DURI, RIAU24JAM.COM – Pawai pembangunan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Mandau, Sabtu (15/8/2026), berlangsung meriah. Ribuan masyarakat dan peserta dari berbagai unsur tumpah ke jalan, menghadirkan ragam kreativitas yang tidak sekadar menjadi tontonan, tetapi juga cermin semangat pembangunan di tengah masyarakat.
Salah satu yang tampil mencuri perhatian adalah Kelurahan Duri Timur. Dengan mengerahkan sekitar 1.200 peserta, Duri Timur membawa berbagai model dan kreasi dalam barisan pawai, sekaligus mengangkat sejumlah pesan pembangunan yang dinilai dekat dengan kehidupan masyarakat.
Lurah Duri Timur, Mery Haryani, mengatakan keikutsertaan tersebut merupakan bentuk antusiasme masyarakat dalam menyemarakkan peringatan kemerdekaan sekaligus menyampaikan pesan pembangunan melalui kreativitas warga.
“Kami dari Kelurahan Duri Timur membawa sekitar 1.200 peserta. Berbagai macam model dan kreativitas kami tampilkan dalam pawai ini,” ujar Mery Haryani.
Menurutnya, pawai pembangunan tidak semestinya dimaknai sebatas seremoni tahunan. Di balik kemeriahan dan kreativitas yang ditampilkan, terdapat ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan gambaran tentang pembangunan dan berbagai program yang bersentuhan langsung dengan kehidupan rakyat.
Menariknya, dalam barisan Kelurahan Duri Timur turut ditampilkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
“Termasuk program Presiden Prabowo, yaitu MBG, juga kami tampilkan,” katanya.
Penampilan tersebut menjadi simbol bahwa masyarakat tidak hanya hadir sebagai penonton pembangunan, tetapi juga ikut menerjemahkan program pemerintah melalui ruang-ruang publik yang kreatif.
Pawai pembangunan HUT ke-81 RI di Mandau akhirnya bukan sekadar parade warna-warni di jalanan. Ia menjadi panggung tempat masyarakat menunjukkan bahwa kemerdekaan tidak berhenti pada upacara dan pengibaran bendera.
Kemerdekaan menemukan maknanya ketika pembangunan hadir, program pemerintah dirasakan masyarakat, dan warga diberi ruang untuk mengambil bagian.
Di tengah hiruk-pikuk perayaan, barisan 1.200 peserta Duri Timur seolah mengirim pesan sederhana: kemerdekaan bukan hanya untuk dikenang, tetapi untuk dihidupkan melalui kerja, kreativitas, kebersamaan, dan keberpihakan pada kebutuhan rakyat.(*)









Kolom Komentar post