DURI, RIAU24JAM.COM — Riuh tawa anak-anak memecah suasana pagi di Duri, Jumat (6/2/2025). Pancaran air yang menyembur ke udara disambut tepuk tangan dan sorak kegembiraan. Bukan di taman bermain, melainkan di arena edukasi keselamatan bahaya api yang digelar PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).
Sebanyak 1.600 siswa dari 38 sekolah TK dan PAUD di wilayah Duri mengikuti kegiatan edukasi keselamatan bersama tim Fire Emergency Response Team (FERT) PHR. Tak kurang dari 200 guru pendamping turut hadir, menyaksikan antusiasme anak-anak yang belajar dengan cara menyenangkan.
Balutan seragam warna-warni dan mantel hujan menciptakan pemandangan semarak. Sosok petugas pemadam kebakaran yang biasanya identik dengan situasi darurat, hari itu berubah menjadi “pahlawan super” yang ramah dan dekat dengan anak-anak.
Melalui edukasi ini, para siswa dikenalkan pada potensi bahaya kebakaran, alat pemadam api, langkah keselamatan dasar, hingga peran penting profesi pemadam kebakaran. Anak-anak juga dilatih memahami situasi darurat secara sederhana dan tidak menimbulkan rasa takut.
Manager Relations Zona Rokan, Rudi Arief, menegaskan pentingnya pengetahuan keselamatan diberikan sejak usia dini.
“Edukasi ini sangat penting, bukan hanya bagi anak-anak, tetapi juga guru dan orang tua. Keselamatan adalah hal utama. Potensi bahaya, terutama bahaya api, harus diketahui dan ditangani sedini mungkin,” ujarnya.
Ia berharap pengetahuan dan praktik yang diberikan dapat diterapkan di lingkungan sekolah maupun keluarga. Menurutnya, kesadaran keselamatan yang ditanamkan sejak dini akan membentuk karakter anak hingga dewasa.
“Kami mengapresiasi antusiasme sekolah-sekolah TK yang terlibat. Ini menunjukkan kepedulian bersama terhadap aspek keselamatan. Anak-anak diharapkan membawa nilai-nilai ini hingga masa depan,” tambahnya.
Kegiatan edukasi ini dikemas layaknya petualangan seru. Puncak antusiasme terjadi saat armada mobil pemadam kebakaran diperkenalkan. Pekik kegembiraan meledak ketika anak-anak melihat dari dekat mobil merah besar yang selama ini hanya mereka kenal dari buku cerita.
“Senang sekali. Tadi lihat mobil merah besar dan belajar kalau api itu tidak boleh buat mainan,” ujar Alif, salah satu siswa TK, polos namun penuh semangat.
Kepala RA Ubay Bin Ka’ab, Elfi Rahmi, menyampaikan apresiasinya atas kegiatan tersebut.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menambah pengetahuan dan menumbuhkan kesadaran keselamatan anak sejak dini dengan cara yang menyenangkan. Semoga kerja sama ini terus berlanjut,” katanya.
Hal senada disampaikan para guru pendamping. Mereka menilai edukasi di usia emas (golden age) sangat efektif karena anak mudah menyerap nilai-nilai perilaku hidup aman.
“Kegiatan ini luar biasa. Anak-anak jadi tahu apa yang harus dilakukan saat melihat api tanpa panik. Ini pelajaran penting yang tidak didapat hanya dari buku,” ungkap Susanti, guru RA Miftahul Huda.
Kegiatan ditutup dengan “mandi hujan” dari semprotan fire truck yang terkendali, membuat suasana semakin meriah. Ribuan anak pun pulang dengan senyum lebar, membawa pengalaman berharga dan kesadaran bahwa keselamatan adalah prioritas utama.***










Kolom Komentar post