MANDAU, RIAU24JAM.COM — Malam ke-27 Ramadan di Kelurahan Pematang Pudu tak sekadar religius, tetapi juga penuh cahaya kebersamaan. Pemuda RW01 menggelar Festival Lampu Colok di Jalan Bathin Betuah, Senin (16/3/2026), sebuah inisiatif lokal yang menjelma menjadi panggung solidaritas sosial.
Gagasan festival ini lahir dari pemuda Sakai, Diro, yang menginginkan tradisi lampu colok kembali dihidupkan sebagai simbol semangat Ramadan. Ide tersebut kemudian direspons kolektif oleh pemuda RW01, hingga mendapat dukungan dari pihak kelurahan dan kecamatan.
Tokoh Pemuda Sakai, Faiz, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar perayaan, tetapi juga ruang ekspresi budaya dan kebersamaan warga. Sementara Ketua RW01, Kuri, menyebut antusiasme masyarakat menjadi energi utama terselenggaranya festival tersebut.
Lurah Pematang Pudu, Muhammad Vicky, menyatakan komitmen pemerintah kelurahan untuk terus mendukung kegiatan positif yang digerakkan generasi muda. “Kami akan selalu hadir dan mendukung setiap kegiatan yang membawa manfaat bagi pemuda dan masyarakat,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Camat Mandau, Riki Rihardi, yang hadir bersama Ketua TP-PKK Kecamatan Mandau, Dewi Asdinar, serta jajaran kantor camat. Ia menilai tingginya partisipasi warga menjadi indikator kuatnya kohesi sosial di tengah masyarakat.
“Ini bukan sekadar festival, tapi cermin kebersamaan. Kami bangga dengan inisiatif pemuda RW01. Dari kebersamaan seperti ini, banyak hal besar bisa lahir,” kata Riki.
Ia juga menitipkan pesan kepada para perangkat RT dan RW agar mengedepankan pendekatan humanis dalam melayani masyarakat. “Mungkin tidak semua persoalan bisa langsung diselesaikan, tetapi terimalah masyarakat dengan hati terbuka. Didengarkan dengan baik saja, itu sudah menjadi bagian dari solusi,” tegasnya.
Festival Lampu Colok ini bukan hanya memperindah malam Ramadan, tetapi juga menegaskan bahwa inisiatif akar rumput tetap menjadi fondasi penting dalam membangun harmoni sosial di tingkat lokal.(*)








Kolom Komentar post