DURI, RIAU24JAM.COM — Suasana hangat dan penuh keakraban terasa di Piramida Cafe, Jalan Pertanian, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Sabtu (14/2/2026). Ratusan anak muda tampak antusias mengikuti kegiatan “Sharing Time with Ustadz Handy Bonny” sebuah ruang dialog keagamaan yang dikemas santai, ringan, dan dekat dengan realitas kehidupan remaja.
Kegiatan ini menjadi awal dari rangkaian pembinaan remaja yang akan berlangsung selama tujuh hari ke depan. Konsep dakwah yang dihadirkan pun berbeda dari biasanya—tidak kaku, tidak menggurui, dan jauh dari kesan memaksa.
“Alhamdulillah, Piramida Cafe menjadi ruang baru bagi lahirnya kegiatan dakwah yang lebih dekat dengan dunia anak muda. Kami sengaja memilih kafe sebagai tempat agar mereka merasa rileks, tidak sungkan datang, dan mau belajar tentang kehidupan maupun ilmu agama secara ringan,” ujar Ustadz Handy Bonny di sela kegiatan.
Menurutnya, pendekatan dialogis menjadi kunci utama. Dakwah tidak disampaikan satu arah, melainkan melalui ruang berbagi dan diskusi terbuka. Para remaja pun aktif mengajukan pertanyaan, mulai dari persoalan pergaulan, konflik keluarga, pencarian jati diri, hingga persoalan percintaan.
“Alhamdulillah, banyak pertanyaan yang muncul. Dari sinilah kita ingin membangun lingkungan anak muda yang positif. Kami juga membentuk komunitas SatuRumah.id sebagai wadah awal, agar ke depan bisa menjadi ruang kreatif bagi anak muda untuk berkegiatan secara sehat dan bermakna,” lanjutnya.
Ia menegaskan, pembinaan generasi muda tidak bisa dilakukan dengan paksaan. Anak muda perlu dirangkul, didengarkan, dan diberi ruang aman untuk bercerita.
“Anak muda itu tidak mau dipaksa. Mereka ingin dirangkul. Ketika mereka merasa aman untuk bercerita, persoalan seperti kenakalan remaja, kekerasan, narkoba, bahkan potensi tindakan bunuh diri bisa diantisipasi sejak dini,” tegasnya.
Ruang diskusi yang dibangun pun bersifat inklusif dan tanpa sekat. Tidak ada penghakiman, tidak ada batasan latar belakang.
“Siapa pun boleh datang. Tidak harus yang sudah hijrah, tidak harus yang sudah berhijab. Punya masalah keluarga pun tidak apa-apa. Kita belajar bersama menjadi orang baik, bukan menjadi orang yang sok baik,” katanya.
Menutup kegiatan, Ustadz Handy Bonny menyampaikan pesan reflektif sekaligus peringatan bagi generasi muda agar bijak memilih lingkungan pergaulan.
“Beda kawan, beda proses. Salah memilih teman, bisa-bisa masuk Polres. Meniti masa depan jauh lebih utama daripada tenggelam dalam kemaksiatan,” ujarnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi awal lahirnya ruang-ruang aman bagi anak muda di Mandau tempat belajar, berbagi, dan bertumbuh bersama serta menjadikan Piramida Cafe bukan sekadar tempat nongkrong, melainkan pusat lahirnya gerakan positif generasi masa depan.(*)
RL/R24j








Kolom Komentar post