BENGKALIS, RIAU24JAM.COM — Pertumbuhan kabel fiber optic (FO) yang tak diimbangi penataan mulai mengusik estetika Kota Bengkalis. Bentangan kabel yang semrawut di sejumlah ruas jalan protokol bukan hanya mengganggu wajah kota, tetapi juga menyisakan persoalan ketertiban, keamanan, dan tata kelola infrastruktur telekomunikasi.
Kondisi tersebut mendorong Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kabupaten Bengkalis bersama Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Riau Koordinator Daerah Kabupaten Bengkalis serta sejumlah penyedia layanan internet (Internet Service Provider/ISP) melakukan penataan dan perapian kabel FO di wilayah Pulau Bengkalis, Kamis (24/9/2026).
Penataan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memastikan pertumbuhan infrastruktur digital tidak berjalan tanpa kendali. Konektivitas masyarakat memang terus berkembang, namun ekspansi jaringan dinilai perlu berjalan beriringan dengan aspek keselamatan, ketertiban dan estetika ruang publik.
Keberadaan kabel jaringan yang tidak tertata berpotensi mengganggu pemandangan kota, menyulitkan pemeliharaan jaringan hingga menimbulkan persoalan keselamatan apabila pemasangan maupun bentangan kabel tidak memperhatikan kondisi lingkungan sekitar.
Karena itu, Diskominfotik Bengkalis mendorong seluruh ISP yang beroperasi di Pulau Bengkalis untuk memperhatikan tata kelola infrastruktur sejak pemasangan hingga pemeliharaannya.
Kepala Diskominfotik Kabupaten Bengkalis Agus Sofyan mengatakan, pemerintah daerah mendukung penuh pertumbuhan layanan internet karena kebutuhan masyarakat terhadap konektivitas digital terus meningkat.
Namun, dukungan tersebut harus diikuti komitmen penyedia layanan untuk menjaga ketertiban dan estetika kota.
“Kami berharap seluruh penyedia layanan internet di Bengkalis dapat memperhatikan dan menjaga estetika kota. Kabel-kabel internet yang masih semrawut agar dapat dirapikan dan ditata dengan baik,” ujar Agus.
Menurutnya, penataan kabel tidak hanya berbicara mengenai keindahan. Aspek keselamatan dan kenyamanan masyarakat juga harus menjadi perhatian dalam perkembangan infrastruktur telekomunikasi.
“Pertumbuhan kebutuhan internet di Bengkalis sangat tinggi, dan kami mendukung penuh hal tersebut. Namun, para penyedia layanan atau ISP juga harus berkomitmen menjaga aspek keselamatan dan keindahan kota,” katanya.
Sebagai langkah konkret, Diskominfotik Bengkalis akan menyusun jadwal penataan secara berkala bersama seluruh ISP. Langkah tersebut diharapkan membuat kegiatan perapian tidak berhenti pada peninjauan, tetapi berlanjut pada eksekusi di lapangan.
“Sebagai langkah konkret pascatinjauan ini, Diskominfotik Bengkalis akan menyusun jadwal berkala bersama seluruh ISP untuk melakukan eksekusi perapian di lapangan,” tuturnya.
Agus menegaskan, pembenahan infrastruktur digital membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah dan seluruh penyedia layanan. Pemerintah berperan mendorong tata kelola, sementara ISP memiliki tanggung jawab memastikan jaringan yang dibangun tetap aman, tertib dan tidak mengorbankan estetika ruang publik.
“Dengan penataan yang lebih baik, diharapkan pertumbuhan infrastruktur telekomunikasi di Kabupaten Bengkalis dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga keindahan dan wajah Kota Bengkalis,” pungkasnya.
Peninjauan tersebut turut didampingi Sekretaris Diskominfotik Bengkalis Adi Sutrisno, Kepala Bidang Infrastruktur Teknologi Informasi Indra Muda, Tim Teknis Diskominfotik Bengkalis serta perwakilan sejumlah ISP yang beroperasi di wilayah Pulau Bengkalis.
Sejumlah perusahaan yang turut terlibat antara lain PT Telkom Akses, PT Central Digital Network, PT Rajawali Bintang Cemerlang Telkomedia (RACEMEDIA), PT Aplikanusa Lintasarta, PT Media Balai Nusa, PT Agsa Global Network, PT Mayatama Solusindo, PT Dumai Mandiri Net, PT Linkkita Teknologi, PT Citra Indonesia dan PT Jaringanku Sarana Nusantara.
Pertumbuhan konektivitas digital pada akhirnya bukan hanya soal berapa banyak kabel yang terpasang, tetapi bagaimana infrastruktur tersebut hadir secara tertib, aman dan selaras dengan wajah kota.**








Kolom Komentar post