DURI, RIAU24JAM.COM — Lapangan hijau Abiken Soccer Field, Jalan Mandiri, Kelurahan Air Jamban, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Sabtu (12/9/2026), menjadi titik temu ratusan insan perusahaan dalam pembukaan Turnamen Mini Soccer Mutiasari Cup Unity III.
Bukan sekadar perebutan gelar juara, turnamen yang digelar Rumah Sakit Umum (RSU) Mutiasari tersebut membawa pesan lebih luas: menjadikan olahraga sebagai ruang mempertemukan dunia usaha, mempererat jejaring antarkaryawan, sekaligus membangun kultur hidup sehat dan sportivitas di tengah kesibukan pekerjaan.
Sebanyak 32 tim dari berbagai perusahaan ambil bagian dalam kompetisi tahun ini. Dengan rata-rata 15 pemain dalam satu tim, jumlah peserta yang terlibat diperkirakan mencapai sekitar 500 orang.
Pembukaan turnamen turut dihadiri, Kadisdik Hadi Prasetyo, Kepala BPBD Salman Alfarizi, Camat Mandau, Riki Rihardi, Lurah Air Jamban, Rifky Elyaningsih dan dibuka secara resmi oleh Bupati Bengkalis, Hj. Kasmarni.
Dalam sambutannya, Kasmarni mengapresiasi konsistensi RSU Mutiasari yang telah memasuki tahun ketiga penyelenggaraan Mutiasari Cup Unity.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada penyelenggaraan ketiga, tetapi mampu tumbuh menjadi tradisi olahraga dan silaturahmi yang berkelanjutan.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada Mutiasari Cup III saja. Mudah-mudahan dapat terus berlanjut hingga tahun-tahun mendatang, bahkan menjadi tradisi yang berlangsung 10, 20 tahun dan seterusnya,” ujar Kasmarni.
Menurutnya, nilai penting turnamen tidak hanya terletak pada pertandingan di dalam lapangan. Kehadiran perusahaan, sponsor, mitra kerja dan masyarakat menjadi bagian dari ekosistem kebersamaan yang dapat memperkuat hubungan sosial sekaligus mendukung pembangunan daerah.
Kasmarni menilai olahraga memiliki nilai pendidikan yang kuat karena mengajarkan disiplin, kerja sama, keteguhan, tanggung jawab dan sportivitas.
Karena itu, ia mengingatkan peserta agar tidak menjadikan kompetisi semata-mata sebagai arena mengejar kemenangan.
“Menang adalah prestasi. Sportivitas adalah karakter. Persaudaraan adalah kemenangan yang sesungguhnya,” tegasnya.
Pesan tersebut, kata Kasmarni, relevan dengan pembangunan Kabupaten Bengkalis. Sebab, kemajuan daerah tidak mungkin hanya ditopang pemerintah, melainkan membutuhkan kolaborasi berbagai kekuatan, termasuk dunia usaha, fasilitas pelayanan kesehatan, komunitas, organisasi dan seluruh mitra pembangunan.
“Jangan jadikan perbedaan sebagai jarak. Mari kita jadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk saling melengkapi dan menguatkan,” katanya.
Kasmarni juga mengajak seluruh pihak menjadikan kegiatan olahraga sebagai bagian dari upaya membangun generasi muda yang sehat sekaligus menjauhkan mereka dari ancaman narkoba.
“Untuk generasi muda, jauhi narkoba agar hidup menjadi berarti,” pesannya.
Di kesempatan yang sama, CEO PT RMB Hospital Group, Donni Adelino, mengungkapkan perjalanan Mutiasari Cup Unity sejak pertama kali digelar pada 2024.
Pada penyelenggaraan perdana, turnamen diikuti 24 tim. Antusiasme peserta kemudian mendorong penyelenggara meningkatkan skala kompetisi. Pada edisi kedua, jumlah peserta bahkan meningkat menjadi 48 tim.
