DURI, RIAU24JAM.COM — Di tengah hiruk-pikuk Ramadan yang kerap terjebak pada seremoni, sekelompok pegawai memilih jalan sunyi: menyisihkan rezeki untuk memastikan ayat-ayat suci tetap bergema. Bank BRK Syariah Duri Sudirman menyerahkan bantuan material pembangunan bagi Yayasan Tahfidz Qur’an Al-Fath, Senin (16/3/2026), di Jalan Rantau Kopar, Desa Simpang Padang, Kecamatan Bathin Solapan.
Bantuan itu bukan sekadar angka, melainkan akumulasi kepedulian dikumpulkan dari kontribusi para pegawai. Ia menjelma menjadi semen, pasir, dan bahan bangunan lain yang kelak berdiri sebagai ruang belajar, tempat anak-anak menghafal Al-Qur’an dengan lebih layak.
Di wilayah pinggiran yang kerap luput dari sorotan, keberadaan rumah tahfidz bukan hanya institusi pendidikan, tetapi juga benteng nilai. Di sanalah masa depan dirawat dalam sunyi, jauh dari gemerlap, namun dekat dengan harapan.
Pimpinan Cabang Pembantu BRK Syariah Duri, Hari Dwikasaputra, menegaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen sosial lembaga yang tidak berhenti pada fungsi finansial semata.
“Ini bukan sekadar bantuan material, tetapi ikhtiar bersama untuk menjaga keberlanjutan pendidikan Al-Qur’an. Apa yang kami salurkan hari ini adalah bentuk kepedulian pegawai agar anak-anak di sini memiliki tempat belajar yang lebih layak,” ujarnya.
Ia menambahkan, Ramadan menjadi momentum paling tepat untuk memperkuat dimensi sosial lembaga keuangan syariah bahwa keberadaan bank tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga pada kebermanfaatan.
“Ramadan mengajarkan bahwa keberkahan tidak selalu diukur dari besar kecilnya nilai, tetapi dari dampak yang ditinggalkan. Kami ingin kehadiran BRK Syariah benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” katanya.
Bagi Yayasan Tahfidz Qur’an Al-Fath, bantuan ini menjadi napas baru di tengah keterbatasan. Pembangunan yang selama ini berjalan perlahan, kini menemukan dorongan. Dinding-dinding yang akan berdiri bukan sekadar bangunan fisik, melainkan ruang bagi lahirnya generasi yang akrab dengan Al-Qur’an.
Di tengah realitas sosial yang terus bergerak cepat, langkah kecil seperti ini menjadi pengingat: bahwa pembangunan tidak selalu dimulai dari proyek besar, tetapi dari kepedulian yang tulus yang diam-diam, namun berdampak panjang.
(rb/r24j)








Kolom Komentar post