JAKARTA, RIAU24JAM.COM – Di tengah dinamika industri energi yang semakin kompetitif, PT Patra Drilling Contractor (PDC) menegaskan komitmennya untuk memperkuat daya saing dan memperkokoh fondasi bisnis. Komitmen tersebut menjadi salah satu fokus utama dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025 yang digelar di PDC Tower, Jakarta, Jumat (19/6).
RUPS dipimpin Komisaris Utama PDC Novy Hendri dan dihadiri jajaran Komisaris, Direksi, serta para pemegang saham. Hadir mewakili pemegang saham mayoritas PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI), Direktur Utama Avep Disasmita, sementara pemegang saham minoritas PT Pertamina Hulu Energi (PHE) diwakili Vice President Drilling & Well Intervention (DWI) Fata Yunus bersama Corporate Secretary Hermansyah Y. Nasroen.
Forum tertinggi Perseroan tersebut menyetujui Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan Tahun Buku 2025, sekaligus menerima pertanggungjawaban Direksi atas pengelolaan perusahaan sepanjang tahun buku berjalan.
Direktur Utama PDC Hery Lesmana menegaskan, kepercayaan yang diberikan pemegang saham merupakan amanah untuk terus menghadirkan kinerja terbaik sekaligus mempercepat transformasi perusahaan.
“Kepercayaan yang diberikan pemegang saham merupakan amanah bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja perusahaan. Seluruh arahan strategis akan kami tindak lanjuti melalui penguatan operasional, percepatan transformasi bisnis, peningkatan daya saing, serta pengembangan bisnis yang mampu memberikan nilai tambah secara berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Hery.
Kepercayaan tersebut ditopang oleh capaian kinerja Perseroan sepanjang Tahun Buku 2025. PDC membukukan Key Performance Indicator (KPI) sebesar 108,66 persen serta laba bersih Rp143,07 miliar, atau tumbuh sekitar 11 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Tak hanya mencatat pertumbuhan finansial, PDC juga mempertahankan komitmen pada aspek Health, Safety, Security and Environment (HSSE) dengan torehan zero fatality, zero Lost Time Injury (LTI), dan zero oil spill. Sementara itu, implementasi Good Corporate Governance (GCG) turut mengalami peningkatan dengan skor mencapai 84,36 persen, mencerminkan penguatan tata kelola perusahaan yang semakin baik.
Meski mengapresiasi capaian tersebut, pemegang saham menegaskan bahwa tantangan industri ke depan menuntut perusahaan untuk terus berbenah. Sejumlah arahan strategis diberikan, mulai dari penguatan fundamental bisnis melalui peningkatan kinerja operasional, percepatan transformasi, optimalisasi investasi dan efisiensi biaya, hingga penguatan budaya HSSE serta pengembangan peluang usaha baru sebagai motor pertumbuhan berkelanjutan.
RUPS juga menyetujui penggunaan laba bersih Perseroan Tahun Buku 2025, termasuk pembagian dividen kepada para pemegang saham serta pengalokasian sebagian laba sebagai laba ditahan guna mendukung kebutuhan operasional dan ekspansi bisnis.
Dengan fondasi kinerja yang terus menguat serta dukungan penuh pemegang saham, PDC optimistis mampu memperkokoh posisinya sebagai perusahaan jasa penunjang energi yang kompetitif, adaptif, dan berkelanjutan, sekaligus menjadi mitra strategis dalam mendukung ketahanan dan pengembangan industri energi nasional.***








Kolom Komentar post