BENGKALIS, RIAU24JAM.COM – Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Bengkalis menyampaikan jemputan Kenduri Adat kepada Bupati Bengkalis Kasmarni bergelar Datuk Seri Setia Amanah, Wakil Bupati Bengkalis Bagus Santoso sebagai Datuk Seri Timbalan Setia Amanah, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Bengkalis.
Jemputan tersebut disampaikan melalui prosesi adat penyerahan tepak sirih, simbol penghormatan dan kemuliaan yang telah mengakar kuat dalam khazanah tradisi Melayu. Prosesi berlangsung di Wisma Sri Mahkota, Jumat, 24 Juli 2026, sempena peringatan Hari Jadi ke-514 Bengkalis Tahun 2026.
Jemputan adat itu disampaikan langsung oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR Kabupaten Bengkalis, Datuk Seri Syaukani Alkarim.
Dalam kesempatan tersebut, Syaukani menjelaskan bahwa sempena Hari Jadi ke-514 Bengkalis, LAMR Kabupaten Bengkalis akan menggelar Sepekan Kenduri Adat, sebuah rangkaian kegiatan adat dan budaya yang berlangsung selama tujuh hari, mulai 25 hingga 30 Juli 2026.
Berbagai khazanah budaya Melayu akan dihidupkan dalam rangkaian kegiatan tersebut. Mulai dari Melelang Malam, pertunjukan seni dan budaya Melayu, pembacaan puisi, teater, zapin, permainan rakyat, hingga ziarah ke makam para pendiri Lembaga Adat Melayu.
Selain itu, rangkaian Sepekan Kenduri Adat juga akan diisi dengan sarahan adat serta prosesi Buka Lawang Kenduri Adat, sebagai bagian dari upaya merawat nilai, tradisi, dan ingatan kolektif masyarakat Melayu di Negeri Junjungan.
Puncak Kenduri Adat dijadwalkan berlangsung pada 30 Juli 2026, selepas Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Bengkalis. Selanjutnya, rombongan akan mengikuti arak-arakan menuju Balai Adat LAMR Kabupaten Bengkalis untuk melaksanakan prosesi Kenduri Adat sebagai ungkapan rasa syukur atas perjalanan panjang Bengkalis yang telah memasuki usia ke-514 tahun.
“Kami mengundang Datuk Seri Setia Amanah dan Datuk Seri Timbalan Setia Amanah untuk bersama-sama memeriahkan rangkaian Kenduri Adat. Kehadiran Datuk Seri merupakan suatu kehormatan bagi LAMR, sekaligus menjadi penyemangat dalam menjaga marwah adat, budaya dan jati diri Melayu di Negeri Junjungan,” ujar Datuk Seri Syaukani Alkarim.
Menanggapi jemputan tersebut, Bupati Bengkalis Kasmarni menyampaikan apresiasi kepada LAMR Kabupaten Bengkalis yang selama ini terus menunjukkan komitmen dalam menjaga dan melestarikan adat istiadat Melayu melalui berbagai kegiatan yang sarat dengan nilai budaya dan kearifan lokal.
Menurut Bupati perempuan pertama di Kabupaten Bengkalis tersebut, Kenduri Adat tidak semata-mata menjadi sebuah tradisi seremonial. Lebih dari itu, kenduri merupakan warisan budaya yang menyimpan makna mendalam sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT, sekaligus ruang untuk mempererat persatuan, memperkokoh silaturahmi dan memperteguh identitas masyarakat Melayu.
Di tengah perubahan zaman yang bergerak semakin cepat, menurut Kasmarni, adat dan budaya harus tetap menjadi akar yang menjaga masyarakat agar tidak kehilangan arah dan jati dirinya.
“Kami mengucapkan terima kasih atas jemputan yang telah disampaikan. Insyaallah kami akan berupaya untuk hadir bersama-sama memeriahkan Kenduri Adat. Semoga seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan menjadi momentum untuk semakin mengukuhkan marwah Melayu serta mempererat persatuan masyarakat Bengkalis,” ujar Kasmarni.
Orang nomor satu di Negeri Junjungan itu juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bengkalis untuk terus memberikan dukungan terhadap berbagai upaya pelestarian adat dan budaya Melayu.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, LAMR dan seluruh lapisan masyarakat menjadi salah satu kunci penting dalam memastikan warisan budaya tidak sekadar dikenang sebagai peninggalan masa lalu, tetapi tetap hidup, berkembang dan relevan dalam menjawab dinamika zaman.
Sebab bagi Bengkalis, menjaga adat bukan hanya soal mempertahankan tradisi. Menjaga adat adalah menjaga ingatan, merawat identitas, serta memastikan marwah Melayu tetap tegak di tengah perubahan yang terus bergerak.
Turut hadir dalam prosesi jemputan Kenduri Adat tersebut Staf Ahli Bupati Bengkalis Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan Andris Wasono, sejumlah Kepala Perangkat Daerah, Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR Kabupaten Bengkalis Datuk Seri H. Ilham Nor, serta para datuk dan pengurus LAMR Kabupaten Bengkalis.**









Kolom Komentar post