BENGKALIS, RIAU24JAM.COM – Forum Pecinta Alam Bengkalis (FPAB) melakukan penggalangan dana untuk korban banjir dan longsor di NTT. Penggalangan dana ini berlangsung selama tiga hari dari pagi hingga malam hari.
Kegiatan Galang dana ini dilaksanakan selama tiga hari mulai dari 10 -12 April 2021 atas bentuk kepedulian FPAB untuk membantu serta meringankan beban korban yang terdampak banjir dan longsor yang terjadi pada hari minggu, 4 April 2021 lalu.
Peristiwa ini terjadi di beberapa desa yang ada di Kabupaten Flores Timur. Longsoran paling parah terjadi di Desa Nele Lamadiken, Kecamatan Ile Boleng, Kabupaten Flores Timur. Selain korban meninggal, puluhan rumah juga diprediksi mengalami kerusakan parah akibat kejadian ini.
Meski telah menemukan banyak korban jiwa, namun keterbatasan peralatan juga disebut menjadi penghambat upaya pencarian korban di lokasi kejadian.
Keterbatasan alat berat di daerahnya menghambat upaya pencarian korban banjir bandang yang melanda wilayah Waiwerang dan sekitarnya di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu (4/4) dini hari WITA.
Bahkan hingga saat ini, warga masih melakukan pencarian korban secara mandiri di lokasi kejadian. Alasannya persediaan alat berat yang ada di Pulau Adonara sudah dimobilisasi untuk mendukung penanganan bencana serupa di Kecamatan Ile Boleng.
Kegiatan galang dana ini dilakukan di beberapa titik simpang lampu merah di Pulau Bengkalis, yaitu di lampu merah jln. Tandun, Jln. Ahmad Yani dan Jln. Antara.
Selain di lampu merah FPAB juga melakukan kegiatan galang dana ini di pasar terubuk. Dan pada malam minggunya FPAB melakukan galang dana di sekitaran capcin, air mancur, pasir dan taman andam dewi dengan mengamen.
Ada beberapa lembaga di forum pecinta alam bengkalis yang mengikuti kegiatan ini yaitu Mapala Laksamana Politeknik Negeri Bengkalis, Mapala Sties Bengkalis dan Mapala Bestari Stain Bengkalis.
Selama 3 hari penggalangan total donasi yang terkumpul yaitu uang tunai sebesar Rp. 4.833.500 serta beberapa pakaian. Donasi yang sudah terkumpul ini akan di serahkan ke kantor Aksi Cepat Tanggap (ACT) untuk disalurkan langsung ke NTT.
“Walaupun donasi yang terkumpul tidak banyak, semoga bisa meringankan dan membantu korban banjir dan longsor. semoga bentuk kepedulian terhadap bencana alam selalu tertanam di jiwa kalangan muda,” ujar Defi Afriani ketua pelaksana.








Kolom Komentar post