BENGKALIS, RIAU24JAM.COM — Jalan Hangtuah di Duri, Kecamatan Mandau, kian menjelma menjadi ancaman nyata bagi keselamatan publik. Deretan lubang yang menganga di badan jalan tak hanya mencerminkan buruknya kualitas infrastruktur, tetapi juga memperlihatkan lambannya respons otoritas terkait. Dalam beberapa waktu terakhir, ruas ini telah berulang kali memakan korban jiwa, sebuah fakta yang sulit dibantah, namun ironisnya belum diiringi langkah perbaikan yang konkret.
Sorotan tajam pun mengarah pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Riau sebagai pihak yang memiliki kewenangan atas perbaikan jalan tersebut. Hingga kini, belum tampak realisasi signifikan di lapangan, sementara risiko bagi pengguna jalan terus meningkat dari hari ke hari.
Di tengah situasi tersebut, Senin (27/4/2026) jajaran Satuan Lalu Lintas Polres Bengkalis memilih tidak tinggal diam. Upaya mitigasi darurat dilakukan guna menekan potensi kecelakaan yang dipicu kondisi jalan rusak.
Kasat Lantas Polres Bengkalis, AKP Shandra Amalia, menegaskan bahwa pihaknya telah menginstruksikan personel untuk bertindak langsung di lapangan.
“Sepanjang jalur Hangtuah, saya sudah minta personel untuk ambil tindakan terkait jalan berlubang. Karena memang faktor jalan ini cukup mempengaruhi terjadinya kecelakaan,” ujarnya.
Sebagai langkah cepat, personel Satlantas terlihat menutup sejumlah lubang di badan jalan dengan material seadanya. Meski bersifat sementara, tindakan ini menjadi bentuk intervensi darurat untuk mengurangi risiko kecelakaan, terutama di titik-titik rawan dengan intensitas lalu lintas tinggi.
Namun demikian, langkah kepolisian tersebut sejatinya bukan solusi jangka panjang. Perbaikan permanen tetap berada di bawah kewenangan PUPR Provinsi Riau. Tanpa intervensi struktural dan percepatan perbaikan, upaya tambal sulam hanya akan menjadi penunda dari potensi tragedi berikutnya.
Keluhan warga pun menguat. Hendra, salah seorang pengguna jalan yang kerap melintasi kawasan tersebut, mengaku kondisi Jalan Hangtuah sudah sangat memprihatinkan dan membahayakan.
“Setiap hari saya lewat sini, lubangnya makin banyak dan dalam. Kalau tidak hati-hati bisa jatuh, apalagi malam hari. Sudah sering dengar ada yang kecelakaan, bahkan sampai meninggal. Kami harap pemerintah segera turun tangan, jangan tunggu korban berikutnya,” ungkapnya.
Masyarakat mendesak Pemerintah Provinsi Riau agar perbaikan Jalan Hangtuah segera direalisasikan. Infrastruktur jalan, dalam konteks ini, bukan sekadar fasilitas publik, melainkan elemen vital yang menentukan keselamatan warga.
Kondisi ini menjadi pengingat keras bahwa kelalaian dalam pemeliharaan infrastruktur dapat berujung pada hilangnya nyawa. Ketika jalan tak lagi layak, maka setiap perjalanan berubah menjadi pertaruhan.
(rb/r24j)








Kolom Komentar post