DURI, RIAU24JAM.COM — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Bengkalis menggelar Workshop Digital pada Minggu (28/12/2025) di Aula Hotel Amadeo, Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan kapasitas kader partai di era digital. Workshop tersebut mengusung tema “Optimalisasi Media Sosial sebagai Alat Perjuangan Kader dalam Mengawal Kebijakan Publik Secara Edukatif dan Beretika”, yang menekankan pentingnya pemanfaatan media sosial secara cerdas, bertanggung jawab, serta berlandaskan etika politik.
Ketua Panitia Workshop, Syuib Idris, menyampaikan bahwa kegiatan ini dapat terlaksana berkat dukungan penuh Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bengkalis beserta seluruh jajaran pengurus.
“Saya yakin ke depan PDI Perjuangan Kabupaten Bengkalis akan semakin maju berkat dukungan luar biasa dari Ketua DPC yang juga Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bengkalis, Septian Nugraha, S.E., M.IP, menegaskan bahwa perjuangan politik yang berpihak kepada rakyat saat ini tidak dapat dilepaskan dari pergerakan ekonomi dan ruang digital.
“Ruang digital bukan sekadar dunia virtual, melainkan telah menjadi ruang pergerakan yang nyata dan mendasar dalam kehidupan sosial saat ini. Perjuangan tidak boleh absen dari ruang ini. Kita harus hadir, menguasai, dan memanfaatkannya secara bijak, cerdas, kritis, serta penuh tanggung jawab,” tegasnya.
Menurut Septian, hal tersebut sejalan dengan tema workshop, yakni optimalisasi media sosial sebagai alat perjuangan dalam mengawal kebijakan publik secara edukatif dan beretika.
“Partai politik, khususnya PDI Perjuangan, tidak hanya dituntut aktif di ruang digital, tetapi juga bertanggung jawab dalam setiap proses komunikasi politik. Politik harus hadir secara jujur, bijak, dan beradab, bukan melalui dusta, hoaks, maupun provokasi,” terang Septian yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis.
Ia menambahkan, melalui media sosial kader diharapkan mampu mengawal kebijakan publik dengan menyajikan informasi yang akurat dan dapat dipercaya, menjelaskan program-program secara sederhana namun jelas, serta menunjukkan kerja nyata di tengah masyarakat.
“Kita juga dituntut menjalankan etika digital, mengedepankan fakta, memperjuangkan kebenaran, serta menjaga karakter dan jati diri partai dalam setiap konten yang disampaikan,” tuturnya.
Sementara itu, Bupati Bengkalis Kasmarni, S.Sos., M.MP, yang diwakili Sekretaris Daerah dr. Ersan Saputra, TH, menyampaikan bahwa digitalisasi merupakan jawaban atas tantangan zaman. Transformasi digital kini telah menjadi kebutuhan dasar dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari pemerintahan, ekonomi, pendidikan, budaya, sosial, hingga politik.
“Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi berlangsung sangat pesat. Hal ini menuntut kita untuk terus meningkatkan kapasitas dan literasi digital agar mampu memanfaatkan teknologi secara bijak, produktif, dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Melalui workshop ini, lanjutnya, diharapkan peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan teknis terkait pemanfaatan platform digital, tetapi juga memahami etika bermedia sosial, perilaku informasi yang sehat, serta menjadikan teknologi sebagai sarana edukasi, komunikasi, dan pemberdayaan masyarakat.
“Pemerintah daerah terus berkomitmen mendorong percepatan transformasi digital demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan akuntabel, sekaligus membangun ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan,” jelas mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis tersebut.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, partai politik, dan seluruh elemen masyarakat. Workshop digital yang digelar PDI Perjuangan ini dinilai sebagai bukti nyata kontribusi partai politik dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan mempersiapkan sumber daya manusia yang melek digital.
“Kami berharap ilmu dan keterampilan yang diperoleh dapat ditularkan dan diterapkan di lingkungan masing-masing sehingga berdampak nyata bagi peningkatan literasi digital masyarakat,” tambahnya.
Menurutnya, platform digital harus dimanfaatkan sebagai ruang kreativitas dan pemberdayaan, baik dalam kegiatan sosial, ekonomi kerakyatan, maupun penyampaian aspirasi secara konstruktif dan bertanggung jawab.
“Transformasi digital harus kita jadikan peluang untuk mempercepat pembangunan daerah dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia demi terwujudnya daerah yang maju, berdaya saing, dan bermartabat,” pungkasnya.
Pembukaan Workshop Digital DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bengkalis ditandai dengan pemukulan kompang secara bersama-sama.
Kegiatan ini turut dihadiri Bupati Bengkalis Kasmarni yang diwakili Sekda dr. Ersan Saputra, Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Riau yang diwakili Wakil Sekretaris Rahmad, S.Kom, Kepala Diskominfotik Kabupaten Bengkalis Agus Sofyan, Camat Mandau Riki Rihardi, Camat Pinggir Zama Rico, Camat Talang Muandau Rizki Afriandi, serta Camat Bathin Solapan M. Rusydy.**









Kolom Komentar post