari sebuah ruko kayu yang biasa digunakan untuk berjualan sarapan pagi, seperti lotek dan kopi. Bangunan tersebut berada di samping Toko Sumber Jaya, yang dikenal menjual alat tulis kantor, perlengkapan sekolah, hingga peralatan olahraga. Dugaan awal mengarah pada korsleting listrik, meski penyebab pasti masih dalam penyelidikan.
Karakter bangunan yang didominasi material kayu membuat api menjalar cepat ke bangunan lain di sekitarnya. Dalam waktu singkat, kobaran membesar dan meluluhlantakkan deretan ruko tanpa mampu dibendung.
Warga yang tengah bersantap sahur sontak berhamburan keluar rumah. Sebagian berupaya menyelamatkan barang berharga, namun banyak yang akhirnya tak berdaya, menyaksikan harta benda mereka dilalap api.
“Sedikitnya 10 ruko terdampak. Dalam waktu singkat, bangunan itu rata dengan tanah, hanya menyisakan puing hangus,” ujar Alfis, warga Sungai Pakning yang berada di lokasi kejadian.
Upaya pemadaman dilakukan secara terpadu oleh UPT Damkar Bukit Batu, UPT Damkar Siak Kecil, tim pemadam dari Pertamina Patra Niaga RU II Sungai Pakning, serta dibantu masyarakat. Namun, besarnya kobaran api dan karakter bangunan membuat proses pemadaman berlangsung sulit dan memakan waktu.
“Petugas sudah berjibaku, tapi api telanjur membesar dan sulit dikendalikan,” tambah Alfis.
Pihak kepolisian dari Polsek Bukit Batu turut melakukan pengamanan di lokasi serta mengimbau warga menjauh dari titik api guna menghindari risiko korban. Proses pendinginan terus dilakukan untuk memastikan tidak ada titik api tersisa.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian material ditaksir mencapai miliaran rupiah. Barang dagangan, peralatan usaha, hingga kebutuhan rumah tangga milik warga tidak dapat diselamatkan.
Kapolres Bengkalis melalui Kapolsek Bukit Batu Kompol Rohani Akbar membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan, api pertama kali terpantau sekitar pukul 04.15 WIB dari salah satu ruko milik warga.
“Api awal terlihat dari ruko milik Ibu Kartini. Kejadian itu juga disaksikan personel kami di lapangan yang langsung mengantisipasi potensi bahaya saat api mulai membesar,” jelasnya.
Saat ini, kepolisian masih mengumpulkan keterangan saksi dan melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Peristiwa ini meninggalkan luka mendalam bagi warga, terlebih terjadi di momentum menjelang Hari Raya Idul Fitri ketika harapan justru berubah menjadi kehilangan.









Kolom Komentar post