DURI, RIAU24JAM.COM – Di tengah derasnya arus disrupsi teknologi dan semakin kompleksnya lanskap informasi, kemampuan beradaptasi menjadi kebutuhan mutlak bagi insan pers. Menyadari pentingnya penguatan kapasitas jurnalis di era digital, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menggelar Literasi Digital Media 2026 bersama puluhan wartawan di Wilayah Operasional North.
Kegiatan yang berlangsung di Hang Nadim Conference Room, Widuri Club PHR, ini tidak hanya menjadi ruang peningkatan kompetensi jurnalistik, tetapi juga wadah memperkuat sinergi antara industri energi dan media dalam menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, serta bernilai edukatif bagi masyarakat.
Agenda diawali dengan jalan santai bersama jajaran manajemen PHR dan para jurnalis. Lebih dari sekadar aktivitas olahraga, momen tersebut menjadi ruang dialog yang cair dan konstruktif untuk mempererat hubungan kemitraan yang selama ini terjalin dalam mendukung penyebarluasan informasi mengenai industri hulu migas dan ketahanan energi nasional.
Mengusung tema Legal Awareness dan Tech Adaptation, kegiatan ini menghadirkan narasumber dari kalangan profesional yang membahas tantangan nyata dunia jurnalistik di era digital.
Pada sesi hukum pers, Ahli Pers Dewan Pers, Mario Abdillah Khair, mengupas secara mendalam prinsip-prinsip kode etik jurnalistik, batasan hukum dalam kerja pers, hingga strategi mitigasi risiko agar produk jurnalistik tetap berada dalam koridor profesionalisme dan terhindar dari sengketa hukum maupun persoalan yang berkaitan dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
Sementara itu, Eko Faizin dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Pekanbaru membekali peserta dengan pemahaman mengenai pemanfaatan teknologi digital dan media sosial secara etis dan produktif. Wartawan diajak memahami strategi membaca tren informasi, memperluas distribusi berita, serta mengembangkan konten jurnalistik yang relevan dan adaptif terhadap perubahan perilaku audiens di era digital.
Pjs. Manager Corporate Communication PHR, Yulia Rintawati, menegaskan bahwa media memiliki posisi strategis dalam membangun pemahaman publik terhadap sektor energi yang menjadi salah satu penopang pembangunan nasional.
“Rekan-rekan media merupakan mitra strategis PHR dalam menyampaikan informasi yang akurat sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai upaya menjaga ketahanan energi nasional. Di tengah perkembangan kecerdasan buatan, media sosial, serta dinamika regulasi yang terus berkembang, kapasitas dan profesionalisme jurnalis menjadi semakin penting. Melalui kegiatan ini, kami ingin berkontribusi dalam mendukung peningkatan kompetensi insan pers sekaligus memperkuat hubungan kemitraan yang telah terjalin dengan baik,” ujar Yulia.
Menurutnya, ketahanan energi tidak hanya ditopang oleh keberhasilan operasional industri hulu migas, tetapi juga oleh tersedianya ruang informasi publik yang sehat, kredibel, dan bertanggung jawab.
Melalui kegiatan Literasi Digital Media 2026, PHR berharap insan pers dapat terus menjalankan fungsi jurnalistik secara independen, profesional, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Di tengah derasnya arus informasi dan kemajuan teknologi, kolaborasi yang sehat antara industri dan media menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan publik sekaligus menjaga kualitas demokrasi informasi.
Pada akhirnya, ketahanan energi nasional tidak hanya dibangun melalui produksi dan inovasi teknologi, tetapi juga melalui penyampaian informasi yang akurat, berimbang, dan mampu mencerahkan masyarakat.
Tentang PHR Zona Rokan
PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan anak perusahaan Pertamina yang bergerak di sektor hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream PT Pertamina Hulu Energi (PHE). Perusahaan ini didirikan pada 20 Desember 2018 dan mendapat amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja (WK) Rokan sejak 9 Agustus 2021.
PHR berhasil melaksanakan proses alih kelola dari operator sebelumnya secara aman, lancar, dan andal. Perusahaan dipercaya mengelola WK Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041.
WK Rokan memiliki luas sekitar 6.200 kilometer persegi yang tersebar di tujuh kabupaten/kota di Provinsi Riau. Wilayah ini mencakup sekitar 80 lapangan aktif dengan lebih dari 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering station).
Sebagai salah satu tulang punggung produksi migas nasional, WK Rokan menyumbang sekitar seperempat produksi minyak mentah nasional dan sepertiga produksi minyak Pertamina. Selain menjalankan operasi migas, PHR juga aktif mengelola program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berfokus pada bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan pelestarian lingkungan.








Kolom Komentar post