BATHIN SOLAPAN, RIAU24JAM.COM – Deru baling-baling Helikopter Caracal TNI AU memecah langit Desa Petani, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis, Kamis (6/8/2026). Tepat pukul 10.33 WIB, Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) Sjafrie Sjamsoeddin, bersama rombongan mendarat di kawasan Markas Yonif TP 952/Imam Bulqin untuk meninjau langsung kesiapan satuan yang tengah diproyeksikan menjadi salah satu kekuatan strategis pertahanan di Pulau Sumatra.
Kunjungan kerja tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Di hadapan para prajurit muda, Sjafrie membawa pesan yang lebih mendasar: membangun karakter prajurit yang profesional, berintegritas, dan tetap menyatu dengan rakyat.
Setibanya di markas, Menteri Pertahanan disambut jajaran pejabat Kodam XIX/Tuanku Tambusai, Korem 031/Wira Bima, Kodim 0303/Bengkalis, unsur kepolisian, serta Komandan Yonif TP 952/Imam Bulqin Letkol Inf. Andi Supartono.
Rangkaian penyambutan berlangsung dengan tradisi militer, mulai dari penghormatan pasukan, hormat jajar, hingga yel-yel prajurit yang menggambarkan semangat korps. Setelah itu, Menhan menerima paparan mengenai profil satuan, kesiapan personel dan materiil, hingga perkembangan pembangunan pangkalan baru Yonif TP 952/Imam Bulqin.
Bagi Sjafrie, kekuatan sebuah batalyon tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan alutsista ataupun fasilitas yang dimiliki. Nilai utama justru terletak pada kualitas manusianya.
Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa Yonif TP 952/Imam Bulqin harus tumbuh menjadi satuan yang tidak hanya disegani dalam tugas militer, tetapi juga dicintai masyarakat.
“Yonif TP 952 harus menjadi satuan yang dibanggakan masyarakat. Prajurit harus menunjukkan disiplin, profesionalisme, serta menjadi teladan di mana pun bertugas,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa pembangunan pangkalan baru nantinya akan menjadi simbol kesiapan satuan menghadapi tantangan pertahanan yang semakin kompleks. Karena itu, kesiapan fisik harus berjalan beriringan dengan pembentukan mental dan karakter prajurit.
Usai menerima paparan, Sjafrie menyempatkan diri meninjau langsung barak dan tenda tempat tinggal prajurit. Ia kemudian makan siang bersama personel, sebuah momen yang memperlihatkan kedekatan antara pimpinan dan anggota di lapangan.
Namun, inti kunjungan terletak pada pesan moral yang disampaikan kepada seluruh prajurit.
Di tengah derasnya pengaruh dunia digital, Menhan secara khusus mengingatkan bahaya praktik judi online dan penyalahgunaan narkoba yang dinilainya menjadi ancaman serius terhadap masa depan generasi prajurit.
Ia menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi pelanggaran hukum di lingkungan TNI Angkatan Darat.
“Jangan pernah merusak masa depan hanya karena tergoda judi online maupun narkoba. Kehormatan seorang prajurit dibangun dari disiplin, integritas, dan kepatuhan terhadap aturan,” pesannya.
Sjafrie juga menekankan pentingnya pembinaan rutin melalui jam pimpinan setiap pekan sebagai ruang komunikasi, evaluasi, dan pembentukan karakter agar setiap personel terus berkembang menjadi prajurit yang tangguh dan profesional.
Menurutnya, menjadi anggota TNI bukan sekadar profesi, melainkan amanah yang lahir dari harapan keluarga dan kepercayaan negara. Oleh sebab itu, setiap prajurit harus menjaga nama baik institusi melalui loyalitas, dedikasi, dan tanggung jawab dalam setiap pelaksanaan tugas.
Lebih jauh, Menhan mengajak seluruh personel untuk terus meningkatkan kapasitas melalui latihan, pendidikan, dan kompetisi yang sehat agar mampu melahirkan prajurit-prajurit berprestasi yang mengharumkan nama satuan, TNI AD, hingga Indonesia di masa depan.
Ia juga mengingatkan bahwa kekuatan TNI tidak dapat dipisahkan dari kepercayaan masyarakat. Karena itu, prajurit diminta selalu hadir sebagai pelindung, pengayom, dan mitra rakyat.
“Jangan pernah mengecewakan atau menyakiti hati rakyat. Prajurit harus menjadi pelindung dan pengayom masyarakat. Itulah kehormatan yang sesungguhnya,” ujar Sjafrie.
Menutup arahannya, Menteri Pertahanan mengajak seluruh prajurit memegang teguh nilai Sapta Marga dan Sumpah Prajurit sebagai landasan pengabdian kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Buktikan kemampuan dan kesanggupanmu sebagai prajurit Sapta Marga dan Sumpah Prajurit. Abdikan dirimu kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia sampai akhir hayat.”
Usai memberikan pengarahan, Menhan berfoto bersama seluruh prajurit sebelum bertolak menggunakan Helikopter Caracal TNI AU menuju Yonif TP 898/Pancalang Cakti di Kabupaten Kampar untuk melanjutkan rangkaian kunjungan kerja di Provinsi Riau.
Kunjungan di Yonif TP 952/Imam Bulqin berakhir sekitar pukul 13.02 WIB dalam situasi aman dan kondusif. Lebih dari sekadar inspeksi satuan, kehadiran Menteri Pertahanan menjadi penegasan bahwa pembangunan kekuatan pertahanan nasional tidak hanya bertumpu pada modernisasi alat utama sistem senjata, tetapi juga pada pembentukan prajurit yang berkarakter, berintegritas, dan tetap berpihak kepada rakyat.
(Rb/R24j)





Kolom Komentar post