RIAU24JAM.COM – Ahli ekonomi Rizal Ramli, mengenang peristiwa pemakzulan Gus Dur pada 20 tahun yang lalu.
Tepat pada 23 Juli, terjadi pemakzulan Gus Dur yang kala itu menjadi Presiden.
Dari cerita yang disampaikan Rizal Ramli dalam wawancara bersama Refly Harun, ada kaitan dengan pembicaraan bersama Megawati Soekarnoputri sebelum Gus Dur dilengserkan.
“Sebulan sebelum kejatuhan Gus Dur, saya dipanggil Megawati ke kantor Wakil Presiden. Di situ dia menangis tersedu-sedu sampai sesenggukan,” kata Rizal Ramli.
Rizal Ramli menceritakan jika pada saat itu Megawati tidak terima perkataan yang disampaikan Gus Dur kepadanya smapai membuat suaminya saat itu, Taufiq Kiemas marah.
“Megawati bilang Gus Dur harus minta maaf, jika tidak, tidak akan dibela lagi kalau ada interpelasi dua,” ujar Rizal.
Saat interpelasi yang pertama, Megawati membela habis-habisan supaya tidak terjadi apa-apa.
Kalau Gus Dur tidak meminta maaf, Megawati berujar ia tidak akan peduli dengan apa pun yang akan tejadi pada saat itu.
“Akhirnya, saya langsung telepon sahabatnya Gus Dur, Alwi Shihab dan bilang supaya menghadap ke istana bujuk Gus Dur untuk minta maaf. Gus Dur tetap tidak mau minta maaf karena yang dikatakan adalah hal yang benar,” ucap Rizal.
Setelah Alwi, Rizal menelepon ke Yenny Wahid untuk membujuk Gus Dur, tetapi Gus Dur juga tetap bergeming.
“Habis itu saya datang malamnya karena kami memiliki hubungan yang dekat. Saya bujuk dia supaya mau minta maaf karena kalau tidak, pemerintah bisa jatuh. Saya pelu Gus Dur dan bilang supaya tidak usah ikut campur urusan yang bukan urusan negara, tetapi tetap tidak mau dan akhirnya terjadilah proses tersebut,” ucap Rizal.
“Tank Kostrad dikerahkan ke depan istana. Moncongnya mengarah ke istana yang membuat hal tersebut merupakan kudeta tidak langsung,” tuturnya lagi.
Dikatakan lebih lanjut oleh Rizal, posisi tank yang diarahkan ke istana kemudian membuat politisi sipil bergerak.
“Politisi sipil melihat hal itu selain menilai bahwa DPR dibubarin, dapat sinyal tentara Kostrad mengarahkan tank ke istana, ya akhirnya mulailah proses Gus Dur jatuh, tentu tidak bisa semua diungkpkan di sini,” kata Rizal.
Saat ini, peristiwa tersebut telah terkenang selama 20 tahun yang lalu.
Peran Gus Dur sebagai Presiden, juga tidak pernah dilupakan oleh khalayak umum.
Sumber: Pikiran Rakyat










Kolom Komentar post