Tahun ini, format kompetisi dikembangkan menjadi mini soccer dengan melibatkan 32 tim perusahaan.
“Kalau setiap tim rata-rata terdiri dari sekitar 15 orang, maka ada kurang lebih 500 orang yang terlibat dan berpartisipasi dalam kegiatan ini,” kata Donni.
Donni menegaskan, olahraga menjadi sarana penting untuk membangun kebersamaan di tengah karakter pekerjaan dunia usaha yang menuntut karyawan bekerja keras, termasuk dengan sistem shift.
Menurutnya, Mutiasari Cup Unity diharapkan tidak berhenti sebagai turnamen olahraga, tetapi menjadi wadah yang mempertemukan para pekerja dari berbagai perusahaan dalam suasana yang lebih cair dan penuh persaudaraan.
Apresiasi juga disampaikan kepada para sponsor yang mendukung pelaksanaan kegiatan. Donni menyebut terdapat sekitar 20 sponsor yang ikut mengambil bagian dalam penyelenggaraan tahun ini.
Sementara itu, Direktur Utama PT Mutiasari, dr. Leo Pratama Agung, Mars, menegaskan bahwa turnamen tersebut merupakan simbol kebersamaan dan semangat kekeluargaan.
“Di lapangan kita bertanding, di luar lapangan kita tetap bersaudara,” ujar dr. Leo.
Ia mengajak seluruh peserta menunjukkan karakter terbaik selama kompetisi, mulai dari bermain disiplin, menghormati wasit, menjaga keselamatan diri dan lawan, hingga menjunjung tinggi sportivitas.
Baginya, kemenangan tidak seharusnya menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan sebuah pertandingan.
Persahabatan, silaturahmi dan kebersamaan justru menjadi nilai yang diharapkan melekat setelah seluruh rangkaian turnamen berakhir.
Hal senada disampaikan Direktur PT Mutiasari, dr. M. Yusuf. Ia mengapresiasi keterlibatan perusahaan migas dan nonmigas, perbankan BUMN maupun swasta yang berpartisipasi dalam turnamen tersebut.
Ia menyebut kegiatan itu menjadi ruang bagi para pekerja yang sehari-hari disibukkan dengan rutinitas pekerjaan untuk kembali bertemu dalam suasana yang lebih santai melalui olahraga.
“Kawan-kawan kita sehari-hari bekerja keras, siang dan malam, dengan sistem shift dan berbagai tuntutan pekerjaan. Karena itu, olahraga menjadi salah satu ruang untuk menjaga kebugaran sekaligus mempererat hubungan antarkaryawan dan antarpihak perusahaan,” ujarnya.
Menurut dr. Yusuf, selama dua tahun sebelumnya Mutiasari Cup digelar dalam format futsal. Tahun ini, penyelenggara menaikkan skala kegiatan melalui turnamen mini soccer dengan peserta dari berbagai perusahaan.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh sponsor, panitia dan peserta yang telah mendukung kegiatan tersebut.
Selain olahraga, dr. Yusuf menyoroti hubungan RSU Mutiasari dengan dunia usaha melalui layanan kesehatan, termasuk kepercayaan sejumlah perusahaan yang memilih fasilitas tersebut untuk pelaksanaan medical check-up (MCU) karyawan.
Kepercayaan tersebut, menurutnya, menjadi dorongan bagi RSU Mutiasari untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
Dengan dibukanya Mutiasari Cup Unity III, turnamen ini diharapkan bukan hanya melahirkan kompetisi yang sehat di lapangan, tetapi juga memperkuat jejaring kolaborasi antardunia usaha serta membangun tradisi hidup sehat di Kabupaten Bengkalis.
Pertandingan pun resmi dimulai. Di atas lapangan, setiap tim akan berjuang mengejar kemenangan. Namun di luar garis pertandingan, semangat yang hendak dibangun jauh lebih panjang: persahabatan, kolaborasi dan persaudaraan.
(Rb/R24j)







Kolom Komentar post