BENGKALIS, RIAU24JAM.COM – Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis, Septian Nugraha, mengapresiasi penyelenggaraan Majelis Kenduri Adat sempena puncak peringatan Hari Jadi ke-514 Bengkalis Tahun 2026 yang ditaja Majelis Kerapatan Adat (MKA) bersama Dewan Pimpinan Harian (DPH) Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Bengkalis, Kamis (30/7/2026).
Menurut Septian, Kenduri Adat bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan ruang pelestarian nilai-nilai budaya Melayu yang menjadi identitas masyarakat Bengkalis. Kegiatan tersebut juga menjadi wahana mempererat hubungan antara pemerintah, lembaga adat, serta seluruh elemen masyarakat dalam menjaga marwah Negeri Junjungan.
“Momentum Hari Jadi Bengkalis ke-514 ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus menjaga persatuan, memperkuat kebersamaan, serta melanjutkan pembangunan daerah dengan semangat gotong royong,” ujar Septian.
Ia menegaskan, di tengah derasnya arus modernisasi, nilai-nilai adat dan budaya harus tetap menjadi pijakan dalam kehidupan bermasyarakat. Melalui Majelis Kenduri Adat, generasi muda diharapkan semakin mengenal, memahami, dan mencintai warisan budaya Melayu sebagai jati diri daerah.
Lebih lanjut, Septian berharap sinergi antara Pemerintah Kabupaten Bengkalis, DPRD, LAMR, dan seluruh elemen masyarakat terus diperkuat guna menjaga marwah Bengkalis sekaligus mewujudkan daerah yang semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing.
“Kebersamaan yang telah terbangun harus terus dijaga. Dengan persatuan dan semangat kolaborasi, cita-cita menjadikan Bengkalis semakin maju dan bermarwah akan lebih mudah diwujudkan,” katanya.
Majelis Kenduri Adat yang berlangsung khidmat tersebut menjadi simbol rasa syukur atas perjalanan panjang sejarah Bengkalis, sekaligus momentum memperteguh komitmen bersama dalam merawat adat istiadat Melayu sebagai fondasi pembangunan daerah.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Bengkalis, Kasmarni, menyampaikan apresiasi kepada MKA dan DPH LAMR Kabupaten Bengkalis yang telah menginisiasi rangkaian Kenduri Adat sebagai bagian dari peringatan Hari Jadi ke-514 Bengkalis.
Menurutnya, Kenduri Adat merupakan wujud rasa syukur atas perjalanan panjang Negeri Junjungan sekaligus penghormatan kepada para pendahulu yang telah meletakkan dasar-dasar pembangunan Bengkalis.
“Alhamdulillah, rasa syukur atas perjalanan panjang negeri ini kemudian kita sempurnakan melalui Majelis Kenduri Adat dengan memanjatkan doa bersama serta menghayati nilai-nilai adat dan budaya Melayu,” ujar Kasmarni.
Ia menjelaskan, sebelum pelaksanaan Kenduri Adat, Pemerintah Kabupaten Bengkalis bersama DPRD Kabupaten Bengkalis telah menggelar Sidang Paripurna Istimewa sebagai momentum mengenang sejarah perjuangan daerah sekaligus memperkuat komitmen dalam melanjutkan pembangunan Bengkalis yang bermarwah, maju, dan gemilang.
Kasmarni juga mengajak seluruh masyarakat menjadikan Hari Jadi ke-514 Bengkalis sebagai momentum mempererat persatuan tanpa membedakan suku, agama, maupun latar belakang.
“Bengkalis tidak bisa dibangun oleh langkah satu orang, melainkan oleh ribuan langkah yang berjalan seiring. Tidak bisa dibesarkan oleh satu tangan, melainkan oleh semangat kebersamaan yang saling menguatkan. Karena itu, mari kita terus bersatu membangun negeri,” tegasnya.
Majelis Kenduri Adat tersebut turut dihadiri Wakil Ketua III DPRD Bengkalis H. Misno, anggota DPRD Bengkalis Hendra, ST., MM., Zamzami, SH., Dr. H. Muhammad Isa, anggota DPR RI Iyet Bustami, Gubernur Riau yang diwakili Asisten I Setda Provinsi Riau H. Zulkifli Syukur, Wakil Bupati Bengkalis H. Bagus Santoso, Sekretaris DPRD Bengkalis Rafiardhi Ikhsan, S.STP., M.Si., unsur Forkopimda, tokoh adat, tokoh agama, serta tamu undangan lainnya.**









Kolom Komentar post