BENGKALIS, RIAU24JAM.COM – Seorang pria tewas tergantung di kamar rumah, Desa Kelapa Pati Laut, Gang Seruji, RT 002 RW 004, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Rabu (02/10) sekitar pukul 21.00 WIB. Korban nekat gantung diri diduga gegara sakit hati diputus cinta oleh pacarnya.
Kasat Reskrim Polres Bengkalis, AKP Muhammad Reza, SIK mengatakan, korban yang diketahui berinisial IS (38) ini ditemukan pertama kali oleh sepupunya Wan (47) dan Amin (47) yang melihat sosok mayat tergantung di kamar rumah korban.
“Sekitar pukul 20.30 WIB sepupu korban mencari korban dan biasanya korban datang kerumah untuk makan malam. Lalu Wan memberitahukan kepada Amin untuk bersama-sama mencari korban, karna pada saat itu rumah dalam keadaan mati lampu dengan pintu rumah korban dalam keadaan terkunci,” ujar Kasatreskrim.
Saat itu, lanjut Kasat, Wan memanggil Korban tetapi tidak ada jawaban dan kemudian Amin mencoba untuk mencongkel jendela samping kanan rumah yang berdekatan dengan kamar depan dan melihat korban sudah tergantung tidak bernyawa di konsen kamar depan rumah dengan menggunakan tali nilon warna hijau. Dan selanjutnya kedua saksi langsung menghubungi keluarga dan pihak kepolisian Polres Bengkalis.
“Diduga korban gantung diri karena putus asa telah diputuskan hubungannya oleh pacarnya berinisial SA yang berada di Selat Panjang, Kabupaten Meranti. Hal tersebut diperoleh informasi dari pesan pada aplikasi WhatsApp di handphone milik korban dan mengancam bunuh diri,” ujar Reza.
Setelah mendapatkan laporan, sekira pukul 21.15 WIB, petugas piket Polres Bengkalis dan Polsek Bengkalis sampai di tkp. Petugas melakukan olah tkp lalu mengevakuasi jasad korban pada pukul 22.10 WIB ke RSUD Kecamatan Bengkalis.
“Selain itu, sekitar pukul 22.40 WIB hasil visum dari pihak RSUD tidak ditemukannya unsur tindak pidana penganiayaan atau pembunuhan, melainkan korban meninggal dunia di akibatkan gantung diri,” tambah Reza.
Lebih lanjut Kasareskrim mengatakan dari hasil wawancara bahwa pihak keluarga korban mengatakan motif bunuh diri akibat hubungan asmara (Putus Cinta) dimana sebelum gantung diri, korban sempat mengirim chating kepada pacarnya bahwa akan mengakhiri hidupnya.
“Pihak keluarga melalui kakak kandung korban menerima bahwa kejadian ini sebagai musibah bunuh diri dan menganggap kejadian tersebut merupakan takdir dari Allah SWT. Selanjutnya penolakan itu dituangkan dalam surat pernyataan,” pungkasnya.*









Kolom Komentar post