ROKAN HILIR, RIAU24JAM.COM – Sinergi yang terjalin antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha kembali membuktikan bahwa pembangunan akan lebih bermakna ketika dilaksanakan secara kolaboratif. Komitmen itulah yang mengantarkan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) meraih Penghargaan Mitra Pembangunan Daerah dari Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir atas kontribusinya dalam memperkuat program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.
Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas berbagai inisiatif sosial yang dijalankan PHR melalui program Community Involvement and Development (CID), yang selama ini berfokus pada peningkatan kapasitas masyarakat, penguatan kelembagaan lokal, pengembangan ekonomi berbasis potensi wilayah, serta pelestarian lingkungan.
Kabupaten Rokan Hilir dengan karakteristik wilayah yang luas dan beragam memerlukan pendekatan pembangunan yang melibatkan banyak pihak. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah, sektor industri, komunitas, dan masyarakat menjadi fondasi penting agar setiap program mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat sekaligus memberikan dampak yang berkelanjutan.
Melalui program-program unggulannya, PHR menghadirkan berbagai inisiatif, mulai dari Program Pemberdayaan Perikanan Riau, Vokasi Migas, Desa Energi Berdikari, Program Kampung Iklim (PROKLIM), Program AKAR Rimba, hingga pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di berbagai wilayah Kabupaten Rokan Hilir.
Seluruh program tersebut dirancang tidak sekadar memberikan bantuan sesaat, melainkan membangun kemandirian masyarakat melalui peningkatan keterampilan, penguatan ekonomi lokal, dan pemanfaatan potensi daerah secara berkelanjutan.
Sepanjang tahun 2025, PHR telah mengintervensi 29 desa di tujuh kecamatan di Kabupaten Rokan Hilir dengan 456 penerima manfaat langsung. Program-program tersebut menghasilkan capaian yang signifikan, dengan nilai pendapatan kelompok mencapai hampir Rp550 juta per tahun, serta keuntungan kelompok sekitar Rp299 juta.
Keberhasilan itu mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir. Penghargaan Mitra Pembangunan Daerah diserahkan langsung oleh Bupati Rokan Hilir, Bistamam, sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi PHR dalam mendukung pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
Bistamam menegaskan, pembangunan tidak dapat berjalan optimal apabila hanya mengandalkan pemerintah. Menurutnya, keterlibatan dunia usaha dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mempercepat peningkatan kesejahteraan.
“Kami berharap dapat terus melakukan berbagai kegiatan bersama, hadir di tengah masyarakat, dan menciptakan perubahan yang nyata. Penghargaan ini bukan sekadar bentuk apresiasi, tetapi juga harapan agar kolaborasi seperti ini terus berkembang demi kesejahteraan masyarakat Rokan Hilir,” ujar Bistamam, Kamis (23/7/2026).
Sementara itu, Manager CID Regional 1 PHR, Iwan Ridwan Faizal, menyatakan penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi multipihak mampu melahirkan program pemberdayaan yang benar-benar berangkat dari kebutuhan masyarakat serta menghasilkan dampak yang terukur.
“Apresiasi ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus menghadirkan inovasi dalam program-program pengembangan masyarakat. Kami meyakini, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat merupakan kunci dalam menciptakan pemberdayaan yang berdampak luas dan berkelanjutan,” kata Iwan.
Penghargaan tersebut sekaligus mempertegas bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan membangun masyarakat yang mandiri, tangguh, dan memiliki daya saing.
Dengan semangat kolaborasi yang terus diperkuat, sinergi antara Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir, PHR, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu melahirkan lebih banyak inovasi sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta memperkokoh fondasi pembangunan berkelanjutan di daerah.**
Tentang PHR Zona Rokan
PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan anak perusahaan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) yang berada di bawah Subholding Upstream Pertamina dan bergerak di bidang usaha hulu minyak dan gas bumi. PHR berdiri pada 20 Desember 2018.
Sejak 9 Agustus 2021, Pertamina mendapat amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja (WK) Rokan. Tugas tersebut dijalankan PHR melalui proses alih kelola yang berlangsung secara aman, lancar, dan andal. PHR akan mengelola WK Rokan hingga 8 Agustus 2041.
Wilayah operasi WK Rokan mencakup sekitar 6.200 kilometer persegi yang tersebar di tujuh kabupaten/kota di Provinsi Riau, dengan 80 lapangan aktif, sekitar 11.300 sumur, serta 35 gathering station. Saat ini, WK Rokan menyumbang sekitar seperempat produksi minyak mentah nasional atau hampir sepertiga produksi minyak Pertamina.
Selain menjalankan mandat menjaga ketahanan energi nasional, PHR juga konsisten melaksanakan program tanggung jawab sosial dan lingkungan yang berfokus pada pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan pelestarian lingkungan, sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan nilai bersama bagi masyarakat di sekitar wilayah operasinya.









Kolom Komentar post