MANDAU, RIAU24JAM.COM – Terkait adanya video viral soal vaksinasi anak sekolah SD Pelopor di Gedung Kantor Camat Mandau yang viral, nakes melakukan suntik dengan Jari Manis dan diduga melakukan Suntik kosong tidak berisi dosis vaksin.
Hal itu terlihat dari video singkat yang berdurasi 59 detik yang sempat viral di beberapa grup WhatsApp dan media sosial. Yang mana video klarifikasi tersebut orangtua murid dan pihak nakes Puskesmas Pematang Pudu menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi saat vaksinasi anak di gedung kecamatan Mandau.
Pihak orangtua anak yang di vaksin dan pihak Nakes Puskesmas Pematang Pudu didampingi kapolsek Mandau Kompol Indra Lukman Prabowo, Danramil 03 Mandau kapten Arh jemirianto, Camat Mandau Riki Rihardi dan beberapa Tokoh Masyarakat Menyampaikan Klarifikasi, Jumat (21/1).
Kapolsek Mandau Kompol Indra Lukman Prabowo mengatakan saat ini kita ada di SD Pelopor bersama orang tua dari anak yang viral kemaren di media sosial group whatsapp beserta Tenaga Kesehatan yang melaksanakan Vaksin.
“Pada kesempatan ini, orangtua Murid dan pihak nakes memberikan klarifikasi terkait video yang viral itu,” ucap Kapolsek Mandau.
Dengan waktu yang sudah diberikan, orangtua anak tersebut langsung menyampaikan pernyataan terkait beredarnya video vaksin kepada anaknya. Ia tidak tau siapa yang membuat viral di group whatsapp tentang vaksin kosong itu hoax atau bohong.
“Sebagai orangtua saya sangat senang anaknya telah mendapatkan vaksin, saya menyaksikan kalau suntik vaksin kepada anak saya itu ada dosisnya,” ujar Ibu anak itu mengatakan yang sebenarnya.
Sementara itu Petugas kesehatan Puskesmas Pematang Pudu Mursal didampingi Kepala Puskesmas drg Selpi menjelaskan soal pelaksanaan vaksin yang berlangsung di Gedung Bathin Betuah Kantor Camat Mandau, Kabupaten Bengkalis tersebut.
Ia mengatakan tidak ada melakukan vaksinasi bohong terhadap anak-anak dan cara penyuntikan vaksin.
“Saya sudah terbiasa menekan tuwas suntik dengan jari manis saat melakukan suntikan. Untuk masalah usai suntik tangannya kebawah untuk mengurangi trauma pada anak dan ia juga tidak pernah melihatkan jarum suntik kepada anak-anak yang telah di suntik dan yang belum,” jelas Mursal.
Mursal juga mengatakan ia bertugas sebagai medis sudah 33 tahun di Kecamatan Mandau dari tahun 1989.
Camat Mandau Riki Rihardi juga menghimbau masyarakat dan pengguna media sosial (medsos) untuk berpikir sebelum menulis (posting) dan berpikir sebelum menyebarkan konten (share).
Pasalnya di era disrupsi saat ini, media sosial memang menjadi platform utama penyebaran informasi. Jika tidak digunakan dengan bijak dan sesuai etika, media sosial adalah lahan subur untuk menyebarkan konten terlarang, hate speech, hoax, cyber-bullying.
“Berhati-hatilah dalam menggunakan media sosial. Kekecewaan penting diutarakan, tapi think twice sebelum di-posting,” pungkasnya.









Kolom Komentar post