PEKANBARU, RIAU24JAM.COM – Transformasi ekonomi lokal tengah berlangsung di Provinsi Riau. Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang sebelumnya berjalan sendiri dengan keterbatasan akses dan standar kini mulai naik kelas melalui wadah kolektif. Koperasi UMKM Pucuk Rebung tampil sebagai model kemandirian ekonomi yang mampu menembus pasar nasional hingga internasional.
Di balik capaian tersebut, sosok Yuneli yang akrab disapa Nunik memimpin koperasi melewati fase awal yang penuh tantangan. Keterbatasan modal, standar kualitas yang belum seragam, serta minimnya jejaring distribusi sempat menjadi penghambat. Namun, melalui proses pembinaan dan kolaborasi, hambatan itu bertransformasi menjadi pijakan pertumbuhan.
“Dulu kami ragu untuk bermimpi besar. Kini kepercayaan diri tumbuh karena ada pendampingan yang jelas. Dari dapur sederhana, produk kami mulai menembus pasar internasional,” ujar Nunik, usai melakukan penjajakan kerja sama usaha di Malaysia, Kamis (16/4/2026).
Perubahan tersebut tidak terlepas dari peran PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) melalui program pengembangan UMKM berbasis ekonomi pemuda dan perempuan. Intervensi yang dilakukan tidak bersifat sporadis, melainkan sistematis mulai dari penguatan kelembagaan koperasi, peningkatan kapasitas produksi, hingga pembukaan akses pasar.
“Pendampingan PHR kami rasakan langsung dampaknya. Kapasitas usaha meningkat, kualitas produk lebih terstandar, dan manfaat ekonomi kini dirasakan merata oleh anggota koperasi,” tegas Nunik.
Secara bertahap, anggota koperasi meningkatkan kualitas produk dan menyesuaikan dengan standar keamanan pangan. Sistem pengemasan juga diperbaiki sehingga daya simpan produk mampu bertahan hingga delapan bulan. Dukungan alat produksi dan bahan baku menjadi katalis bagi peningkatan produktivitas.
Produk unggulan seperti keripik tempe, rendang, salai patin, hingga nastar sagu kini tidak hanya beredar di pasar lokal, tetapi juga menembus pasar nasional dan mulai merambah ekspor. Dari sisi ekonomi, koperasi mencatat omzet hingga ratusan juta rupiah per bulan sebuah lonjakan signifikan yang berdampak langsung pada kesejahteraan anggota.
Model pemberdayaan ini bahkan menarik perhatian akademisi internasional. Universiti Keusahawanan Koperasi Malaysia melakukan kunjungan studi untuk mempelajari tata kelola dan strategi pengembangan UMKM yang diterapkan Pucuk Rebung. Hal ini mempertegas bahwa pola kolaborasi tersebut memiliki nilai rujukan lintas negara.
Manager Community Involvement and Development (CID) PHR, Iwan Ridwan Faizal, menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil sinergi antara perusahaan dan masyarakat.
“Koperasi UMKM Pucuk Rebung menjadi bukti bahwa kolaborasi yang tepat mampu mengubah keterbatasan menjadi kekuatan ekonomi. Kami ingin model ini menjadi inspirasi bagi UMKM lain untuk berani naik kelas. PHR berkomitmen mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ke depan, Koperasi Pucuk Rebung mulai menata langkah melalui strategi regenerasi dengan melibatkan generasi muda. Upaya ini menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan sekaligus memperkuat daya saing UMKM Riau di pasar global.**
Tentang PHR Zona Rokan
PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan anak perusahaan Pertamina yang bergerak di sektor hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). Berdiri pada 20 Desember 2018, PHR mendapat mandat dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021.
PHR melanjutkan pengelolaan Zona Rokan selama 20 tahun hingga 8 Agustus 2041. Wilayah operasi seluas sekitar 6.200 km² mencakup tujuh kabupaten/kota di Riau, dengan 80 lapangan aktif, lebih dari 11.300 sumur, dan 35 stasiun pengumpul. Zona ini menyumbang sekitar seperempat produksi minyak mentah nasional.
Selain sektor energi, PHR juga menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berfokus pada pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat, dan pelestarian lingkungan.








Kolom Komentar post