BENGKALIS, RIAU24JAM.COM – Riuh tepuk tangan masyarakat menutup rangkaian Bengkalis Durian Fest 2026 di Lapangan Tugu Bengkalis, Minggu (5/7/2026) malam. Selama tiga hari, festival ini bukan sekadar menghadirkan pesta rasa melalui aneka durian unggulan, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan antara budaya, ekonomi kreatif, UMKM, dan semangat membangun identitas daerah.
Acara penutupan dihadiri Komandan Kodim 0303/Bengkalis Letkol Inf Haris Nur Priatno, S.Sos., M.I.P., Bupati Bengkalis Kasmarni, Wakil Bupati Bagus Santoso, unsur Forkopimda, kepala OPD, pelaku UMKM, petani durian, komunitas, serta ratusan masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.
Dalam sambutannya, Bupati Bengkalis Kasmarni menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan festival tersebut. Menurutnya, Bengkalis Durian Fest harus terus berkembang menjadi agenda unggulan yang mampu memperkuat identitas daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Festival ini tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan. Bengkalis Durian Fest harus tumbuh menjadi agenda unggulan yang memperkuat identitas daerah sebagai salah satu sentra durian terbaik di Indonesia, memperluas pasar bagi UMKM, serta mendorong sektor pariwisata dan ekonomi kreatif secara berkelanjutan,” ujar Kasmarni.
Ia menegaskan, durian Bengkalis merupakan komoditas lokal bernilai ekonomi tinggi yang memiliki prospek besar apabila dikelola secara profesional, mulai dari budidaya, pascapanen, pengolahan hingga pemasaran.
“Festival ini adalah gerakan bersama untuk mengangkat potensi unggulan daerah. Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat kolaborasi, meningkatkan kualitas produksi, memperluas inovasi produk olahan, serta memperkuat promosi agar Bengkalis menjadi destinasi wisata durian yang diperhitungkan, tidak hanya di Riau tetapi juga di tingkat nasional,” katanya.
Kasmarni juga memberikan penghargaan kepada seluruh peserta kontes durian, lomba mural, lomba olahan makanan berbahan durian, serta pelaku UMKM yang telah menjadikan festival sebagai ruang kreativitas sekaligus peluang memperluas pasar.
Sementara itu, Dandim 0303/Bengkalis Letkol Inf Haris Nur Priatno menilai Bengkalis Durian Fest bukan hanya menjadi ajang promosi hasil perkebunan lokal, tetapi juga memperlihatkan kuatnya sinergi antara pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, dan aparat dalam membangun daerah.
“Festival seperti ini memiliki nilai strategis. Selain menggerakkan ekonomi masyarakat, kegiatan ini memperkuat kebersamaan dan kecintaan terhadap potensi daerah sendiri. Kodim 0303/Bengkalis siap mendukung setiap kegiatan positif yang mampu memperkuat ketahanan wilayah melalui penguatan ekonomi rakyat, pelestarian budaya, serta terciptanya situasi yang aman dan kondusif,” ujar Letkol Haris.
Ia juga mengapresiasi antusiasme masyarakat yang menjaga ketertiban selama pelaksanaan kegiatan sehingga seluruh rangkaian festival dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar.
Rangkaian penutupan diawali dengan pemutaran video perjalanan Bengkalis Durian Fest 2026, dilanjutkan laporan ketua panitia, pengumuman para pemenang berbagai perlombaan, penyerahan hadiah, sambutan Bupati Bengkalis, hingga hiburan rakyat yang disambut antusias masyarakat.
Lebih dari sekadar festival kuliner, Bengkalis Durian Fest 2026 meninggalkan pesan bahwa kekuatan sebuah daerah tidak hanya bertumpu pada kekayaan alamnya, tetapi juga pada kemampuan seluruh elemen untuk merawat, mengolah, dan mempromosikannya secara bersama. Dari sebutir durian, lahir harapan tentang ekonomi yang tumbuh, budaya yang tetap hidup, dan identitas daerah yang semakin dikenal luas.**








Kolom Komentar post