MANDAU, RIAU24JAM.COM — Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di RW 10, Kelurahan Duri Barat, Kecamatan Mandau, tidak sekadar berhenti pada seremoni. Di balik kemeriahan malam resepsi, terselip cerita tentang gotong royong, kepedulian dan keberanian warga mengubah wajah lingkungan.
Setelah mengawali rangkaian perayaan dengan jalan santai pada pagi hari dan dilanjutkan berbagai perlombaan, masyarakat RW 10 kembali berkumpul dalam Malam Resepsi HUT ke-81 RI, Minggu malam (23/8/2026), di Lapangan Olahraga Jalan Akasia, RW 10, Kelurahan Duri Barat.
Yang menarik, lapangan tersebut bukanlah fasilitas yang sejak awal tersedia. Dahulu, lokasi itu hanyalah tanah kosong yang dipenuhi semak belukar dan bahkan sempat menjadi tempat pembuangan sampah secara ilegal.
Namun warga memilih tidak menyerah pada keadaan.
Dengan inisiatif masyarakat dan semangat gotong royong, lahan yang sebelumnya terkesan terbengkalai itu perlahan dibersihkan dan ditata hingga berubah menjadi ruang olahraga, khususnya lapangan bola voli. Sebuah perubahan sederhana, tetapi menyimpan pesan besar: lingkungan tidak selalu harus menunggu dibangun pemerintah untuk menjadi lebih baik.
Dari tempat yang dahulu dianggap kumuh, warga menciptakan ruang yang kini menjadi tempat berkumpul, berolahraga dan mempererat persaudaraan.
Camat Mandau, Riki Rihardi, S.STP., M.Si., yang hadir dalam kegiatan tersebut, memberikan apresiasi terhadap inisiatif dan kekompakan masyarakat RW 10 Kelurahan Duri Barat.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam menghidupkan lingkungan melalui kegiatan bersama merupakan modal sosial yang sangat penting. Bukan hanya membuat suasana perayaan kemerdekaan menjadi semarak, tetapi juga memperkuat hubungan antarmasyarakat.
“Keterlibatan semua elemen masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan malam hari ini perlu diacungi jempol. Selama kami berada di Duri ini, belum pernah kami mendengar adanya kegiatan seperti ini di RW 10 Kelurahan Duri Barat. Ini merupakan langkah awal yang baik,” ujar Riki.
Ia berharap kegiatan serupa tidak berhenti sebagai agenda tahunan semata. Menurutnya, ruang-ruang kebersamaan seperti ini perlu terus dirawat dan dikembangkan agar kekompakan warga semakin kuat.
“Kami berharap kegiatan-kegiatan seperti ini semakin sering dilaksanakan, agar kekompakan masyarakat, khususnya RW 10 Kelurahan Duri Barat, bisa terus terjaga,” harapnya.
Malam resepsi berlangsung semarak. Warga menampilkan berbagai pertunjukan, mulai dari tari kreasi hingga tari tradisional yang dibawakan masyarakat RW 10. Panggung sederhana malam itu menjadi ruang ekspresi sekaligus cermin bahwa kemerdekaan juga dapat dirayakan melalui kebudayaan dan kebersamaan.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pembagian doorprize bagi peserta jalan santai serta para pemenang berbagai perlombaan yang telah digelar sebelumnya.
Di RW 10 Duri Barat, kemerdekaan malam itu tidak hanya dirayakan dengan panggung dan hadiah. Ia menemukan maknanya dalam kerja tangan warga ketika lahan yang pernah menjadi tempat sampah disulap menjadi lapangan, dan ketika gotong royong kembali menemukan rumahnya di tengah masyarakat.
Sebab kemerdekaan yang paling terasa bukan hanya ketika bendera dikibarkan, tetapi ketika warga mampu mengubah lingkungannya dengan tangan sendiri.*








Kolom Komentar post