BENGKALIS, RIAU24JAM.COM – Keraguan terhadap kemampuan diri dan ketidakpastian masa depan sempat membayangi Muhammad Khalyaki (20), pemuda asal Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau. Di tengah tuntutan dunia kerja yang semakin kompetitif, ia menyadari pentingnya keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri, sementara akses terhadap pelatihan vokasi bersertifikat masih menjadi tantangan bagi sebagian pemuda di daerah.
“Dulu saya sempat merasa khawatir melihat masa depan dan hanya bisa memandang sebelah mata kemampuan diri sendiri,” ungkap Khalyaki, Kamis (5/11/2026).
Namun, keraguan itu perlahan terjawab melalui program Asa Karya (Asah Skill Hidup Berkarya), inisiatif Community Involvement and Development (CID) PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). Selama 30 hari, Khalyaki bersama 29 peserta lainnya menjalani pelatihan intensif pengelasan. Tak sekadar mengasah keterampilan teknis, program ini juga membangun mentalitas dan kepercayaan diri peserta untuk menghadapi dunia kerja.
“Berkat pelatihan 30 hari di Program Asa Karya, kini saya tidak hanya mengantongi sertifikat BNSP 2F/3F, tetapi juga siap bergabung mengembangkan usaha teman saya,” ujarnya.
Bagi Khalyaki, sertifikat kompetensi tersebut bukan sekadar dokumen formal, melainkan bukti kesungguhan dan keberhasilan melewati proses pembelajaran yang menuntut disiplin serta konsistensi.
Capaian program ini pun terbilang membanggakan. Seluruh 30 peserta dinyatakan lulus dan memperoleh sertifikat kompetensi pengelasan 2F/3F dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), dengan tingkat kelulusan mencapai 100 persen.
Kisah Khalyaki merepresentasikan tantangan yang dihadapi banyak pemuda di Rokan Hilir. Persoalan ketenagakerjaan tidak semata-mata berkaitan dengan ketersediaan lapangan kerja, tetapi juga menyangkut kesesuaian kompetensi tenaga kerja lokal dengan kebutuhan industri.
Menjawab tantangan tersebut, PHR berkolaborasi dengan Politeknik Negeri Bengkalis dan Pemerintah Daerah untuk membekali 30 pemuda dari wilayah Ring 1 dan 10 kecamatan di Rokan Hilir dengan keterampilan pengelasan yang terstandar.
Pelatihan tidak berhenti pada penguasaan teknik. Peserta juga menjalani evaluasi kompetensi dan sertifikasi, kemudian mendapatkan dukungan peralatan untuk membuka peluang merintis usaha pengelasan di lingkungan masing-masing.
Dengan bekal keterampilan, sertifikat kompetensi, serta dukungan peralatan, para lulusan kini memiliki peluang lebih luas untuk memasuki dunia kerja profesional maupun mengembangkan usaha mandiri.
Semangat pemberdayaan tersebut mengemuka dalam kegiatan Graduation and Business Activation Program Asa Karya yang digelar di Politeknik Negeri Bengkalis, Jumat (23/10/2026).
Kegiatan diawali dengan Sharing & Upskilling Session bertajuk “Next Gen Energy Pioneers: Leveling Up Your Skills for Career in Oil & Gas Industry”. Dalam sesi tersebut, peserta dan mahasiswa mendapatkan wawasan mengenai peluang karier di sektor minyak dan gas bumi, budaya Health, Safety, Security, and Environment (HSSE), serta pentingnya profesionalisme dalam lingkungan industri.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Rokan Hilir, M. Nurhidayat, mengapresiasi pelaksanaan program yang dinilai memberikan ruang pengembangan kapasitas bagi generasi muda daerah.
“Program Asa Karya, mulai dari pelatihan vokasi pengelasan 2F/3F bersertifikasi BNSP hingga peluang kewirausahaan, telah memberikan ruang tumbuh yang sangat berharga bagi pemuda-pemudi lokal. Kami berterima kasih kepada PHR Zona Rokan atas komitmen dan kontribusinya yang konsisten,” ujarnya.
Melalui program CID, PHR terus memperkuat kapasitas masyarakat di wilayah operasinya melalui peningkatan keterampilan dan pemberdayaan ekonomi. Upaya tersebut dilakukan bersama Politeknik Negeri Bengkalis, Pemerintah Daerah, serta berbagai pemangku kepentingan.
Program Asa Karya menjadi salah satu upaya mendorong pemuda lokal agar tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga memiliki kompetensi untuk menciptakan peluang usaha dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.**
TENTANG PHR ZONA ROKAN
PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan anak perusahaan PT Pertamina yang bergerak di bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri pada 20 Desember 2018.
Pemerintah Indonesia memberikan amanah kepada Pertamina untuk mengelola Wilayah Kerja (WK) Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina kemudian menugaskan PHR untuk melaksanakan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi tersebut berlangsung dengan selamat, lancar, dan andal.
PHR melanjutkan pengelolaan WK Rokan selama 20 tahun, terhitung sejak 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041.
Wilayah operasi WK Rokan mencakup sekitar 6.200 kilometer persegi yang tersebar di tujuh kabupaten/kota di Provinsi Riau. Wilayah ini memiliki 80 lapangan aktif, 11.300 sumur, serta 35 stasiun pengumpul (gathering stations).
WK Rokan berkontribusi terhadap sekitar seperempat produksi minyak mentah nasional atau sepertiga produksi minyak Pertamina.
Selain menjalankan kegiatan produksi minyak dan gas bumi untuk mendukung ketahanan energi nasional, PHR juga melaksanakan program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus pada sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat, dan lingkungan.








Kolom Komentar post